Showing posts with label Akar. Show all posts
Showing posts with label Akar. Show all posts

Khasiat Tanaman Kemuning

Khasiat Tanaman Kemuning
Kemuning (Murraya paniculata)
Kali ini kita akan mengulas tentang khasiat dan manfaat kembang kemuning dari segi kesehatan bagi tubuh manusia. Kemuning (Murraya paniculata) biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan atau ditanam orang sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah hingga ketinggian 400 m di atas permukaan air laut. Tumbuhan yang termasuk suku jeruk-jerukan ini merupakan perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangat banyak . Tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Variasi morfologi tumbuhan ini besar sekali, yang biasa dijumpai untuk memagari pekarangan adalah jenis  yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman kemuning merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal daun 3-4 mm. Bunga majemuk berbentuk tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Buah buni, berdaging, berbentuk bulat telur memanjang, panjang buah 8-12 mm, berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah mengkilat setelat tua, berbiji 2.
Familia: Rutaceae.
Sinonim:
Murraya banati Elm. = M. exotica L. = M. exotica var. sumatrana Koord. Et Val. = M. glenieli Thw. = M. odorata Blanco. =  M. sumatrana Roxb. = Chalcas paniculata L. = C. camuneng Burm. F. = C. intermedia Roem. = Connarus foetens Blanco. = C. santaloides Blanco.

Nama daerah:
  1. Sumatra : kamunieng (Minangkabau).
  2. Jawa : jenar, kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa), kamoneng (Madura), tajuman.
  3. Nusa Tenggara : kajeni, kemuning, kemoning (Bali), kamuni (Bima), kamuning, kahabar, karizi (Sumba).
  4. Sulawesi : kamuning (Makasar), kemuning (Manado), kayu gading, kamuni, kai garing, waring, garing, kayu charing (Sulawesi Utara), dinggota, kayu pondo, kamoni (Gorontalo), palopo (Bugis).
  5. Maluku : kamoni (Ambon), kamone (Buru), fanasa.
Nama asing: Jiu li xiang (T), kamuning (F), kemunting (M)

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedative), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, antitiroida.

Kandungan kimia:
  • Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, careen-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene.
  • Kulit mengandung mexotionin, 5-7-ddimenthoxy-8-(2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
  • Bunga mengandung scopoletin.
  • Buah mengandung semi-alfa-carotenon.
Bahan yang digunakan: Akar, Daun dan Batang

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  • Rematik, sakit pinggang (lumbago).
  • Sakit gigi.
  • Radang otak (epidemic encephalitis)
  • Local anesthesia.
  • Radang buah zakar (orkhitis).
  • Radang saluran nafas (bronchitis).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Batu kandung kemih, batu ginjal.
  • Haid tidak teratur (irregular menstruation).
  • Keputihan (leucorrhea).
  • Lemak tubuh berlebihan (obesitas).
  • Gigitan serangga, ular.
  • Bisul (furunculus), koreng, eksim (eczema), borok (ulcer pain), gatal-gatal (pruritus).
  • Keseleo, terantuk, memar terpukul (haematoma), kulit kasar.
  • Tukak lambung.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakain luar : tumbuhan kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kamuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum.
Pemakaian luar:
  1. Eksim (ekzema) : daun dan batang kemuning direbus dengan air secukupnya lalu disaring, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
  2. Luka, bisul (furunculus), eksim (ekzema), gatal-gatal (pruritus) : akar tanaman kemuning secukupnya direndam dalam arak (hingga semuanya terendam) selama 1 bulan, lalu rendaman tersebut dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kulit terasa kasar (menghaluskan kulit) : 50 gram daun kemuning, 50 gram temu giring (Curcuma heyneana), 25 gram kulit jeruk purut (Citrus hystrix), 150 gram beras ketan (Oryza sativa) yang sudah direndam hingga lunak. Semua bahan ditumbuk halus dan dikeringkan, tambahkan 1 sendok teh garam, lalu ditumbuk lagi hingga menjadi bubuk dan diayak. Ambil 1-2 sendok makan bahan tersebut dan tambahkan sedikit air, lalu oleskan pada kulit. Lakukan 1 kali sehari.
  4. Keseleo, memar terpukul : daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun  tersebut ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
  5. Sakit gigi : minyak dari kulit batang kemuning dibakar, lalu oleskan ke dalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter untuk ditambal.
Pemakaian dalam:
  1. Bisul (furunculus) : 30 gram akar kering kemuning dicuci bersih, lalu dipotong-potong, 30 gram daun cocor bebek (Kalanhoe pinnata) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya kemudian diminum.
  2. Keseleo, terantuk : 30 gram akar kemuning, 30 gram daun dewa (Gynura segetum), keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  3. Rematik, memar terpukul : 15-30 gram akar kemuning dan 15 gram jahe mCurcuma xanthorrhizaerah (Zingiber officinale) dicuci bersih, lalu rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  4. Rematik menahun : 15-30 gram akar kering tanaman kemuning, 15 gram temulawak (), 10 gram jahe merah (Zingiber officinale) semuanya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya diminum.
  5. Batu ginjal, batu kandung kemih : daun kemuning segar ditambahkan 150 cc air lalu dijus, disaring dan diminum.
  6. Infeksi saluran kemih : 30 gram daun kemuning, 15 gram meniran (Phyllanthus urinaria), dan 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata) dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari setiap kali 100 cc.
  7. Haid tidak teratur (irregular menstruasion) : 20 gram daun kemuning, 20 gram daun dewa (Gynura segetum), 15 gram rumput laut teki (Cyperus rotendus) dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  8. Keputihan (leucorrhelumbagoa) : 30 gram daun kemuning dan 50 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, tambahkan gula aren (Arenga pinnata) secukupnya, direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  9. Sakit pinggang () : 30 gram akar tanaman kemuning, 10 gram jahe mera,h (Zingiber officinale), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum airnya.
  10. Radang buah zakar (orkhitis) : 30-40 gram akar segar kemuning, 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata .) telur bebek yang telah direbus, buang kulitnya lalu rebus semuanya dalam 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sedangkan telurnya dimakan ;
  11. Tukak lambung : 15 gram daun kemuning, 80 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, 5 gram jahe kering (Zingiber officinale), direbus dalam 400 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum airnya setelah disaring.
  12. Radang otak (ensefalitis) : 30-60 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, airnya diminum selagi hangat setelah disaring. Tetap konsultasikan ke dokter.
  13. Kelebihan berat badan/gemuk (obesitas) :
  14. 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle (Zingiber purpureum), 10 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa), 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris),  semua bahan dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 1 liter air bersih sampai mendidih, disaring dan ditambahkan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), diminum 2 kali sehari sebanyak 200 cc.
  15. 30 gram daun kemuning, 30 gram daun mengkudu (Morinda citrifolia), 30 gram temu giring (Curcuma heyneana), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
Catatan:
  • Diluar negri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Tongzhongling (Tiongkok).
  • Penelitian di RRT menemukan bahwa bunga kemuning dapat digunakan sebagai obat kanker lambung.
  • Akar kemuning direndam dalam arak putih sangat baik untuk obat luar.
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian ulasan tentang khasiat kembang kemuning,mudah-mudahan memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

    Khasiat Tanaman Waru Landak

    Khasiat Tanaman Waru Landak
    Waru landak (Hibicus mutabilis)
    Berikut adalah berbagai manfaat dan khasiat tanaman Waru Landak yang dapat mengembalikan kesehatan tubuh manusia dari penyakit. Waru landak (Hibicus mutabilis) tumbuh pada ketinggian 1-900 m di atas permukaan air laut, biasanya ditanam di taman-taman, di halaman rumah sebagai tanaman pagar atau tumbuh liar di hutan dan di ladang. Perdu tegak dengan beberapa percabangan, tingginya 2-5 m, dilapisi dengan rambut halus. Daunnya tunggal, besar, letak berseling, kedua permukaan daun dilapisi rambut halus dengan tangkai daun yang panjangnya 5-8 cm, panjang daun 10-20 cm, lebar 9-22 cm, bercagap menjari 3-5, pangkal berlekuk, ujung runcing, tepi bergerigi. Bunga dengan diameter 7-10 cm, keluar dari ketiak daun atau berkumpul di ujung tangkai, pagi hari warnanya putih atau merah dadu pada sore hari menjelang layu warnanya berubah merah. Buah tumbuhan ini bulat, panjang 2-5 cm, dipenuhi rambut kasar, bijinya berlekuk. Lendir dari daun-daunnya ini dipakai oleh penduduk untuk melunakkan dan mematangkan bisul yang keras.
    Familia: Malvaceae.
    Nama asing:
    Mu fu rong (T), rose changeante (P), changeable rose-mallow, coffonrose hibiscus leaf, confederate rose, cotton rose, rose changeante, white mallow (I), amapola, mapula (F), bunga rotan (M).

    Nama daerah:
    Jawa: waru landak (Jawa).
    Maluku: saya ngali-ngali (Ternate).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Agak pedas, sejuk, berkhasiat sebagai antibiotic, antiradang (antiinflamasi), membersihkan darah, menghilangkan bengkak (antisweeling), melancarkan pengeluaran nanah, menghentikan pendarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian paru-paru dan hati (lever).

    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung anthocyanin, isocuercitrin, hyperin, hyperosid, rutin, quercetin-4-glucosida, spiraeosida, quercimeritrin, cynidin 3,5-diglucosida, cynidin 3-rutinoside-5-glucosida.
    • Daun mengandung tannin, phenol, asam amino, reducing sugar.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga, daun dan akar. Bunga dan akar dikeringkan, daun dapat digunakan segar atau dikeringkan dengan menjemur dibawah pelindung, lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Infeksi paru-paru (pulmonary empyema).
    • Batuk darah akibat batuk lama ( Hemoptysis).
    • Muntah darah( Hematemesis).
    • Darah haid terlalu banyak (Menorrhagia).
    • Keputihan(Leucorrhea).
    • Mata merah dan bengkak (Conjunctivitis).
    • Bisul (Furunculus).
    • Luka tersiram air panas.
    • Radang kulit bernanah (pioderma).
    • Radang payudara (mastitis).
    • Radang saluran dan kelenjar limfe (lymphadenitis)
    • Kanker esophagus, cardia (jantung), stomach (lambung), paru-paru, payudara dan kulit.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: Daun dan bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau daun dan bunga kering dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline lalu ditempelkan pada bagian yang sakit; campuran diatas dengan konsentrasi 25% disebut Hibicus ointment; Akar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-30 gram bunga dan daun tanaman waru landak kering atau 50-150 gram yang segar, direbus lalu diminum airnya; Atau 30-60 gram akar segar direbus lalu diminum airnya.
    Pemakaian luar:
    1. Luka tersiram air panas: bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan minyak wijen (Sesamum indicum) secukupnya lalu diaduk, kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit.
    2. Koreng, borok (ulcus), bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline dengan konsetrasi 25%, lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    3. Bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga segar secukupnya digiling halus, tambahkan jus daun lidah buaya (Aloe vera), diaduk lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
    4. Rematik persendian: daun waru landak dikeringkan dan digiling halus, ditambah bubuk jahe (Zingiber officinale) dan lidah buaya (Aloe vera) masing-masing secukupnya lalu dicampur dan dioleskan pada bagian yang sakit.
    5. Gondongan (Parotitis epedemica): daun dikeringkan hingga menjadi bubuk lalu tambahkan putih telur, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    6. Bisul (furunculus), radang kulit, borok: daun dan bunga waru landak dikeringkan, digiling halus lalu tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera) atau Vaseline, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    7. Radang vagina: 500 gram daun waru landak direbus dengan 1,5 liter air sampai matang, didinginkan, disaring lalu digunakan untuk memncuci vagina.
    Pemakaian dalam:
    1. Influenza: 30 gram tumbuhan waru landak dan 10 gram jahe (Zingiber officinale), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300cc lalu airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    2. Batuk kronis: 60 gram bunga waru landak, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis) dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis) direbus dengan 600cc air dengan api kecil selama 30 menit, disaring  lalu airnya diminum dan jamurnya dimakan.
    3. Batuk darah (hemoptysis): 10 kuntum bunga waru landak direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.
    4. Gangguan paru-paru kronis: 20-30 gram bunga waru landak kering dan 10-20 gram gula batu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    5. Muntah darah (hematemesis), darah haid terlalu banyak (menorrhagia), bisul (furunculus), abses paru: 10-30 gram bunga waru landak kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    6. Mencegah dan mengatasi kanker payudara: 10-30 gram bunga waru landak kering, 30 gram rumput lidah ular bunga putih (Hedyotis diffusa) direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara rutin.
    7. Mencegah dan mengatasi kanker kulit: 10-30 gram tumbuhan waru landak kering atau 50-150 yang segar dan 10 gram wortel (Daucus carota), direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    8. Gangguan menstruasi: 9-13 gram kulit tanaman dicuci, tambahkan gula merah secukupnya lalu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    9. Sakit waktu haid (dysmenorrhoea): 7 tangkai bunga dan gula secukupnya, masukan 150 cc air lalu ditim selama 1 jam, disaring lalu airnya diminum.
    10. Pendarahan rahim: Cara ke-1: 10-30 gram bunga direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum; Atau Cara ke-2: 30 gram waru landak dan 150 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, disaring lalu airnya diminum dan akar rimpang teratainya dimakan.
    Catatan:
    1. Efek farmakologis tanaman obat ini menghambat sel kanker lambung.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
    Demikian yang dapat kami informasikan tentang manfaat dan khasiat tanaman waru landak bagi kesehatan tubuh manusia. Semoga dapat membantu anda dalam proses mengobati penyakit.

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja
    Bunga Kamboja (Plumeria acuminata)
    Sekarang kita akan membahas tentang manfaat dan khasiat tanaman kamboja bagi kesehatan tubuh. Bunga Kamboja (Plumeria acuminata) asal Amerika tropis ini sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, kuburan atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-700 meter di atas permukaan laut. Pohon kecil yang banyak bercabang, tinggi 3-7 m, mengandung getah. Batang pokoknya besar, tumbuh membengkok, berkayu keras dengan cabang-cabang gemuk berdaging, sedang cabang muda lunak dan terdapat tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daun tunggal, duduk berkarang bergerombol di ujung tangkai, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk lanset, kaku seperti kulit, panjang 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul di ujung ranting, berbentuk terompet, sisi dalam berambut, warnanya agak kuning, mahkota bunga berwarna putih atau merah, wangi. Buahnya buah bumbung, satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung memanjang yang gepeng, panjang 18-20 cm, lebar 2 cm, berongga dua, warnanya hitam kecoklatan, berbiji banyak. Dikembangbiakkan dengan setek batang atau biji.

    Familia: Apocynaceae.
    Sinonim: Plumeria rubra L. cv. acutifolia = Plumeria acuminate Roxb. = Plumeria  acutifolia poir. = Plumeria alba Blanco. = Plumeria obtuse Lour. = Plumeria rubra L. form acutifolia Woods. = Plumeria L. var.acutifolia (poir.) Bailey.

    Nama asing:
    Ji dan hua (T), temple tree, temple flower, pagoda tree, frangipani (I), kerkhofbloem (B), kalasasi, karatuche (F), Lan thom (Th), cempaka kubur, cempaka mulia (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : bunga kemboja, kamboja, kolong susu, cempaka kemboja, cempaka kubur, cempaka mulia (Melayu), pandam (Minangkabau).
    2. Jawa: kamoja, samoja (Sunda), samboja, semboja, kamboja (Jawa), cempaka bakul, cempaka sabakul, cempaka mulja (Madura).
    3. Sulawesi: bungo lomilate (Gorontalo), tintis, karasusi, koloyucu, kolo susu (Minahasa), bunga uwae mawara (Bugis), bunga jene mawara, bunga jera (Ujung pandang).
    4. Nusa Tenggara: bunga jabun (Bali), bunga matandani (Roti), bunga kamboyang  (Timor).
    5. Maluku : kalansusun, kupa tayon (Seram), capaka butu (Halmahera utara), saya kolocucu (Ternate), capaka kubu (Tidore).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, sejuk, harum. Penurun panas (antipiretik), peluruh kencing (dieuretik), menghentikan batuk (antitusif), dan menghilangkan hawa panas.
    • Kulit kayu: melancarkan buang air besar (laksant).
    Kandungan kimiawi:
    • Getah berwarna putih : mengandung damar dan kautcuk, senyawaan sejenis karet, serta senyawaan triterpenoid, amyrin, dan lupeol.
    • Kulit batang: mengandung plumierid, yaitu suatu zat pahit yang beracun. Sebagai laksant, dipakai dengan dosis 0,2-0,3 gram yang dimakan sebelum tidur, maka esok paginya bisa buang air besar 1-2 kali. Bila dimakan dengan dosis lebih dari 0,3 gram akan berkhasiat melancarkan kencing (diuretic).
    • Daun dan batang mengandung fulvoplumierin. Dosis 1,5 miligram berkhasiat menghambat perkembangan kuman TBC.
    • Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol, dan fenil alkohol.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga dikeringkan dengan cara dijemur, getah, daun, kulit batang, dan akar.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Mencegah pingsan karena udara terlalu panas (heat sroke).
    • Radang usus  (enteritis).
    • Disentri  basiler.
    • Gangguan  pencernaan  (dispepsia).
    • Gangguan penyerapan makanan pada anak, kurang gizi (malnutrisi).
    • Radang hati (hepatitis infectiosa).
    • Radang saluran napas (brokhitis).
    • Jantung mengipas/berdebar keras (palpitasi).
    • TBC (tuberkulosa).
    • Cacingan.
    • Sembelit (konstipasi).
    • Kencing  nanah (gonorrhea).
    • Beri-beri, busung air.
    • Kapalan (klavus).
    • Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah.
    • Sakit gigi berlubang .
    • Tertusuk duri, tulang atau terkena pecahan beling.
    • Bisul (furunculus), patek (frambusia).
    • Benjolan keras (tumor).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakain:
    1. Pemakain luar: daun atau kulit batang dihaluskan, dibubuhkan ke tempat yang sakit atau getah dioleskan.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-15 gram bunga, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Gigi berlubang: beberapa tetes getah kamboja dilumaskan pada kapas, dipakai untuk menutup gigi yang berlubang. Hati-hati jangan terkena gigi yang sehat.
    2. Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah: sepotong kulit kamboja digodok dengan tiga liter air sampai mendidih, hangat-hangat dipakai untuk merendam kaki yang sakit.
    3. Tertusuk duri, tulang ikan, atau pecahan beling: oleskan getah kamboja ke bagian yang sakit, maka benda yang masuk akan keluar.
    4. Kapalan (klavus): setiap hari diteteskan getah kamboja sampai sembuh.
    5. Kudis (skabies): 50 gram kulit batang kamboja dicuci bersih, sambiloto segar (androraphis paniculata) dan ditumbuk halus, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan dengan 100cc air selama 5 menit lalu dinginkan dan oleskan pada bagian kulit yang sakit 2-3 kali sehari.
    6. Busung air, patek (frambusia): 3 ukuran telapak tangan kulit kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 20 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit . Air rebusannya untuk mandi, berendam, dan bersiram. Lakukan 1 sampai 2 kali sehari.
    7. Bisul (furunculus): Daun kamboja dicuci bersih lalu dipanaskan sampai lemas, oleskan minyak kelapa lalu ditempelkan pada bisul: Atau beberapa tetes getah batang kamboja dioleskan langsung pada bisulnya. Lakukan 2 kali sehari.
    8. Benjolan-benjolan di tubuh: kulit kayu digiling halus, tambahkan air secukupnya sampai seperti bubur, lalu ditempelkan ke bagian badan yang ada benjolan-benjolan.
    Pemakain dalam:
    1. Disentri, diare karena panas dalam: 12-24 gram bunga kamboja kering dan direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, kemudian airnya diminum.
    2. Busung air: 6 jari kulit batang kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 400cc air sampai tersisa 200cc, setelah dingin disaring lalu diminum.
    3. Beri-beri: 2 jari kulit kamboja, 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris), 2 butir bawang merah (Allium cepa), 1 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), 1 jari pulasari (Alyxia rein-wardtii), 3 jari gula enau ( Arangea pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600cc air sampai tersisa 300cc. setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    4. Jantung mengipas/berdebar (palpitasi): 1 jari kulit kamboja, 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo) 15 gram daun prasman segar (Eupatorium triplinerve), 1/2 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), dan 2 butir bawang merah (Allium cepa), dicuci lalu direbus dengan 800cc air hingga tersisa 400cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200cc.
    5. TBC (tuberkulosa): 75 gram kulit kamboja, 50 gram kulit batang pepaya (Carica papaya), 50 gram pohon kulit pulai (Alstonia scholaris), 10 gram pegagan (Centella asiatica) dan 15 gram kencur (Kaempferia galanga). Semua bahan ditumbuk halus menjadi satu, direbus dengan 1000cc air hingga tersisa 600cc, kemudian diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali 200cc.
    6. Kencing nanah (gonorhoea): 3 jari kulit kamboja dan 30 gram daun sambiloto segar (Andrographis Paniculata) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Semoga artikel mengenai khasiat tanaman bunga kamboja yang telah diulas diatas dapat membantu anda dijadikan solusi dalam meyembuhkan penyakit dengan menggunakan tumbuhan herbal alami.

    Khasiat Tanaman Kembang Merak

    Khasiat Tanaman Kembang Merak
    Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)
    Begitu banyak tumbuhan yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, salahsatu bahasan kita kali ini tentang khasiat tanaman kembang merak. Tumbuhan Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) asal Amerika Selatan ini mudah ditemukan ditaman-taman atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias, kadang tumbuh liar. Tumbuhan ini merupakan perdu tegak, tinggi 2-4 m, banyak bercabang dengan ranting kadang berduri tempel. Kayunya berwarna putih, padat, dan liat.daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang,ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau, permukaan hijau kebiruan, panjang 1-3,5 cm sedangkan lebar 0,5-1,5 cm. Pada malam hari daun akan menguncup. Memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm, warnanya merah atau kuning. Buahnya buah polong, pipih, panjang 6-12 cm, lebar 1,5 cm,berisi 1-8 buah biji yang dapat dimakan.Buah yang sudah tua warnanya hitam.
    Familia: Caesalpniaceae (leguminosae).

    Nama asing:
    Siak tiek hua (T), bulaklak nang paraiso, caballero (F),barbados pride, poin cillade, paradise flower, peacock flower, small gold mohar (I), caballero, flor de San Francisco (S), gelenggang besar (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra: bunga kacang, bunga merak, bunga china, jingok.
    2. Jawa: kembang patra kombala (Sunda), merak-merakan, merak ngigel, merakan, patra menggala, kembang abang (Jawa), mar kegel,merakkagel,merak ngegel, parak kagel (Madura).
    3. Sulawesi: bunga kacang (Manado).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, tawar, netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan haid, abortivum, peluruh haid (emenagogum).
    • Kulit kayu : kelat,berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagogum).
    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung tanin, asam gallat,asam benzoat, resin, dan zat merah.
    • Daun mengandung alkaloid, saponin, tanin, glucosida, dan calsium oksalat.
    • Kulit mengandung plumbagin, lumbagol, zat samak, alkaloid, saponin, tanin, calsium, dan oksalat.
    Bagian yang digunakan: Bunga, daun, kulit dan akar.

    Kkasiat menyembuhkan:
    1. Bunga:
    • Menstruasi (haid) tidak lancar.
    • Luka terpukul.
    • Panas, kejang panas pada anak.
    • erysipelas.
    • mata merah (conjunctivitis).
    2. Kulit kayu:
    • Diare.
    3. Akar:
    • Kejang panas pada anak, demam.
    4. Daun:
    • Perut kembung.
    • Radang hati (hepatitis).
    • Sariawan (aphthae).
    • Demam.
    • Penyakit kulit.
    5. Buah:
    • Diare, disentri.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: tumbuhan kembang merak dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: 3-5 gram bunga kering atau 15-30 gram yang segar, direbus lalu diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Kejang panas pada anak: 5 kuntum bunga, 20 gram daun, 3 jari akar, dan 3 jari kulit batang dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya. Dipakai untuk menggosok leher, punggung, dan kaki anak.
    2. Sariawan (aphthae): daun kembang merak secukupnya direbus hingga mendidih, lalu disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
    3. Perut kembung: daun kembang merak, alang-alang (Imperata cylindrica), dan bawang putih (Allium sativum) secukupnya, ditumbuk halus sampai menjadi bubur lalu dibalurkan pada perut yang kembung.
    Pemakaian dalam:
    1. Panas: bunga kembang merak secukupnya direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
    2. Radang hati (hepatitis): daun kembang merak secukupnya dan 30 gram daun serut/mirten (Streblus asper) direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    3. Diare akut: kulit batang tumbuhan kembang merak ditumbuk hinga halus, diseduh dengan 100cc air, lalu diminum hangat-hangat.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang meminum obat ini.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
    Demikian artikel lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman kembang merak yang dapat anda coba untuk menyembuhkan penyakit dalam maupun penyakit luar, semoga lekas sembuh.

    Manfaat Tanaman Hydrangea

    Manfaat Tanaman Hydrangea
    Hydrangea (Hydrangea macrophylla)
    Berbagai manfaat tanaman Hydrangea dapat kita gunakan untuk menyehatkan tubuh. Hydrangea (Hydrangea macrophylla) merupakan tanaman hias yang berasal dari Jepang, di Indonesia ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias karena bentuk tajuk dan bunganya yang indah. Habitus perdu, tinggi pohon hingga satu meter. Daun tunggal, letaknya berhadapan, berbentuk bulat telur , ujung meruncing. Pangkal tumpul dan tepi bergerigi, tulang daun menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, muncul di ujung batang, membentuk rangkaian yang membulat dan menggerombol, warnanya bermacam-macam, ada yang putih, merah muda, biru muda atau unggu.
    Familia: Saxifragaceae.
    Sinonim: Viburnum macrophylla Thunb.
    Nama asing: Yang siu chiu (T), bunga tiga bulan (M).

    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Pahit, agak pedas, dingin, dan sedikit beracun. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), antimalaria.

    Kandungan kimia:
    Tumbuhan mengandung asam hidrosianida, akar mengandung dephnetin, bunga mengandung tufin.

    Bagian yang digunakan: Daun, akar, dan bunga.

    Kehsiat menyembuhkan:
    • Demam, Panas.
    • Malaria.
    • Radang pangkal tenggorokan (laryngitis)
    • Radang tonsil/amandel (tonsilitis).
    • Gangguan hati.
    • Dada terasa sesak, jantung berdebar (palpitasi).
    • Gatal/radang pada buah zakar.
    • Kurap, eksim (ekzema).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: herba secukupnya dicuci dan direbus lalu airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum): 9-15 gram, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Radang tonsil/amandel (tonsillitis): bunga hidrangea secukupnya dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan satu sendok makan cuka beras putih dan air secukupnya diperas dan disaring lalu airnya digunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan secara teratur.
    2. Radang/luka pada tenggorokan (laryngitis): akar hidrangea dan umbi bidara upas (Merremia mammosa) masing-masing secukupnya, dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan sedikit air, diperas dan disaring  lalu airnya digunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan secara teratur.
    3. Gatal pada buah zakar, kurap, eksim (ekzema): bunga dan daun hidrangea ditambah dengan daun lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya atau daun sambiloto (Andrographis paniculata), masing-masing secukupnya dicuci dan direbus dengan air secukupnya lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian yang sakit/gatal. Lakukan secara teratur.
    Pemakaian dalam:
    1. Malaria: 10 gram daun hydrangea, 15 gram daun bandotan (Ageratum conyzoides) dan ½ lembar daun papaya (Carica papaya) dicuci bersih dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum sekaligus. Lakukan secara teratur.
    2. Dada terasa tersesak, jantung berdebar-debar (palpitasi): 15 gram akar hidrangea, 15 gram bunga krisan (Chrysanthemum morifilium) dan 5 kuntum bunga cempaka putih (Michelia alba), 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo) yang direndam dulu hingga lembut, direbus  dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum, sedangkan biji teratainya dapat dimakan.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Selamat mencoba khasiat tanaman hydrangea untuk menyembuhkan penyakit dalam maupun penyakit luar.

    Khasiat Tanaman Bunga Tasbih

    Khasiat Tanaman Bunga Tasbih
    Bunga Tasbih (Canna indica)
    Silahkan simak artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga tasbih. Bunga Tasbih (Canna indica) asal Amerika tropis ini seringkali dipelihara sebagai tanaman hias, ada juga yang tumbuh liar di hutan dan pegunungan sampai ketinggian kurang lebih 1000m di atas permukaan air laut. Jenis lain, Canna edulis (ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil. Daun besar dan lebar, menyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Rimpangnya dapat dimakan. Di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai "arrow-root of queensland". Terma besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m dalam tanah mempunyai rimpang yang besar seperti umbi. Daunnya besar, lebar, menyirip dan berwarna hijau. Bunganya besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak dan bulat.
    Familia : Cannaceae.
    Sinonim : Canna orientalis Rosc. =  Canna patens Roscoe.
    Nama asing:
    Mei rei jiao (T), kakuentasan, kuentas-kuentasan, saging-saging, tikas, tikas-ptikas, tikis-tikis, tukas-tukas (F), bread shot (I), piantanillo (S), kenyong (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : hosbe (Batak), ganyong hutan (Melayu)
    2. Jawa : ganyong warna, ganyong alas, puspa midra, puspa nidra, puspa nyidra, kembang gedang (Jawa), tasbhi (Madura), sebe,  sebeh, tasbeh, ganyol leuweung (sunda), buah tasbih, sebek, sigi-sigi, sabeh (Jakarta)
    3. Nusa Tenggara : milu-milu (Bali), gegula (Sasak)
    4. Sulawesi : kela, kontas, wuro, totombe, tuis im tasic (Minahasa), bunga tasabe (Makasar), bunga tasebe (Bugis)
    5. Maluku : tasube (Ternate).
    Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
    Rasa agak manis, sejuk, berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penenang (sedatif).

    Kandungan kimia:
    Rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glukose, lemak, alkaloid dan getah.

    Bagian yang digunakan: Akar atau rimpang (segar atau kering), bunga (kering), daun dan biji.

    Khasiat menyembuhkan penyakit:
    • Menurunkan suhu tubuh yang tinggi
    • Tekanan darah tinggi (hypertensi)
    • Disentri kronis (chronic dysentry)
    • Haid terlalu banyak (metrorrhagia)
    • Keputihan (leucorrhoea)
    • Kanker kandungan
    • Ambein (hemorrhoids)
    • Kencing batu
    • Sakit kuning (acute icteric hepatitis)
    • Pembengkakan kelenjar limpa
    • Batuk darah (hemoptysis)
    • Kepala pusing (vertigo)
    • Pendarahan, luka berdarah.
    • Keseleo
    • Radang kulit bernanah (pioderma)
    • Jerawat (acne vulgaris)
    • dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar : akar atau rimpang bunga tasbih dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum) : 15-30 gram akar atau rimpang kering atau 30-60 gram yang segar. Bunga 10-15 gram, direbus lalu diminum.
    Pemakaian dalam:
    1. Keputihan (leucorrhoea) : 15-30 gram akar/rimpang bunga tasbih, 15-30 gram kulit delima kering (Punica granatum), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    2. Menghentikan pendarahan (hemostatik) : 10-15 gram bunga tasbih, 60 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    3. Sakit kuning (acute icteric hepatitis) : 60 gram akar bunga tasbih, 30 gram daun serut atau mirten (Streblus asper), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.Lakukan dua kali sehari.
    4. Ambein (hemorrhoids) : 30-60 gram akar rimpang bunga tasbih direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    5. Pembengkakan kelenjar limpa : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 1 ons daging sapi, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum airnya sedangkan dagingnya dimakan.
    6. Kanker kandungan : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 60 gram rumput lidah ular atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), 50 gram sambiloto (Andrographis paniculata), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.
    Pemakaian luar:
    1. Luka berdarah, radang kulit bernanah (piodermi), jerawat (acne vulgaris) : akar/rimpang segar bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Keseleo : akar/rimpang bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditambahkan tepung terigu yang sudah disangrai sampai kuning dan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Demikian pembhasan kita tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga tasbih bagi kesehatan tubuh penderita penyakit dalam dan penyakit luar, semoga bermanfaat.

    Khasiat Tanaman Bunga Pagoda

    Khasiat Tanaman Bunga Pagoda
    Bunga Pagoda (Clerodendrum Sweet)
    Kita bahas lengkap manfaat dan khasiat tanaman bunga pagoda bagi kesehatan tubuh manusia. Bunga Pagoda (Clerodendrum Sweet) sering ditanam di taman, pinggir jalan raya atau di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, panjang dapat mencapai 30 cm. Bunga majemuk yang terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid, warnanya merah, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

    Familia: Verbenaceae.

    Nama asing: Bai jek hong (T), iginga, kasopangil, laron anito (F), pepanggil (M), pagoda flower (I).

    Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
    • Akar : pahit, dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), dan pembekuan darah.
    • Daun : manis, asam, agak kelat, netral, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi).
    • Bunga : Manis, hangat.
    Bagian yang digunakan: Akar, bunga, batang, dan daun dikeringkan.

    Kkasiat menyembuhkan penyakit:
    1. Akar:
    • Sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik
    • Luka terpukul
    • TBC paru yang disertai batuk
    • Batuk darah (hemoptysis)
    • Selalu buang air kecil (beser)
    • Disentri
    • Kanker saluran pencernaan
    • Wasir (hemorrhoidas)
    • Hernia
    • Susah tidur (insomnia)
    • dan lain-lain
    2. Daun:
    • Bisul (furunculus), koreng
    • Luka terpukul, radang kulit
    • dan lain-lain
    3. Bunga:
    • Kurang darah (anemia)
    • Keputihan (leucorrhea)
    • Wasir (hemorrhoids)
    • Hernia
    • Sakit pinggang (lumbago)
    • Susah tidur (insomnia)
    • Migrain
    • dan lain-lain
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian dalam (minum) : 30-90 gram akar direbus atau dijadikan bubuk atau 30-90 gram bunga direbus, lalu airnya diminum.
    2. Pemakaian luar : daun atau bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Pemakaian luar:
    1. Koreng, bisul (furunculus), radang kulit : daun segar bunga pagoda dicuci bersih dihaluskan tambahkan madu secukupnya lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Pemakaian dalam:
    1. Wasir berdarah (hemorhoids) : cara pertama 60 gram bunga atau akar bunga pagoda, dimasak dengan 200 gram usus sapi, setelah matang airnya diminum dan dagingnya dimakan. cara kedua 15-30 gram bunga atau akar bunga pagoda, 60 gram daging daun lidah buaya (Aloe vera), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc lalu disaring dan airnya diminum.
    2. Hernia : 9 gram bunga atau akar kering bunga pagoda, 3 butir kapulaga (Amomum cardamomum), 5 gram cengkeh (Eugenia aromatica), 5 gram kayu manis (Cinnamomum burmani), giling semuanya hingga halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya, tambahkan madu atau gula, diminum untuk satu kali pemakaian. Lakukan 1-2 kali sehari.
    3. Sering buang air kecil (beser) : 30 gram akar bunga pagoda, 15 butir ginkgo biloba (pak ko), 1-2 ons iga sapi, direbus dengan air secukupnya hingga iga sapi matang, lalu airnya diminum dan iga sapinya dimakan.
    4. Keputihan (leucorrhea) : 15 gram bunga pagoda, 20 gram kulit delima kering (Punica granatum), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    5. Sakit pinggang (lumbago) : 30-60 gram bunga pagoda, 10 gram jahe merah (Zingiber officinale), tambahkan gula merah secukupnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    6. Rematik : 30-60 gram akar bunga pagoda, 15 gram jahe (Zingiber officinale), 70 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
    7. Susah tidur (insomnia) : bunga atau akar bunga pagoda dijadikan bubuk, 15 gram jahe Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum sebelum tidur.
    8. Migrain : 15 gram bunga pagoda, 5 gram jahe (Zingiber officinale), 70 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.), yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu diminum.
    9. Kanker saluran pencernaan : 60 gram akar bunga pagoda, 60 gram rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa), direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu diminum pelan-pelan.
    10. TBC paru, batuk darah (hemoptysis) : 30-90 gram akar bunga pagoda, 15 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang serius atau berat disarankan tetap konsultasikan ke dokter.

    Selamat mencoba pengobatan alternatif dengan bahan herbal alami dengan memanfaatkan khasiat bunga pagoda yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun penyakit dalam.

    Manfaat dan Khasiat Tanaman Sedap Malam

    Manfaat dan Khasiat Tanaman Sedap Malam
    Sedap malam (Polianthes tuberosa)
    Artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman Sedap malam (Polianthes tuberosa) yang merupakan tumbuhan asal Meksiko, biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah dan harum terutama pada malam hari, sedap malam juga biasa digunakan sebagai perhiasan pada sanggul wanita di pesta perkawinan.
    Terna tegak dengan umbi di bawah tanah, tinggi 0,5-1,4 m. daun sebagian duduk pada akar sepanjang batang yang tegak, berbentuk lanset, panjang 15-150 cm, lebar 0,6-1 cm, ujung lancip kearah pangkal melebar. Bunga hampir duduk, kebanyakan berpasangan dalam ketiak daun pelindung yang berbentuk bulat telur lanset, berwarna putih dan berbau sangat harum terutama pada waktu malam. Buah kotak memanjang, kerapkali tumbuh kurang sempurna, kadang-kadang dengan beberapa biji yang baik.
    Familia: Amaryllidaceae.

    Nama asing: Yek lai siang (T), tuberoos (B), tuberose (I), tubereuse (P), azulena (F), baston de san jose (S).

    Nama daerah:
    1. Sumatra: sedep malem, sundel malem truna malam (Melayu).
    2. Jawa: sedep malem, sundel malem (Sunda), sundel malem (Jawa), sondhel malem (Madura).
    3. Sulawesi: rasamalang (Makasar), rasamaleng (Bugis).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Manis, sejuk, dan sedikit tawar. Berkhasiat menurunkan panas (antipiretik) dan menghilangkan bengkak.

    Kandungan kimia: Sapogenin

    Bagian yang digunakan: Daun dan akar.

    Khasiat menyembuhkan:
    1. Bunga :
    • Sakit kepala, pusing;
    • Menenangkan hati dan pikiran;
    • Pandangan kabur, rabun mata;
    • Katarak, radang mata merah (conjuntivitis);
    • Susah tidur (insomnia);
    • Penambah darah;
    • Meningkatkan stamina;
    • Melancarkan ASI (laktagog);
    • Pegal linu.
    2. Akar :
    • Influenza;
    • Radang tenggorokan (pharyngitis);
    • Rematik;
    • Bisul (furunculus), bengkak (edema).
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar : bunga dicuci dan direbus lalu airnya dipakai untuk mencuci mata yang sakit. Atau, setelah dibersihkan ditumbuk halus lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
    2. Pemakain dalam : 5-50 kuntum bunga atau 15-30 gram akar, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian dalam:
    1. Susah tidur (insomnia), menenangkan pikiran dan hati, penambah darah, pandangan kabur dan sering kaget : 30 kuntum bunga sedap malam, 15 gram kie cie, 1-2 buah hati ayam, 2 siung bawang putih (Allium sativum L.), 4 siung bawang merah (Allium cepa L.), 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), m;erica (Piper nigrum L.), garam dan kecap manis masing-masing secukupnya ; semua bahan ditumis dengan minyak nonkolesterol, tambahkan tepung tapioka yang telah diencerkan secukupnya lalu masak sampai matang, dimakan.
    2. Meningkatkan stamina, mata rabun : 50 kuntum bunga sedap malam, 50 gram kacang kapri (pisum sativum L.), 1 butir telur ayam, 100 gram udang, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 2 siung bawang putih ( Allium sativum L.), 4 siung bawang merah (Allium cepa L.) semua bahan ditumis dengan minyak nokolesterol secukupnya, tambahkan tepung maizena yang telah diencerkan, dimasak, setelah matang dimakan.
    3. Mempertajam penglihatan : 30 kuntum bunga sedap malam, 70 gram kacang kapri muda (pisum sativum L.), 100 gram daging ayam, 75 gram wortel (Daucus carota L.), 1 butir telur ayam, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 2 siung bawang putih ( Allium sativum L.), 4 siung bawang merah (Allium cepa L.) kecap manis dan garam secukupnya ; semua bahan ditumis dengan minyak nonkolesterol sampai matang ,lalu  dimakan.
    4. Influenza : 20 gram akar sedap malam, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 2 batang daun  bawang putih ( Allium sativum L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.
    5. Radang tenggorokan (pharyngitis) yang menimbulkan suara serak, sakit saat menelan, batuk, demam, bau mulut kurang sedap : 20 gram akar bunga sedap malam, 25 gram sambiloto segar (Andrographis paniculata Nees.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring  lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.
    6. Rematik : 30 gram akar bunga sedap malam, 20 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) dan gula merah secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga mendidih, disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari.
    7. Linu tulang : 15 gram kuntum bunga sedap malam, 75 gram takokak (Solanum torvum Swartz.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Mencegah dan mengatasi katarak, radang mata : 50 kuntum bunga sedap malam direbus dengan 1500 cc air hingga mendidih. Setelah dingin, digunakan untuk mencuci mata.
    2. Bisul (furunculus) dan bengkak (edema) : akar bunga sedap malam secukupnya dicuci bersih dan ditumbuk halus lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Catatan: Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat disarankan untuk tetap konsultasikannya ke dokter.

    Selamat mencoba pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan herbal dengan memanfaatkan khasiat bunga sedap malam, semoga berguna.

    Khasiat Tanaman Kembang Pukul Empat

    Khasiat Tanaman Kembang Pukul Empat
    Artikel detil tentang manfaat dan khasiat kembang pukul empat untuk kesehatan tubuh manusia. Tumbuhan Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapaasal Amerika Selatan ini banyak ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar. Tumbuh di dataran rendah yang banyak mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Tumbuhan tegak, tinggi 20-80 cm. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang daun 2-11 cm dan lebarnya 8 mm - 7 cm. Pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, dan memiliki tangkai daun dengan panjang 6 mm - 6 cm. Bunga dari tumbuhan ini berbentuk terompet, dengan warna bermacam-macam, seperti merah, putih, jingga, kuning atau kombinasi (belang-belang). Bunga mekar di sore hari dan kuncup kemabli pagi hari menjelang fajar. Buah keras, warna hitam, berbentuk telur dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, berbentuk bulat memanjang, isi umbi berwarna putih, panjang 7-9mcm sedangkan diameternya 2-5 cm.
    Familia: Nyctaginaceae.
    Sinonim : Jalapa congesta Moench. = Nyctago hortensis Bot.

    Nama asing:
    Zi mo li (T), a las cuatro, gilala (F), marvel of Peru, four o'clock plant (I), belle de nuit, jalapenwunderblume (B), a las cuatro, maravilla, oracion, suspiros (S).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : kembang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu sore, bunga waktu kecil (Melayu)
    2. Jawa : kederat, segerat, tegerat (Jawa)
    3. Nusa Tenggara : noja (Bali), bungga ledonosok (Roti), loro laka (Timor), koderat.
    4. Sulawesi : pukul ampa, turaga, bodoko sina (Minahasa), bunga tete apa, bunga-bunga paranggi (Makasar), bunga-bunga perengki (Bugis)
    5. Maluku : kupa oras (Ambon), cako rana (Ternate)
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Tidak berbau, manis, rasa netral, sejuk. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh air seni (diuretik), memperlancar sirkulasi darah, dan menghilangkan hambatan aliran darah.

    Kandungan kimia:
    Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), dan zat asam minyak (46,9%).

    Bagian yang digunakan: Akar, daun, dan buah dapat dipakai untuk pemakaian luar.

    Manfaat dan khasiat menyembuhkan:
    • Radang amandel (tonsilitis)
    • Radang tenggorokan (pharyngitis)
    • Batuk berdarah (hemoptysis)
    • Infeksi saluran air seni (genito-urinary tract infection)
    • Air seni mengandung lemak (chyluria)
    • Batu ginjal, batu empedu
    • Kencing manis (diabetes millitus)
    • Radang kelenjar prostat (prostatitis)
    • Keputihan (leucorrhoea)
    • Radang sendi yang akut (acute arthritis)
    • Bisul bermata banyak, bisul batu, jerawat (acne vulgaris), eksim (ekzema)
    • Koreng, luka terpukul
    • Kanker
    • Tukak lambung
    • Pembekuan darah
    • dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian Luar : tumbuhan kembang pukul empat dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kembang pukul empat kering atau 15-30 gram yang segar direbus lalu diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Bisul (furunculus) :
    • Daun kembang pukul empat secukupnya dilayukan di atas api lalu ditempelkan pada bisul yang sebelumnya telah diolesi minyak kemiri (Aleurites moluccana Wild.), daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul)
    • Daun kembang pukul empat secukupnya dihaluskan, tambhakan sedikit air garam, lalu ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya dan balut dengan kain kasa.
    • Akar segar kembang pukul empat secukupnya dibuang kulitnya lalu dihaluskan, tambahkan gula aren (Arenga pinnata Merr,) secukupnya, lalu ditempelkan pada bisul. Lakukan dua kali sehari.
    2. Jerawat (acne vulgaris) : buah kembang pukul empat secukupnya dibuat zat tepung, lalu
        tambahkan air secukupnya dan dioleskan pada muka yang berjerawat.
    3. Koreng, luka terpukul, eksim (ekzema) : tumbuhan kembang pukul empat segar secukupnya
        dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau tumbuhan kembang pukul empat
        tersebut direbus dengan air secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh
        yang sakit.

    Pemakaian dalam:
    1. Radang sendi akut (acute arthitis) : 60 gram akar kembang pukul empat segar secukupnya direbus dengan air secukupnya, lalu air rebusannya diminum atau 30 gram bunga warna putih dar kembang pukul empat direbus dengan air secukupnya, lalu airnya diminum. Bila badan panas tambahkan tahu, tapi bila badan dingin tambahkan kikil sapi saat merebusnya lalu dimakan.
    2. Kanker : 60 gram umbi kembang pukul empat, 30 gram rumput mutiara (Hadyotis corymbosa [L.] Lamk.), direbus dengan air secukupnya selama 3 jam dengan api kecil dalam mangkuk tanah atau keramik, lalu airnya diminum setelah disaring (tetap konsultasi ke dokter)
    3. Tukak lambung : 15-30 gram akar segar kembang pukul empat, 1 ons daging sapi, 60 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, dikukus atau ditim hingga daging matang, airnya diminum sedangkan daging sapi dan daun lidah buayanya dimakan.
    4. Keputihan (Leucorrhoea) : 30 gram akar kembang pukul empat, 30 gram kulit delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. lau airnya disaring dan diminum. cara ke dua 50 gram kembang pukul empat, 90 gram lidah buaya (Aloe vera L.), 100 gram daun kucai (Allium odorum L.), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu diminum airnya 2x sehari setelah disaring.
    5. Amandel (tonsilitis), radang tenggorokan (pharyngitis) : akar kembang pukul empat secukupnya dibersihkan dan dijus, lalu airnya diminum.
    6. Difteri : 15 gram akar kembang pukul empat kering dan 30 gram yang segar dan 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) segar, direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
    7. Batuk darah (hemoptysis) : 30 gram bunga putih kembang pukul empat, dijus lalu disaring, tambahkan madu secukupnya dan diminum.
    8. Pembekuan darah : 15 gram akar kembang pukul empat, 15 gram temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
    9. Batu ginjal, batu empedu, kencing manis (diabetes millitus) : 15 gram kembang pukul empat kering atau 30 gram yang segar dan 30 gram kejibeling (Strabilanthes Crispus Bl.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
    10. Infeksi saluran kencing : 15-30 gram akar kembang pukul empat segar dan 30 gram tumbuhan meniran (Phyllanthus urinaria Linn.) segar, dicuci dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
    11. Radang kelenjar prostat (prostatitis) : 30 gram kembang pukul empat, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 70 gram putih buah semangka (Citrullus vulgaris L.), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    12. Disentri : 30-60 gram akar kembang pukul empat segar dan 30 gram tumbuhan patikan kebo segar (Euphorbia hirta L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang memakainya. Untuk merebus jangan gunakan bahan atau alat-alat dari besi (panci, sendok, dan lain-lain)
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
    Demikian detil tentang manfaat dan khasiat tanaman kembang pukul empat bagi kesehatan tubuh, semoga dapat membantu anda dalam mengobati berbagai penyakit yang telah diulas diatas.

    Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Mas

    Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Mas
    Kembang mas (Asclepias curassavica)
    Selamat datang, kali ini kita bahas tentang manfaat dan khasiat tanaman kembang mas. Tumbuhan Kembang Mas (Asclepias curassavica) asal Amerika tropis ini tumbuh di daerah yang cerah atau sedikit terlindung, tetapi tidak terlalu lembab. Sering ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Selain sebagai tanaman obat, kembang mas biasa ditanam sebagai tanaman hias. Habitus semak, tegak, menahun, pangkalnya sering berkayu, tinggi 0,7-1,5 m. Batang bulat berambur halus yang jarang. Daun bertangkai, helaian dau bentuk lanset memanjang, runcing, panjang 6-15 cm, lebar 1-3 cm. Karangan bunga majemuk, berbentuk paying, berbunga 7-15, tangkai bunga berambut halus. Taju kelopak sempit, runcing. Mahkota bunga hampir dekat dengan pangkal berbagi, taju memanjang, runcing. Daun mahkota tambahan 5, berwarna oranye. Buah bentuk bumbung, bulat telur memanjang, pipih, pada ujung dengan umbai panjang dari rambut putih serupa sutra.
    Familia: Asclepiadacae.
    Sinonim : Asclepias syriaca Blanco.
    Nama asing: Ma li chin (T), bunga mas (Malaysia).
    Nama daerah: Jawa : kapas cinde (Sunda) , mas sekar (Jawa).

    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Rasanya pahit, dingin, beracun. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), menghilangkan sakit (analgesic), menghentikan pendarahan (hemostatik), meningkatkan sirkulasi, dan sebagai tonik untuk hati.

    Kandungan kimia:
    Calotropin, calotropagenin, corotoxigenin , corotolaucigenin, aslepocigenin, clepogenin, ascurogenin, curassavogenin, dan uzarigenin.

    Bagian yang digunakan: Seluruh herba.

    Berkhasiat untuk menyembuhkan:
    1. Pembengkakkan limfa.
    2. Radang  paru-paru  (pneumonia).
    3. Radang payudara (mastitis).
    4. Radang kulit bernanah (pioderma).
    5. Sakit sewaktu haid (dismenorrhea).
    6. Bisul (furunculus), borok (ulkustripicum).
    7. Eksim (ekzema), panu.
    8. Luka luar, patah (fraktur).
    9. Dan lain-lain.
    Pemakain dalam:
    1. Pembengkakkan limfa : 15 gram akar digongseng sampai kuning, tambahkan 100 gram daging ayam dan air secukupnya lalu ditim. Setelah matang ayamnya dimakan dan airnya diminum. Bila air seni seperti air tajin (air pencucian beras), pemakaian obat ini dihentikan selama 3 hari lalu dilanjutkan kembali.
    2. Nyeri haid (dismenorrhea) : 10 gram herba kembang mas dikeringkan dan 10 butir merica (Piper nigrum L.), direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakain luar : herba kembang mas dicuci, direbus lalu airnya dipakai untuk mencuci luka, atau getahnya dioleskan pada luka.
    2. Pemakain dalam : 10-20 gram tumbuhan kembang mas disaring hingga kuning lalu direbus dan diminum airnya.
    Pemakain luar:
    1. Radang payudara (mastitis), borok borok (ulkustripicum), radang kulit bernanah (pioderma) : herba kembang mas direbus dengan air secukupnya lalu airnya dipakai untuk mencuci bagian yang luka.
    2. Radang payudara (mastitis), bisul (furunculus) : herba kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya secukupnya, diaduk rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    3. Eksim (Eczema) : getah dari batang kembang mas dioleskan pada kulit yang terkena eksim.
    4. Luka luar : bunga dan daun kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan kaktus gepeng (Opuntia dilenii [ker-Gawl] Haw.) yang telah dikupas, diaduk lalu ditempelkan pada luka.
    Catatan:
    1. Hati-hati dalam pemakaiannya karena tumbuhan, kembang mas beracun, terutama getahnya.
    2. Akarnya tidak dianjurkan bagi orang yang lemah.
    3. Tanda-tanda keracunan : pusing, sakit kepala, muntah, diare, sakit perut, mengigau, muka pucat, kedinginan yang luar biasa, denyut nadi tidak teratur.
    4. Tindakan yang harus diambil adalah : si penderita dibuat muntah dengan makan putih telur.
    Itulah manfaat dan khasiat tanaman kembang mas bagi kesehatan tubuh, yang dapat berguna menyembuhkan berbagai penyakit seperti telah diulas diatas, selamat mencoba.