Showing posts with label Umbi. Show all posts
Showing posts with label Umbi. Show all posts

Khasiat Tanaman Begonia Bagi Kesehatan

Khasiat Tanaman Begonia Bagi Kesehatan
Begonia
Kali ini kita bahas secara lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman begonia bagi kesehatan tubuh manusia. Tumbuhan Begonia asal Amerika Selatan ini tumbuh baik di daerah pegunungan di ketinggian 200-1300m di atas permukaan laut, pada tempat teduh dan tanah yang lembab. Dapat dikembangbiakan dengan tunas atau stek daun. Daun dan bunganya berair rasa asam segar, bisa digunakan sebagai pengganti acar, sering juga dimasak dengan gula sehingga menghasilkan sirup asam nikmat. Di Jawa Barat, bunga yang belum mekar sering dirujak.
Habitus Herba, bercabang banyak, batangnya lunak dan berair, tinggi 15-65cm, daunnya tunggal berbentuk jantung yang tidak simetris, berair dan berbulu, warna daunnya berbeda-beda. Pada Begonia glabra permukaan atasnya berwarna hijau, sedangkan permukaan bawahnya berwarna perak keputihan. Bunga majemuk, bergerombol, umumnya tersusun berupa rangkaian anak payung menggarpu, berwarna berbeda-beda tergantung pada jenisnya, ada yang berwarna merah muda, ada yang berwarna kuning dan berwarna putih. Biji banyak dan kecil-kecil.
Familia : Begoniaceae
Nama asing: Chiu hai thang (Tionghoa)
Nama daerah:
  1. Jawa : bihun, hariyang bulu (sunda)
  2. Maluku : daun asam (Ambon), coco (Ternate)
  3. Sulawesi : kaci (Makasar)
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasanya masam, tawar, sejuk. Berkhasiat sebegai pereda demam (anti piretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), pereda batuk (antitusif).

Kandungan kimia: Asam oksalat, begonin, kalsium, magnesium.

Bagian yang digunakan: Daun, umbi, dan seluruh herba

Khasiat menyembuhkan penyakit:

  • Sakit tenggorokan (Pharyngitis)
  • Influenza
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menghentikan pendarahan (hemostatis)
  • Muntah darah (hematemesis)
  • Pendarahan setelah melahirkan
  • Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea)
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Disentri
  • Rematik arthritis
  • Bisul (furunculus)
  • Bengkak, luka terpukul (swelling)

Pemakaian luar:
  1. Sakit tenggorokan (pharyngitis): 15 gram umbi begonia dicuci dan diiris, tambahkan 300 cc air lalu diblender, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
  2. Bengkak luar dan peradangan: daun begonia, daun dewa (Gynura segetum) dan daun sambiloto (Andrographis paniculata) masing-masing secukupnya, dicuci dan digiling halus lalu tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
Pemakaian dalam:
  1. Muntah darah (hematemesis):10 gram umbi begonia dan 30 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum hangat-hangat.
  2. Menghentikan pendarahan (hemostatic): 10 gram umbi begonia dan 100 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelahdingin airnya diminum.
  3. Terlambat Haid: 9-15 gram umbi begonia ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, hangat-hangat airnya diminum.
  4. Haid tidak teratur: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus) ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum. Keputihan (leucorrhea): 10 gram umbi begonia dan 10 gram kulit delima kering (Punica granatum) ditumbuk lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya, airnya diminum hangat-hangat.
  5. Disentri: 15 gram herba begonia, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, airnya diminum.
  6. Rematik:10-15 gram daun begonia, dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale) direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
  7. Rematik atrithis: 150 gram selutuh herba begonia dan 125 gram jukut pendul (Kyllinga brevifolia) ditumbuk halus lalu dicampur dengan madu secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dankeringkan. Ambil 10 gram ramuan tadi dan seduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.
  8. Cedera, luka terpukul: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi daun dewa/thien ci (Gynura segetum) disangrai kemudian ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum.
Catatan :
  • Umbi daun dewa (thien ci) dapat dibeli di toko obat Tionghoa, akar rimpang teratai dapat dibeli di pasar-pasar tradisional.
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
Selamat mencoba pengobatan alami dengan tanaman herbal memanfaatkan khasiat tanaman begonia untuk menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun penyakit dalam. Semoga lekas sembuh.

Khasiat Tanaman Anggrek Tanah

Anggrek Tanah (Bletilla Striata)
Sebelum muncul layanan kesehatan formal dengan obat-obatan medern seperti saat ini, telah ribuan tahun pengobatan tradisional sudah ada, dan salah satunya pengobatan dengan memanfaatkan khasiat bunga Anggrek Tanah (Bletilla Striata).
Merupakan herba yang termasuk anggrek tanah tinggi 15-50 cm. Umbi semu membulat dengan garis-garis yang berpusat pada satu titik. Daun berjumlah 4 atau 5, berkerut dan bentuknya lanset memanjang dengan pangkal serupa pelepah dan ujungnya runcing, panjang 8-29 cm dan lebarnya 1,5-4 cm, berwarna hijau. Bunga berwarna merah muda keunguan, tandan bunga bertangkai sangat panjang yaitu 15-20 cm dengan bunga 3-8 bunga. Daun kelopak hampir sama panjangnya dengan mahkota, tetapi sedikit sempit. Bibir berwarna merah muda dengan garis-garis yang berwarna ungu. Anggrek tanah tumbuh pada bermacam-macam keadaan tanah. Karena bentuk dan warna bunganya yang indah, banyak ditanam sebagai tanaman hias di halaman.
Familia: Orchidaceae 
Nama asing: Pai cik, tze lan (Tionghoa), Bletilla (Inggris)
Nama daerah: Anggrek Tanah

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasa pahit, manis, dan kelat, agak sejuk. Berkhasiat sebagai pengelat (astringent), menghentikan pendarahan (hemostatic), anti-swelling, meningkatkan regenerasi jaringan.

Kandungan kimia: Umbi mengandung pati, bletilla-glucomannan (D-mannose ; D-glucose = 3 : 1)

Bagian yang digunakan: Umbi dikeringkan dan dijadikan bubuk.

Khasiat menyembuhkan penyakit:
  • Ingus berbau tidak sedap
  • TBC (tuberculose)
  • Abses paru-paru
  • Batuk (tusis)
  • Batuk rejan (pertusis)
  • Radang saluran nafas (bronchitis)
  • Pendarahan lambung dan usus
  • Radang payudara (puting pecah dan bengkak)
  • Mata ikan, bisul (furunculus)
  • Herpes
  • Terkilir/keseleo
  • dan lain-lain
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar : umbi segar dihaluskan atau bubuk umbi ditambahkan air lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam : 3-15 gram bubuk umbi (kering), diseduh atau direbus lalu diminum.
Pemakaian dalam:
  1. Bronkhitis yang disertai batuk darah : 3-6 gram bubuk umbi anggrek tanah diseduh dengan air mendidih secukupnya kemudian diminum selagi hangat.
  2. TBC paru (tuberculose) : 30-60 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium sp.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, tambahkan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah kemudian diminum.
  3. Batuk (tusis) : 10 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium sp.) dan 10 gram kulit jeruk Mandarin kering (Citrus nobilis Lour), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu masukan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah, kemudian diminum selagi hangat.
  4. Batuk rejan pada anak (pertusis) : Bubuk umbi anggrek tanah (sesuai dosis berdasarkan berat badan) diseduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum selagi hangat. Dosis sebagai berikut.
  • Usia anak kurang dari 1 tahun untuk berat badan per kg gunakan 0,15 gram bubuk umbi anggrek tanah (contoh berat badan 3 kg. bubuk umbi yang digunakan adalah 0,15 x 3 = 0,45 gram)
  • Usia anak lebih dari 1 tahun untuk berat badan per kg gunakan 0,20 gram bubuk umbi anggrek tanah (contoh berat badan 9 kg ; bubuk umbi yang digunakan adalah 0,20 x 9 = 1,80 gram)
5. Abses paru-paru:
  • 100 gram jali (Coix lachryma -jobi Bl.) direbus sampai lembut lalu masukkan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah, kemudian dimakan.
  • 10 gram bubuk umbi anggrek tanah dan 1 butir telur ayam dikukus bersamaan sampai matang kemudian dimakan
6. Pendarahan lambung: 3-9 gram bubuk umbi anggrek tanah diseduh dengan air mendidih
secukupnya lalu diminum selagi hangat.

7. Sinusitis, ingus berbau tak sedap: 9 gram bubuk umbi anggrek tanah dan 10 gram bubuk
sambiloto (Andrographis paniculata) diseduh dengan air mendidih secukupnya
kemudian diminum selagi hangat.

Pemakaian luar:
  1. Bisul (furunculus), herpes : 10 gram bubuk umbi anggrek tanah, 10 gram bubuk sambiloto (Andrographis paniculata Nees), dan air secukupnya diaduk sampai rata lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit. Lakukan secara teratur.
  2. Radang Payudara (mastiotis) : Bubuk umbi anggrek tanah dan putih telur masing-masing secukupnya, dioleskan pada payudara. lakukan secara teratur.
  3. Mata ikan : Bubuk umbi anggrek tanah secukupnya dan cuka beras putih secukupnya diaduk rata lalu dioleskan pada mata ikan.
  4. Terkilir : Bubuk umbi anggrek tanah secukupnya dan arak putih secukupnya diaduk sampai rata kemudian dioleskan pada bagian terkilir/keseleo.
Catatan:
  1. Umbi anggrek tanah disebut juga pai cik, umbi bunga lili disebut pahap. Keduanya dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap konsultasi ke dokter.
Selamat mencoba pengobatan alternatif dengan memanfaatkan khasiat bunga anggrek tanah untuk menyembuhkan penyakit luar maupun penyakit dalam.

Manfaat dan Khasiat Tanaman Daun Dewa

Manfaat dan Khasiat Tanaman Daun Dewa
Daun Dewa (Gynura segetum)
Kali ini mari kita bahas dengan lengkap tentang manfaat dan khasit tanaman Daun Dewa (Gynura segetum), Daun sewa termasuk tanaman semak tahunan, tinggi kurang lebih 50 cm, memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut. Daun berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya, warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, kedua permukaan daun mempunyai bulu-bulu halus, bentuk daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek. Batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan, tinggi batangnya cuma 10-25 cm.Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya seperti kancing, berupa himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecoklatan. Bunga umumnya segera rontok, tidak jadi buah. Jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm. Akarnya yang membentuk umbi dengan panjang kurang lebih 5-8 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh. Umumnya daun dewa diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang, anakan/tunas, dan umbi.

Familia: Compositae

Sinonim: Gynura procumbens (Lour) Merr. = G. pseudo-china DC. = G. divaricata DC. = G. ovalis DC. = Senercio divaricata L.

Nama daerah:
Di Jawa disebut sambung nyawa. .Melayu disebut dengan beluntas cina, daun dewa, setawar barah, samsit

Nama asing: Cina disebut san qi cao.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan.

Kandungan kimia: Saponin, Minyak Atsiri, Flavonid.

Bagian yang dipakai: Seluruh bagian tanaman

Khasiat untuk penyembuhan:

  1. Jantung koroner
  2. Stroke
  3. Penyempitan pembuluh darah
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obat menghentikan pendarahan
  6. Menghilangkan panas
  7. Membersihkan racun
  8. Mengobati luka memar karena terpukul
  9. Antikoagulan
  10. Analgesik (meredakan rasa nyeri)
  11. Anti Inflamasi (anti radang)
  12. Infeksi kerongkongan
  13. Gigitan binatang berbisa
  14. Pendarahan setelah melahirkan
  15. Kejang pada anak
  16. Mencairkan pembekuan darah akibat pembengkakan
  17. Kanker payudara pada wanita
  18. Melancarkan sirkulasi darah
  19. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  20. Pereda rasa nyeri
  21. Anti radang
  22. Meluruhkan kencing
  23. Penurun panas
  24. Kencing manis atau Diabetes melitus
  25. Pembersih racun dalam tubuh
  26. Pencegah kanker
  27. Luka bengkak akibat pukulan
  28. Haid tidak lancar
  29. Melancarkan peredaran darah
  30. Menghentikan pendarahan mimisan, batuk darah, dan muntah darah
  31. Luka bakar
  32. Penghambat pertumbuhan tumor
  33. Menurunkan kolesterol
  34. Membantu menyembuhkan TBC
  35. Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
  36. Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
  37. Mengobati tulang patah
  38. Digigit binatang berbisa
  39. Pembengkakan pada payudara
  40. Reumatik persendian
  41. Batu ginjal, batuk sinusitis, radang tenggorokan
Pengolahan obat:
Bisa dengan daun segar yang disajikan langsung, untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari, dn untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari. Ataupun dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.
Prof Hembing, dalam paparannya, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

Daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. selain itu umbinya brerkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, pendarahan sehabis melahirkan. (Dr. setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia)

Pemakaian luar:
  • Obat Penyakit Kutil, iris-iris daun dewa lalu tempel pada kutil, lalu dibalut. Atau 5 lembar daun dewa dihaluskan dan dioleskan pada kutil, lalu dibalut.
  • Obat Luka Bakar serta Luka Teriris, tumbuk umbi daun dewa, campur sedikit gula merah sampai jadi adonan seperti salep, oleskan ke bagian luka bakar atau luka teriris, lalu balut. atau untuk luka bakar daun dewa di cuci bersih, digilas (di tumbuk) halus, tambah sedikit gula merah sampai menjadi seperti salep, kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang sakit dan dibalut.
  • Obat Gigitan Binatang Buas, tumbuk halus umbi daun dewa secukupnya, lalu oleskan ke bagian tubuh yang tergigit dan dibalut.
  • Obat Flek Hitam pada Wajah, ambil daun tanaman daun dewa yang mempunyai getah, lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.
  • Obat digigit Ular/binatang lain, Umbi dan daun dewa secukupnya dicuci, lalu ditumbuk halus, tempelkan pada bagian yang tergigit, lalu dibalut.
Pemakaian dalam:
  • Obat Stroke, siapkan 30 gram umbi daun dewa, setelah dibersihkan lantas keringkan, tumbuk sampai halus. Ambil 1 sendok teh bubuk umbi daun dewa, campur dengan 5 butir biji ginko. Seduhlah didalam segalas air, campur sedikit madu, lalu diminum. Atau ambil 1 sendok makan bubuk umbi dewa, campur dengan 10 butir biji ginko kering yang sudah ditumbuk, lalu masukkan ke dalam kapsul, lalu kapsul siap diminum. Minum secara teratur sepanjang 1-2 bulan.
  • Obat rematik, 30 gram daun dewa segar, bersihkan lantas direbus. Lumatkan serta peras dengan diberi sedikit air, minum setiap hari. atau siapkan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, serta 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air, lalu rebus sampai tersisa 300 cc, di saring lalu diminum.
  • Obat Kencing Manis, 5 daun tanaman daun dewa segar, seduh dengan 110 cc air, minum 100 cc sekali dalam satu hari.
  • Obat Pendarahan dan Payudara Bengkak, 15 gram daun tanaman daun dewa, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuh, minum sesudah dingin, 1 hari 3 kali, setiap minum 1/2 gelas.
  • Panas dan kejang pada anak, daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum, 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, lalu diminum.
  • Obat Sakit Jantung, 10 gram umbi daun dewa segar ditumbuk halus, campur air 1/2 gelas, disaring, lalu minum tiap sore.
  • Obat Menurunkan Darah Tinggi, 7 lembar daun dewa yang lebar siap panen, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari sesudah makan. Atau daun dewa tersebut dijadikan lalapan.
  • Obat Luka Memar, 20 gram daun dan umbi daun dewa, daun jarak 10 lembar, haluskan ke 3 bahan tersebut, lalu tempelkan pada daerah yang sakit. Atau untuk bengkak memar, umbi daun dewa sebanyak 6-9 gram dicuci bersih, diris-iris tipis, tambahkan arak kuning (wongciu) secukupnya, lalu di tim, minum selagi hangat.
  • Obat Kencing Manis, Diabetes, caranya meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
  • Obat Tidak datang Haid, 15-30 gram herba direbus campur dengan arak yang sudah dipanaskan , lalu diminum.
  • Obat Luka Terpukul dan Masuk Angin, 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya dipanaskan, lalu diminum.
  • Obat Ganglion, makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.
  • Obat Demam Berdarah, 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Jantung Koroner (penyempitan pada pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke jantung), 30 gram daun dewa segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Keseleo, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Tumor/Kanker, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan 10-12 hari pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu pengobatan dapat dilanjutkan.
  • Obat wasir atau Ambeien, 15 gram daun dewa dan 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya dan dipotong-potong), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring tambahkan madu, lalu airnya diminum dan daging daun lidah buayanya dimakan. Apabila sudah parah, lakukan terapi berikut, ambil 2-3 lembar daun dewa remas agar keluar getahnya, dan masukkan ke anus.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Semoga artikel tentang manfaat dan khasiat daun dewa dapat membantu Anda dalam solusi untuk pengobatan tradisional dengan tumbuhan herbal.

Manfaat Tanaman Kembang Coklat

Manfaat Tanaman Kembang Coklat
Kembang Coklat (Zephyranthes candida)
Artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman Kembang coklat untuk kesehatanKembang Coklat (Zephyranthes candida) berasal dari Cina dan brasilia, biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya indah. Terna kecil berumbi, warga suku bakung-bakungan, tinggi 15-30 cm. Daunnya panjang dan pipih berbentuk lanset, keluar dari bonggol umbi yang terletak di dalam tanah, daun agak melengkung dan licin. Bunganya tunggal, mempunyai tangkai, berwarna putih, dadu, bentuk seperti corong yang menghadap ke atas, biji berwarna hitam dan pipih. Umbi berwarna putih dan berlendir.
Familia: Amaryllidaceae.

Nama asing: Zhong lan (T).
Nama daerah: Kembang Coklat.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasa agak manis, berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik).

Kandungan kimia: Lycorine, tazettin, haemanthidine, nerinine.

Bagian yang digunakan: Seluruh tumbuhan

Khasiat pengobatan:
  • Gangguan fungsi hati
  • Kejang-kejang pada anak
  • Ayan (epilepsi)
  • dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar : tumbuhan kembang coklat dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-15 gram tumbuhan kembang coklat direbus lalu diminum airnya.
Pemakaian luar:
Kejang pada anak : 10-15 gram tumbuhan kembang coklat segar secukupnya, garam secukupnya, dihaluskan lalu ditempelkan pada pelipis.

Pemakaian dalam:
  1. Ayan (epilepsi) : 10 gram tumbuhan kembang coklat, 30 gram sulur ketimun (Cucumis sativus L.), gula batu secukupnya, direbus dengan air secukupnya, lalu diminum airnya setelah disaring.
  2. Kejang pada anak-anak : 10-15 gram daun kembang coklat segar, gula batu secukupnya, direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
Catatan:
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap ahrus konsultasikan ke dokter.
Untuk pengobatan alternatif menggunakan cara tradisional, silahkan praktek memanfaatkan khasiat tanaman kembang coklat, semoga lekas sembuh.

Manfaat Tanaman Bakung Putih untuk Kesehatan

Manfaat Tanaman Bakung Putih untuk Kesehatan
Bakung Putih (Crinum Asiaticum)
Tumbuhan Bakung (Crinum Asiaticum) yang berasal dari Asia Tenggara, kemudian menyebar di kawasan tropis lainnya, bahkan ke daerah subtropis. Banyak ditemukan di dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut, khususnya di tempat yang lembab tanahnya dan banyak humusnya, di tepi sungai, di pantai dan sekitar danau juga di tepi hutan, Bakung dikenal sebagai tanaman hias, biasa ditanam di halaman. Selain sebagai tanaman hias bakung juga bisa digunakan sebagai tanaman obat. Pengembangbiakkan dapat dilakukan dengan umbi atau bijinya. Herba tahunan dengan tinggi 0,5-1,3 m, mempunyai umbi lapis yang besar dengan diameter 5-10 cm. Pada ujung umbi ada batang semu dengan tunas samping yang tingginya 9-75 cm. Daun duduk, berbentuk pita atau lanset, panjang 3-120 cm, lebar 3-18 cm, urat-urat daun sejajar tampak jelas. Bunga tersusun dalam bentuk payung, terdiri atas 10 - 40 bunga yang berwarna putih dan bebentuk corong. Buahnya berupa buah kotak yang mempunyai kulit tipis, bentuknya bulat telur terbalik, merekah menjadi dua rongga bila masak, berbiji 1-5. Bijinya besar-besar, bentuknya bundar gepeng dan kulit bijinya berlapis lendir.

Familia : AmaryllidaceaeSinonim : Crinum rhunpii Meer. = Crinum sinicum Roxb

Nama Asing:
When cu lan (Tionghoa), Lelie (Belanda), Crinum lily, seashore crinum (Inggris), Plub-plueng (Thailand), Krinum bakung (Malaysia)

Nama Indonesia:
Sumatra : Bakung (Melayu), bawang hutan, bawang tembaga, kajang-kajang (Palembang), bahong (Batak), semur (Bangka), bakueng (Minang-kabau).

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis:
Rasanya pedas, tajam, dingin, dan agak beracun. Berkhasiat sebagai perangsang muntah (emetikum), penetral racun (antidotum), peluruh keringat (diaforetik), obat cacing (antalminitik), merangsang masaknya bisul, menghilangkan pembengkakkan (antiswelling), dan menghilangkan rasa sakit (analgesik).

Kandungan Kimia:
Umbinya mengandung alkaloid berupa likorin, krinin dan asetilkorin, ibulin, dan methylanthanilate.

Bagian yang Digunakan:
Umbi lapis, daun, akar, atau seluruh herba. Pemakaian segar atau kering.

Khasiat dan Kegunaan:
  • Sakit/radang tenggorokan (faringitis)
  • Sakit gigi
  • Sakit Pingggang (lumbago)
  • Kaki dan tangan bengkak
  • Pembengkakan kelenjar limfa
  • Luka terpukul (traimatic injury), bengkak (edema)
  • Rematik sendi, keseleo
  • Borok (ulcustripicum), bisul (furunkulus), patek (frambusa), radang kulit bernanah (pioderma).
  • Cacingan
  • Sudah buang air kecil (oliguria)
  • Keseleo
  • Dan lain-lain
Dosis Penggunaan:
  1. Pemakaian luar : herba segar dicuci dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 3-10 gram akar atau 15-30 gram daun, direbus lalu airnya diminum.
Penggunaan Dalam:
Luka akibat benda beracun atau gigit ular, perangsang muntah (emeticum) : 5-10 gram umbi bakung dicuci bersih lalu dihaluskan/dijus, disaring lalu airnya diminum dan ampasnya diletakkan pada tempat yang luka  kemudaian dibalut. Setelah memakai resep ini akan muntah sehingga membantu keluarnya racun.

Penggunaan Luar:
1. Sakit Gigi :
  • Akar bakung secukupnya dicuci dan digiling lalu ditempelkan pada tempat yang sakit
  • Akar bakung dicuci lalu direbus dengan air hingga mendidih, setelah dingin atau hangat digunakan untuk kumur-kumur lalu dibuang.
2. Kaki dan Tangan Bengkak (edema), Luka terpukul, rematik : daun bakung dioles dengan
    minyak kelapa (Cocos nucifera L.), dilayukan di atas api, lalu ditempelkan atau dililitkan
    pada bagian tubuh yang sakit.

3. Pembengkakkan Kelenjar Limfa pada selangkangan dan ketiak : daun bakung secukupnya
    dua siung bawang merah (Allium cepa L.) dan gula putih secukupnya digiling lalu ditempelkan
    pada tubuh yang sakit.

4. Rematik Sendi :  daun bakung  dipanaskan di atas api kecil hingga layu kemudian diolesi
   dengan minyak wijen lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit.

5. Sakit Pinggang (lumbago) : daun bakung dan 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc),
    dihaluskan lalu dibalurkan pada pinggang.

6. Keseleo :
  • Daun bakung dihangatkan di atas api kecil hingga layu lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit
  • Daun bakung segar atau kering digiling hingga hancur, tambahkan arak putih dan tepung terigu yang telah digonseng secukupnya lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit
  • Umbi bakung secukupnya digiling halus, tambahakan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit.
7. Borok (ulkustripikum), Bisul (furunkulus)
  • Umbi bakung segar dicuci dan diiris kecil-kecil, dipanasi sebentar kemudian ditempelkan pada kulit yang borok lalu dibalut.
  • Daun bakung secukupnya dicuci bersih lalu dijus, cairannya dioleskan pada tempat yang sakit
  • Daun dan tangkai bunga bakung segar dicuci dan dihaluskan, tambahkan sedikit madu, lalu ditempelkan pada bisul (furunkulus), radang kulit bernanah (pioderma), atau bengkak
8. Patek (frambusia) : Buah dan biji bakung dicuci bersih lalu dihaluskan, dicampur dengan
    tepung bedak beras dingin secukupnya, kemudian dibalurkan pada kulit yang sakit.

9. Luka,  luka karena benda beracun : Umbi bakung segar dicuci bersih lalu dihaluskan, lalu
    ditempelkan luka.

10. Mengatasi Buang Air tertahan/tidak lancar : daun bakung diolesi dengan minyak kelapa
      secukupnya lalu ditempelkan pada daerah kandung kencing.

Catatan:
  1. Tumbuhan Bakung beracun, terutama umbinya, gunakan secara hati-hati
  2. Tanda-tanda keracunan yaitu sakit perut, diikuti dengan diare yang hebat, denyut nadi cepat, pernapasan tidak teratur, dan panas tinggi
  3. Pengobatannya : lambung cepat dipompa agar isinya keluar (dibuat muntah) kemudian minum teh kental atau boleh juga 40 cc cuka beras putih dan 30 cc jus jahe segar ditambah air secukupnya, dikumur-kumur dan jangan ditelan.
  4. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Selamat mencoba pengobatan alternatif menggunakan tanaman bakung putih yang bermanfaat dan berkhasiat untuk kesehatan Anda.