Showing posts with label Buah. Show all posts
Showing posts with label Buah. Show all posts

Khasiat Tanaman Wudani

Khasiat Tanaman Wudani
Wudani (Quisqualis indica)
Kali ini kita akan membahas dengan detil tentang khasiat tanaman Wudani (Quisqualis indica) adalah tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara ini dapat ditemukan sampai ketinggian 600 m di atas permukaan air laut. Tersebar diseluruh Nusantara, tumbuh liar dihutan, ladang, semak belukar, kadang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Pengembangbiakkan tumbuhan ini dengan biji dan setek batang. Perdu merambat, panjang 2-8 m. Daunnya tunggal, letak berhadapan, bertangkai pendek dengan helaian daun bulat telur memanjang sampai jorong, panjang daun 5-18,5 cm, sedangkan lebar 2,5-9 cm, ujungnya runcing, pangkal membulat, tepi rata, tulang daun menyirip, warna daun hijau. Bunga tersusun dalam bulir yang keluar dari ujung tangkai, mempunyai lima helai mahkota bunga yang warnanya dapat berubah dari mula-mula putih kemerahan menjadi merah keunguan, baunya harum. Buahnya bersegi lima, berbentuk memanjang dengan ujung dan pangkal menyempit, panjang buah 2-3 cm, rasanya seperti kelapa, bila telah masak buah berwarna coklat dan siap dipanen.

Familia:
Combretaceae.

Sinonim:
Quisqualis ebracteata Beauv. =  Quisqualis longiflora Presl. = Quisqualis sinensis Lindl. = Quisqualis loureiri Don. = Q. pubescens Burm. = Quisqualis villosa Roxb.

Nama Asing:
She chin zhe (T), niog-niogan, tagarau, tagulo, talolong, tangolo, tangolan, totoraok (F), Chinese honeysuckle, Rangoon creeper, Burma creeper, liane vermifoge (I), akar dani (M).

Nama Daerah:
  1. Sumatra : dani, udani, wudani.
  2. Jawa : bidani (Sunda), kecekluk, kaceklik, ceguk, cekluk, wedani (Jawa), rabetdani (Madura), kunyit rhabet, rhabet besi, seradengan (Kangean).
  3. Sulawesi : tikao (Bugis).
Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis:
Manis, hangat, beracun (toksik), berkhasiat sebagai obat cacing, melancarkan pencernaan, memperkuat limpa. Tumbuhan ini masuk meridian limpa dan lambung.

Kandungan Kimia:
  • Buah matang mengandung potassium quisqualata, sebagian besar lemak jenuh trigonelline dan puridine.
  • Kulit buah dan daun mengandung potassium quisqualata.
  • Bunga mengandung cyaniding monoglycoside.
  • Daun dan tangkai mengandung tannin, saponin, sulfur, calcium oksalat, lemak, peroksidase, protein.
Bagian yang Dipakai
Terutama biji. Buah masak dijemur untuk disimpan. Akar dan daun dapat juga digunakan untuk pengobatan.

Manfaat & Kegunaan:
  • Sakit perut karena cacingan terutama ascariasis.
  • Cacing kremi (oxyuriasis).
  • Berat badan kurang pada anak (infutantile dyspepsia).
  • Perut kembung pada disentri.
  • Radang ginjal (nephitis).
  • Peluruh dahak pada penderita batuk (expectorant).
  • Sakit kepala.
  • Penyakit kulit akibat parasit, jamur.
Dosis Pemakaian:
  1. Pemakaian luar : buah wudani digiling halus, tambahkan minyak kelapa lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 3-9 gram biji kering atau 10-15 gram yang segar direbus lalu diminum atau dijadikan pil, bubuk. Atau 30-60 gram daun segar direbus lalu diminum. Atau 6-10 gram akar direbus lalu diminum.
Pemakaian Dalam:
  1. Penyakit cacing kremi (oxyuriasi) Cara ke-1 : biji wudani disangrai hingga matang, dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk tiga kali makan, lakukan secara teratur. Atau Cara ke-2 : 10 gram biji wudani, 10 gram biji pinang (Areca catechu L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  2. Penyakit cacing gelang (ascariasis) : Cara ke-1 : untuk anak-anak 3-5 biji wudani, ditumbuk lalu dimakan. Atau Cara ke-2 : 2 jari akar wudani, gula jawa secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum pagi hari sebelum makan.
  3. Penyakit cacing tambang (ankylostomiasis) :30 biji wudani dicuci bersih lalu digiling halus, seduh dengan 100 cc air panas, tambahkan satu sendok makan madu, diminum hangat-hangat malam hari sebelum tidur.
  4. Berat badan berkurang pada anak-anak (infantile malnutrition) : 6 gram tumbuhan wudani direbus dengan 300 cc hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
Pemakaian Luar:
  1. Sakit kepala : daun wudani dihaluskan lalu dipakai sebagai tapal pada pelipis.
  2. Penyakit kulit akibat parasit, jamur : buah wudani secukupnya dihaluskan, tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera L.) lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.
Catatan:
  1. Sebelum dan sesudah makan obat ini, jangan minum teh kerena menambah gejala yang tidak diinginkan (efek samping obat).
  2. Kelebihan dosis dapat menimbulkan rasa pening, muntah, cegukan, sakit perut, diare, yang akan hilang dengan sendirinya.
  3. Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Wu Kan Fei Urh Wan (Tiongkok).
Semoga artkel tentang khasiat dan manfaat tanaman Wudani yang telah Anda simak di atas akan dapat melengkapi pengetahuan Anda dalam hal pengobatan alami, mudah-mudahan berguna.

Khasiat Tanaman Kembang Pukul Empat

Khasiat Tanaman Kembang Pukul Empat
Artikel detil tentang manfaat dan khasiat kembang pukul empat untuk kesehatan tubuh manusia. Tumbuhan Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapaasal Amerika Selatan ini banyak ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar. Tumbuh di dataran rendah yang banyak mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Tumbuhan tegak, tinggi 20-80 cm. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang daun 2-11 cm dan lebarnya 8 mm - 7 cm. Pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, dan memiliki tangkai daun dengan panjang 6 mm - 6 cm. Bunga dari tumbuhan ini berbentuk terompet, dengan warna bermacam-macam, seperti merah, putih, jingga, kuning atau kombinasi (belang-belang). Bunga mekar di sore hari dan kuncup kemabli pagi hari menjelang fajar. Buah keras, warna hitam, berbentuk telur dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, berbentuk bulat memanjang, isi umbi berwarna putih, panjang 7-9mcm sedangkan diameternya 2-5 cm.
Familia: Nyctaginaceae.
Sinonim : Jalapa congesta Moench. = Nyctago hortensis Bot.

Nama asing:
Zi mo li (T), a las cuatro, gilala (F), marvel of Peru, four o'clock plant (I), belle de nuit, jalapenwunderblume (B), a las cuatro, maravilla, oracion, suspiros (S).

Nama daerah:
  1. Sumatra : kembang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu sore, bunga waktu kecil (Melayu)
  2. Jawa : kederat, segerat, tegerat (Jawa)
  3. Nusa Tenggara : noja (Bali), bungga ledonosok (Roti), loro laka (Timor), koderat.
  4. Sulawesi : pukul ampa, turaga, bodoko sina (Minahasa), bunga tete apa, bunga-bunga paranggi (Makasar), bunga-bunga perengki (Bugis)
  5. Maluku : kupa oras (Ambon), cako rana (Ternate)
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Tidak berbau, manis, rasa netral, sejuk. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh air seni (diuretik), memperlancar sirkulasi darah, dan menghilangkan hambatan aliran darah.

Kandungan kimia:
Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), dan zat asam minyak (46,9%).

Bagian yang digunakan: Akar, daun, dan buah dapat dipakai untuk pemakaian luar.

Manfaat dan khasiat menyembuhkan:
  • Radang amandel (tonsilitis)
  • Radang tenggorokan (pharyngitis)
  • Batuk berdarah (hemoptysis)
  • Infeksi saluran air seni (genito-urinary tract infection)
  • Air seni mengandung lemak (chyluria)
  • Batu ginjal, batu empedu
  • Kencing manis (diabetes millitus)
  • Radang kelenjar prostat (prostatitis)
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Radang sendi yang akut (acute arthritis)
  • Bisul bermata banyak, bisul batu, jerawat (acne vulgaris), eksim (ekzema)
  • Koreng, luka terpukul
  • Kanker
  • Tukak lambung
  • Pembekuan darah
  • dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian Luar : tumbuhan kembang pukul empat dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kembang pukul empat kering atau 15-30 gram yang segar direbus lalu diminum.
Pemakaian luar:
1. Bisul (furunculus) :
  • Daun kembang pukul empat secukupnya dilayukan di atas api lalu ditempelkan pada bisul yang sebelumnya telah diolesi minyak kemiri (Aleurites moluccana Wild.), daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul)
  • Daun kembang pukul empat secukupnya dihaluskan, tambhakan sedikit air garam, lalu ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya dan balut dengan kain kasa.
  • Akar segar kembang pukul empat secukupnya dibuang kulitnya lalu dihaluskan, tambahkan gula aren (Arenga pinnata Merr,) secukupnya, lalu ditempelkan pada bisul. Lakukan dua kali sehari.
2. Jerawat (acne vulgaris) : buah kembang pukul empat secukupnya dibuat zat tepung, lalu
    tambahkan air secukupnya dan dioleskan pada muka yang berjerawat.
3. Koreng, luka terpukul, eksim (ekzema) : tumbuhan kembang pukul empat segar secukupnya
    dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau tumbuhan kembang pukul empat
    tersebut direbus dengan air secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh
    yang sakit.

Pemakaian dalam:
  1. Radang sendi akut (acute arthitis) : 60 gram akar kembang pukul empat segar secukupnya direbus dengan air secukupnya, lalu air rebusannya diminum atau 30 gram bunga warna putih dar kembang pukul empat direbus dengan air secukupnya, lalu airnya diminum. Bila badan panas tambahkan tahu, tapi bila badan dingin tambahkan kikil sapi saat merebusnya lalu dimakan.
  2. Kanker : 60 gram umbi kembang pukul empat, 30 gram rumput mutiara (Hadyotis corymbosa [L.] Lamk.), direbus dengan air secukupnya selama 3 jam dengan api kecil dalam mangkuk tanah atau keramik, lalu airnya diminum setelah disaring (tetap konsultasi ke dokter)
  3. Tukak lambung : 15-30 gram akar segar kembang pukul empat, 1 ons daging sapi, 60 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, dikukus atau ditim hingga daging matang, airnya diminum sedangkan daging sapi dan daun lidah buayanya dimakan.
  4. Keputihan (Leucorrhoea) : 30 gram akar kembang pukul empat, 30 gram kulit delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. lau airnya disaring dan diminum. cara ke dua 50 gram kembang pukul empat, 90 gram lidah buaya (Aloe vera L.), 100 gram daun kucai (Allium odorum L.), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu diminum airnya 2x sehari setelah disaring.
  5. Amandel (tonsilitis), radang tenggorokan (pharyngitis) : akar kembang pukul empat secukupnya dibersihkan dan dijus, lalu airnya diminum.
  6. Difteri : 15 gram akar kembang pukul empat kering dan 30 gram yang segar dan 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) segar, direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  7. Batuk darah (hemoptysis) : 30 gram bunga putih kembang pukul empat, dijus lalu disaring, tambahkan madu secukupnya dan diminum.
  8. Pembekuan darah : 15 gram akar kembang pukul empat, 15 gram temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  9. Batu ginjal, batu empedu, kencing manis (diabetes millitus) : 15 gram kembang pukul empat kering atau 30 gram yang segar dan 30 gram kejibeling (Strabilanthes Crispus Bl.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  10. Infeksi saluran kencing : 15-30 gram akar kembang pukul empat segar dan 30 gram tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria Linn.) segar, dicuci dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  11. Radang kelenjar prostat (prostatitis) : 30 gram kembang pukul empat, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 70 gram putih buah semangka (Citrullus vulgaris L.), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  12. Disentri : 30-60 gram akar kembang pukul empat segar dan 30 gram tumbuhan patikan kebo segar (Euphorbia hirta L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
Catatan:
  1. Wanita hamil dilarang memakainya. Untuk merebus jangan gunakan bahan atau alat-alat dari besi (panci, sendok, dan lain-lain)
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian detil tentang manfaat dan khasiat tanaman kembang pukul empat bagi kesehatan tubuh, semoga dapat membantu anda dalam mengobati berbagai penyakit yang telah diulas diatas.

Manfaat dan Khasiat Tanaman Kacapiring

Manfaat dan Khasiat Tanaman Kacapiring
Kacapiring (Gardenia augusta)
Manfaat dan khasiat tanaman Kacapiring (Gardenia augusta) untuk kesehatan. Tumbuhan kacapiring berasal dari Tiongkok, sekarang sudah banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuh di daerah pegunungan mulai ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Karena bunganya indah dan berbau harum, kacapiring banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di samping itu bunganya juga digunakan untuk bunga potongan dan hiasan  di sanggul yang dipakai wanita. Di beberapa daerah, ekstrak bunga yang berbau wangi dipergunakan untuk bahan wangi-wangian dan bahan minyak rambut. Dikembangbiakan dengan pengcangkokan, biji, atau setek batang. Habitus perdu tahunan, tegak, tinggi 1-2 m. Daunnya berhadapan atau berkarang tiga, bertangkai pendek, berbentuk oval dengan pangkal dan ujung runcing, tebal dan licin seperti kulit, mengkilap pada bagian atasnya, berwarna hijau tua, panjang 4,5-13 cm, lebar 2-5 cm. Bunga tunggal dengan mahkota berbentuk terompet dan tersusun melingkar membentuk suatu kesatuan, bertangkai pendek, berwarna putih, dan berbau harum, umumnya muncul dari ujung batang atau ranting (terminal). Buahnya berwarna kuning, berbentuk bulat telur dengan kulit yang tipis dan berbiji banyak.
Familia : Rubiaceae.

Sinonim : Gardenia  jasminoides Ellis = Gardenia florida L. = Gardenia grandiflora Lour.

Nama asing:
San tze che (T), pud sorn (Th), bunga cina, gardenia jasmine (M), kaapse jasmijn (B), rosal (S) (F), cape jasmine, gardenia (I), jasmine du cap.

Nama daerah:
  1. Sumatra : meulu bruek, rajaputih (Aceh), kacapiring, sangkapa (Melayu).
  2. Jawa : kacapiring (Sunda,Jawa), peciring, cepiring, ceplok piring (Jawa).
  3. Nusa Tenggara : jempiring (Bali).
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Dingin, pahit, sedikit asam. Berkhasiat sebagai antibiotik, antiradang (antiinflamasi), menurunkan demam (antipiretik), membersihkan darah, dan menghilangkanpembekuan darah.

Kandunga kimia:
Mengndung minyak menguap, yaitu linalool, styrolyl asetat, gardenin, gardenosida geniposida, genipin-I-glucoside, b-sitosterol, crocetin, crosin, dan scandosida.

Bagian yang digunakan: Daun, bunga, buah, dan biji.
    Khasiat menyembuhkan:
    • Demam yang disertai mengigau.
    • Sariawan (aphtae).
    • Jantung berdebar (palpitasi), menguatkan jantung.
    • Asma.
    • Menambah nafsu makan (stomakik).
    • Muntah (hiperemesis).
    • Sembelit/susah buang air besar (konstipasi).
    • Susah buang air seni (oliguria).
    • Kencing manis (diabetes mellitus).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakain:
    1. Pemakain luar : daun kacapiring dicuci dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum) : 30-60 gram akar, direbus lalu airnya diminum. Atau 9-60 gram buah, direbus, airnya diminum.
    Pemakain luar:
    Perut kembung dan panas pada anak-anak karena  gangguan pencernaan (disoensia) : 9 gram biji kacapiring yang masih mentah ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit tepung terigu dan putih telur ayam, diaduk hingga rata dan dibentuk menjadi lempengan lalu ditempelkan pada pusar.

    Luka memar karena jatuh atau terpukul :
      • Daun kacapiring  segar dan daun kemuning segar (Muraya paniculata Jack.) masing-masing sama banyaknya, dicuci lalu digiling sampai halus ; tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api kecil, hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.
      • Biji kacapiring dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan putih telur dan tepung terigu yang telah digongseng, aduk hingga rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
      • 15 gram biji kacapiring dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosch.), dicuci dan ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit arak, d, aduk hingga rata lalu ditempelkan pada   bagian yang sakit.
      • 60 gram biji kacapiring dan 15 gram daun menthol (Mentha arvensis L.) dicuci dan ditumbuk hingga halus, tambahkan 15 gram tepung terigu yang digongseng dan putih telur atau arak secukupnya, diaduk-aduk hingga rata lalu dioleskan pada luka.
      • Biji kacapiring,daun dewa (gynura segetum (Lour) Merr.), temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb.) dan bunga ros (Rosa chinensis Jacq.) , masing-masing secukupnya ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit arak putih, diaduk hingga rata lalu dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
      Luka bakar : Buah kacapiring ditumbuk hingga halus lalu dicampur dengan sedikit air dan diaduk hingga rata kemudian dioleskan pada tempat yang sakit. Atau buah kacapiring  secukupnya dikeringkan dan ditumbuk hingga menjadi bubuk, tambahkan putih telur ayam, diaduk hingga rata lalu dioleskan/ditempelkan pada luka.

      Keseleo : Buah kacapiring secukupnya ditumbuk kasar, dicampur dengan air hangat atau sedikit alcohol, diaduk hingga rata lalu dibalurkan pada tempat yang sakit dan dibungkus dengan kain. Atau buah kacapiring disangrai hingga hitam, jahe segar secukupnya (Zingiber officinale Rosch.) ditumbuk hingga halus, tambahkan tepung terigu dan sedikit arak, diaduk rata lalu diborehkan pada bagian tubuh yang sakit.

      Bisul di kepala pada anak kecil :buah kacapiring mentah ditumbuk hingga halus dicampur dengan putih telur ayam, diaduk hingga rata lalu dioleskan pada bisul.

      Herpes simplek : buah kacapiring mentah secukupnya disangrai hingga kering lalu digiling hingga menjadi bubuk, dicampur dengan jus lidah buaya secukupnya, (Aloe vera L.), diaduk rata lalu dioleskan pada tempat yang sakit.
        Pemakaian dalam:
        Demam, meriang : 30 gram daun kacapiring dicuci dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring, tambahkan dengan gula pasir secukupnya, diaduk merata kemudian diminum.
        Demam karena angin dan panas : 9-12 gram buah kacapiring kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
        Demam disertai mengigau : 30-60 gram akar kacapiring dicuci dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin airnya diminum.
        Mata merah : 10 gram buah kacapiring kering dan 50 gram akar  alang-alang (Imperata cylindrical [L] Beau.) dicuci dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
        Mimisan (epistaxis) : 30 gram buah kacapiring yang telah disangrai dan 20 gram umbi anggrek tanah/pai cik (anak-anak : 10 gram), direbus dengan 500 cc air hingga 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
        Sakit gigi : 60-90 gram akar kacapiring direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan sedikit garam lalu airnya diminum. Atau 9 gram buah kacapiring kering direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, hangat-hangat airnya diminum.
        Sariawan (aphthae) : 30 gram daun kacapiring dan 15 gram daun saga (Abrus Precatorius L.) dicuci dan dihaluskan, tambahkan 200 cc air masak lalu disaring, diberi 40 cc madu lalu diminum untuk dua kali sehari.
        Batuk (tusis) karena gangguan paru-paru : tiga kuntum bunga kacapiring dicuci dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan madu dan diaduk rata lalu airnya diminum.
        Radang saluran nafas (bronkhitis) : 30-60 gram akar kacapiring dan 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
        Jantung berdebar keras  (palpitasi) : 30 gram daun kacapiring muda, 30 gram  daun sembung manis (Blumea balsamivera DC.), 25 buah buni yang masak  (Antidesma bunius [L] spreng.). 1 jari kayu manis (Cinamomum burmani Bl.), 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan 30 gram gula enau ( (Arenga pinnata Merr.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Setelah dingin lalu diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200 cc.
        Kejang jantung (Angina pectoris) : 30 gram daun kacapiring, 30 gram daun sembung (Blumea balsamifera DC.), 15 gram daun dewa (Gynura segetum Lour.) dan 30 gram daun enau (Arenga pinnata Merr.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
        Sakit kuning (jaundice) : akar kacapiring direbus lalu airnya diminum.
        • Balita 3-4 tahun : 20 gram
        • Anak-anak 5-7 tahun : 30 gram
        • Anak-anak 8-10 tahun : 45 gram
        • Anak-anak 11-15 tahun : 60 gram
        • Di atas 16 tahun : 90 gram
        Hepatitis :
        • 60 gram akar kacapiring dan 60 gram daun serut/mirten (Streblus asper Lour.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu airnya diminum.
        • 60 gram akar kacapiring segar atau 15-30 gram buah kacapiring dicuci bersih dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc lalu airnya diminum.
        • 5 kuntum bunga kacapiring (bagian tengahnya dibuang), 50 gram kacang merah (Vigna sinensis Endl.), 100 gram beras ketan (Oryza sativa L.) yang direndam hingga mekar dan air secukupnya, tambahkan gula pasir secukupnya lalu dimasak hingga menjadi bubur, setelah matang dimakan.
        Lambung panas seperti terasa terbakar : 20 biji kacapiring disangrai hingga hitam lalu direbus dengan air secukupnya, tambahkan sedikit jahe (Zingiber officinale Rosc.), lalu airnya diminum.
        Menambah nafsu makan (stomakik) : 5-10 lembar daun kacapiring dicuci bersih dan ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, diamkan sebentar, tambahkan gula aren (arenga pinnata Merr.) secukupnya atau madu, minum airnya.Lakukan satu kali sehari.
        Muntah darah (hematemesis) : 9 gram buah kacapiring kering dan 60 gram akar alang- alang (Imperata cylindrica [L.] Beauv.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc lalu airnya diminum.
        Kencing manis (diabetes mellitus) : 30 gram daun kacapiring, 30 gram daun alpukat direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu airnya diminum sekaligus. Lakukan secara teratur setiap hari.
        Kencing mengandung darah (hematuria) : 60 gram buah kacapiring segar dan gula batu secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc lalu airnya diminum.
        Disentri yang disertai darah dan lendir : 30-60 gram akar kacapiring dan gula batu secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc lalu airnya diminum.
        Buang air besar mengandung darah : 30 gram buah kacapiring disangrai hingga hitam lalu dihaluskan hingga bubuk, diseduh dengan air mendidih lalu airnya diminum.

        Catatan:
        1. Tidak dianjurkan bagi yang limpanya lemah.
        2. Umbi anggrek tanah (pai cik) dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
        3. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit serius tetap konsultasikan ke dokter.
        Demikian penjelasan lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman kacapiring untuk kesehatan tubuh Anda sekeluarga. Semoga berguna.