Showing posts with label Daun. Show all posts
Showing posts with label Daun. Show all posts

Khasiat Tanaman Kembang Kertas

Khasiat Tanaman Kembang Kertas
Kembang kertas (Zinnian elegans)
Ternyata tidak semua orang mengetahui kegunaan dan manfaat tanaman kembang kertas. Di artikel ini saya akan mengajak anda untuk menyimak lebih lengkap khasiat tanaman ini dalam upaya mengobati berbagai macam penyakit atau dalam proses penyembuhan. Kembang kertas (Zinnian elegans) merupakan tumbuhan asal Meksiko, dapat ditemukan sampai ketinggian 1400 m diatas permukaan laut. Tumbuhan ini umumnya menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari, seringkali di tanam bergerombol di taman-taman atau juga dipekarangan rumah sebagai tanaman hias dan bunganya biasa dipakai sebagai bunga potong. Ciri-ciri tanaman ini adalah  terna menahun, tumbuh tegak dan berambut kasar, tinggi sekitar 30-50 cm. Daun tunggal letaknya berhadapan, bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung, berwarna hijau. Bentuk bunganya seperti bunga aster dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan, yang keluar dari ujung batangnya. Cara pengembangbiakkan dengan biji.
Familia : Asteraceae (compositae)

Nama daerah : Kembang Kertas, Kembang ratna.

Nama asing : Bai ri zhik, Zinnia.

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis :
Tawar, sejuk, Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflasi), peluruh kencing (diuretik)

Bagian yang di gunakan : Seluruh tumbuhan.

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit :
  • Disentri
  • Panas dalam.
  • Kencing nanah (gonorrhea).
  • Batuk rejan (pertussis).
  • Sakit pada puting susu (papilla mammae).
  • Bisul (furunculus).
  • Dan lain-lain.
Dosis pemakaian :
Pemakaian luar : Daun secukupnya ditumbuk halus, lalu dibubuhkan ke bagian yang sakit. 
Pemakaian dalam : 10-30 gram direbus kemudian airnya diminum.

Pemakaian luar :
Bisul (furunculus), sakit pada puting susu: daun kembang kertas secukupnya di dicuci terlebih dulu lalu ditumbuk kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit secara merata.
Payudara bengkak: herba kembang kertas digiling, tambahkan jus lidah buaya (Aloevera) lalu tempelkan  pada bagian yang sakit.

Pemakaian dalam :
Batuk rejan (pertussis) :  Campurkan 40 gram herba kembang kertas kering atau 70 gram kembang kertas yang segar dengan 400 cc air dengan api besar hingga mendidih, lalu api dikecilkan dan direbus kembali selama 10 menit, kemudian disaring , tambahkan gula batu dan diminum hangat-hangat. lakukan 1-2 kali sehari.
Disentri karena panas dalam: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta), gula secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
Gangguan buang air kecil: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram daun sendok (Plantago mayor), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.

Demikian sekilas tentang khasiat tanaman kembang kertas, semoga bisa menambah wawasan anda dalam mengenal  manfaat tanaman kembang kertas, walaupun agak sedikit sulit untuk menemukannya.

Khasiat Tanaman Kemuning

Khasiat Tanaman Kemuning
Kemuning (Murraya paniculata)
Kali ini kita akan mengulas tentang khasiat dan manfaat kembang kemuning dari segi kesehatan bagi tubuh manusia. Kemuning (Murraya paniculata) biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan atau ditanam orang sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah hingga ketinggian 400 m di atas permukaan air laut. Tumbuhan yang termasuk suku jeruk-jerukan ini merupakan perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangat banyak . Tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Variasi morfologi tumbuhan ini besar sekali, yang biasa dijumpai untuk memagari pekarangan adalah jenis  yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman kemuning merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal daun 3-4 mm. Bunga majemuk berbentuk tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Buah buni, berdaging, berbentuk bulat telur memanjang, panjang buah 8-12 mm, berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah mengkilat setelat tua, berbiji 2.
Familia: Rutaceae.
Sinonim:
Murraya banati Elm. = M. exotica L. = M. exotica var. sumatrana Koord. Et Val. = M. glenieli Thw. = M. odorata Blanco. =  M. sumatrana Roxb. = Chalcas paniculata L. = C. camuneng Burm. F. = C. intermedia Roem. = Connarus foetens Blanco. = C. santaloides Blanco.

Nama daerah:
  1. Sumatra : kamunieng (Minangkabau).
  2. Jawa : jenar, kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa), kamoneng (Madura), tajuman.
  3. Nusa Tenggara : kajeni, kemuning, kemoning (Bali), kamuni (Bima), kamuning, kahabar, karizi (Sumba).
  4. Sulawesi : kamuning (Makasar), kemuning (Manado), kayu gading, kamuni, kai garing, waring, garing, kayu charing (Sulawesi Utara), dinggota, kayu pondo, kamoni (Gorontalo), palopo (Bugis).
  5. Maluku : kamoni (Ambon), kamone (Buru), fanasa.
Nama asing: Jiu li xiang (T), kamuning (F), kemunting (M)

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedative), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, antitiroida.

Kandungan kimia:
  • Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, careen-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene.
  • Kulit mengandung mexotionin, 5-7-ddimenthoxy-8-(2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
  • Bunga mengandung scopoletin.
  • Buah mengandung semi-alfa-carotenon.
Bahan yang digunakan: Akar, Daun dan Batang

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  • Rematik, sakit pinggang (lumbago).
  • Sakit gigi.
  • Radang otak (epidemic encephalitis)
  • Local anesthesia.
  • Radang buah zakar (orkhitis).
  • Radang saluran nafas (bronchitis).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Batu kandung kemih, batu ginjal.
  • Haid tidak teratur (irregular menstruation).
  • Keputihan (leucorrhea).
  • Lemak tubuh berlebihan (obesitas).
  • Gigitan serangga, ular.
  • Bisul (furunculus), koreng, eksim (eczema), borok (ulcer pain), gatal-gatal (pruritus).
  • Keseleo, terantuk, memar terpukul (haematoma), kulit kasar.
  • Tukak lambung.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakain luar : tumbuhan kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kamuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum.
Pemakaian luar:
  1. Eksim (ekzema) : daun dan batang kemuning direbus dengan air secukupnya lalu disaring, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
  2. Luka, bisul (furunculus), eksim (ekzema), gatal-gatal (pruritus) : akar tanaman kemuning secukupnya direndam dalam arak (hingga semuanya terendam) selama 1 bulan, lalu rendaman tersebut dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kulit terasa kasar (menghaluskan kulit) : 50 gram daun kemuning, 50 gram temu giring (Curcuma heyneana), 25 gram kulit jeruk purut (Citrus hystrix), 150 gram beras ketan (Oryza sativa) yang sudah direndam hingga lunak. Semua bahan ditumbuk halus dan dikeringkan, tambahkan 1 sendok teh garam, lalu ditumbuk lagi hingga menjadi bubuk dan diayak. Ambil 1-2 sendok makan bahan tersebut dan tambahkan sedikit air, lalu oleskan pada kulit. Lakukan 1 kali sehari.
  4. Keseleo, memar terpukul : daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun  tersebut ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
  5. Sakit gigi : minyak dari kulit batang kemuning dibakar, lalu oleskan ke dalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter untuk ditambal.
Pemakaian dalam:
  1. Bisul (furunculus) : 30 gram akar kering kemuning dicuci bersih, lalu dipotong-potong, 30 gram daun cocor bebek (Kalanhoe pinnata) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya kemudian diminum.
  2. Keseleo, terantuk : 30 gram akar kemuning, 30 gram daun dewa (Gynura segetum), keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  3. Rematik, memar terpukul : 15-30 gram akar kemuning dan 15 gram jahe mCurcuma xanthorrhizaerah (Zingiber officinale) dicuci bersih, lalu rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  4. Rematik menahun : 15-30 gram akar kering tanaman kemuning, 15 gram temulawak (), 10 gram jahe merah (Zingiber officinale) semuanya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya diminum.
  5. Batu ginjal, batu kandung kemih : daun kemuning segar ditambahkan 150 cc air lalu dijus, disaring dan diminum.
  6. Infeksi saluran kemih : 30 gram daun kemuning, 15 gram meniran (Phyllanthus urinaria), dan 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata) dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari setiap kali 100 cc.
  7. Haid tidak teratur (irregular menstruasion) : 20 gram daun kemuning, 20 gram daun dewa (Gynura segetum), 15 gram rumput laut teki (Cyperus rotendus) dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  8. Keputihan (leucorrhelumbagoa) : 30 gram daun kemuning dan 50 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, tambahkan gula aren (Arenga pinnata) secukupnya, direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  9. Sakit pinggang () : 30 gram akar tanaman kemuning, 10 gram jahe mera,h (Zingiber officinale), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum airnya.
  10. Radang buah zakar (orkhitis) : 30-40 gram akar segar kemuning, 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata .) telur bebek yang telah direbus, buang kulitnya lalu rebus semuanya dalam 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sedangkan telurnya dimakan ;
  11. Tukak lambung : 15 gram daun kemuning, 80 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, 5 gram jahe kering (Zingiber officinale), direbus dalam 400 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum airnya setelah disaring.
  12. Radang otak (ensefalitis) : 30-60 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, airnya diminum selagi hangat setelah disaring. Tetap konsultasikan ke dokter.
  13. Kelebihan berat badan/gemuk (obesitas) :
  14. 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle (Zingiber purpureum), 10 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa), 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris),  semua bahan dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 1 liter air bersih sampai mendidih, disaring dan ditambahkan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), diminum 2 kali sehari sebanyak 200 cc.
  15. 30 gram daun kemuning, 30 gram daun mengkudu (Morinda citrifolia), 30 gram temu giring (Curcuma heyneana), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
Catatan:
  • Diluar negri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Tongzhongling (Tiongkok).
  • Penelitian di RRT menemukan bahwa bunga kemuning dapat digunakan sebagai obat kanker lambung.
  • Akar kemuning direndam dalam arak putih sangat baik untuk obat luar.
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian ulasan tentang khasiat kembang kemuning,mudah-mudahan memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

    Khasiat Tanaman Kembang Sepatu

    Khasiat Tanaman Kembang Sepatu
    Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis)
    Mari kita simak berbagai macam manfaat dan khasiat tanaman Kembang Sepatu bagi kesehatan tubuh yang dibahas secara lengkap. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis) seringkali ditanam sebagai pagar hidup atau tanaman hias karena keindahan bunganya dan bermacam warnanya. Dulu, bunganya sering digunakan untuk mewarnai kain, makanan dan dipakai untuk menggosok sepatu agar mengkilap sehingga disebut bunga sepatu. Pengembangbiakkan tumbuhan kembang sepatu ini dengan setek. Tanaman kembang sepatu merupakan perdu yang tumbuh tegak dengan banyak percabangan. Tinggi 1-4 m, tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan. Daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan tepi bergerigi kasar dan tulang daun menjari, ujung meruncing, panjang daun 3,5-9,5 cm dan lebar 2-6 cm dengan daun penumpu berbentuk garis. Daun mempunyai tangkai dengan panjang tangkainya 1-3,7 cm. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, sedikit menggantung, dengan tangkai bunga beruas, warna bunga ada yang merah, dadu, orange, kuning, putih, dan sebagainya.
    Familia: Malvaceae.

    Nama asing:
    Fu sang (T), antolangan, gomamela, gumamela, tapolang (F), rose de chine (P), chinesische rose(J), hibiscus, chinarose, shoe flower (I), bunga raya (M).

    Nama daerah:
    • Sumatra: bungong raya (Aceh), bunga-bunga (Batak), soma-soma (Nias), bakeyun (Mentawai), bunga raya (Melayu).
    • Jawa : kembang sepatu, uribang (Jakarta), kembang wera (Sunda), wora wori (Jawa), bunga rebhang (Madura), mandhaleka.
    • Nusa Tenggara: pucuk, waribang (Bali), bunga capatu (Timor).
    • Sulawesi: amburaga (Talaud), embuhanga , hembuangeng (Sangir), wuhanga, buhanga, kuyanga, palangan, kuranga (Sulawesi Utara), ulango (Gorontalo), bunga bisu, bunga capatu (Makasar), bunga bisu (Bugis).
    • Maluku: fua-fua (Seram Barat), huahualo (Seram Selatan), ubo-ubo (Halmahera Utara).
    • Papua: dioh, gerasa, kando.
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Rasa manis, netral, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), antiviral, peluruh kemih (diuretic), menormalkan siklus haid (regulates menstruation), peluruh dahak (ekspektorant).

    Kandungan kimia:
    • Daun mengandung taraxeryl acent.
    • Bunga mengandung cynidin diglucosid, hibisetin, zat pahit, dan lender.
    Bagian yang digunakan:
    Daun, bunga, pemakaian segar atau kering.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    1. Bunga:
    • Batuk berdahak dan bernanah, batuk rejan (pertusis),
    • Radang saluran napas (bronchitis),
    • Tuberkulosa (TBC),
    • Mimisan (epitaxis),
    • Disentri,
    • Infeksi saluran kemih,
    • Air kemih bernanah (gonorrhoea),
    • Keputihan (leucorrhea),
    • Haid tidak teratur (irregular menstruation),
    • Melancarkan haid (emenagog),
    • Bisul (furunculus), bisul di kepala anak, borok (ulcustripicum).
    2. Daun:
    • Bisul (furunculus), radang kulit (dermatitis),
    • Mimisan (epistaxis),
    • Sariawan (aphthae),
    • Gondongan (parotitis),
    • Radang usus (enteritis),
    • Radang selaput lender hidung,
    • Radang selaput mata (conjunctivitis),
    • Demam karena malaria.
    Dosis pemakain:
    • Pemakaian luar: tanaman kembang sepatu segar dilumatkan, digunakan sebagai tapal pada bagian yang sakit.
    • Pemakain dalam (minum): daun tanaman kembang sepatu sebanyak 15-30 gram, bunga kering sebanyak 3-9 gram, sedangkan bunga segar sebanyak 15-30 gram, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakain luar:
    1. Gondongan (parotitis): daun atau bunga kembang sepatu, tumbuhan waru landak (Hibicus mutabilis) secukupnya, keduanya haluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Radang selaput lender hidung: mandi uap dengan daun dan bunga kembang sepatu yang diiris halus-halus.
    3. Bisul (furunculus), borok: bunga kembang sepatu, bunga tanaman pacar air secukupnya (impatiens balsamina), giling keduanya hingga halus, tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera) dan norit secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    4. Bisul di kepala anak: bunga kembang sepatu secukupnya dihaluskan, lalu tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera), tempelksn csmpursn tersebut pada kepala anak.
    Pemakain dalam:
    1. Sariawan (aphthae): 30 gram daun kembang sepatu diseduh dengan air mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
    2. Gondongan (parotitis): 30 gram daun atau bunga segar kembang sepatu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    3. Mimisan (epistaxis): 30 kumtum bunga kembang sepatu kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, disaring dan airnya diminum.
    4. Batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (bronchitis): 2 kumtum bunga kembang sepatu dicuci lalu digiling hingga halus, tambahkan 100cc air masak dan sedikit garam, diperas, disaring lalu diminum 2 kali sehari sebanyak dosis di atas.
    5. Batuk lendir dan darah: 2 kumtum bunga kembang sepatu diremas dengan 400cc air, biarkan tertutup semalaman, saring keesokan harinya, tambahkan madu secukupnya sebelum diminum pagi hari sebelum makan.
    6. Tuberkulosa (TBC): 3 kuntum bunga tanaman kembang sepatu, 30 gram Krokot (portulaca Oleracea) dicuci bersih lalu digiling hingga halus, tambahkan 100cc air masak dan 1 sendok makan madu lalu disaring, diminum untuk sekali minum. Lakukan 3 kali sehari.
    7. Air kemih mengandung nanah (gonorrhea); 6 kuntum bunga kembang sepatu dan 15 gram sambiloto (Andrographis paniculata) dicuci lalu direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, disaring lalu tambahkan madu secukupnya, bagi larutan tersebut menjadi 3 dosis dan diminum. Lakukan 3 kali sehari.
    8. Melancarkan haid, haid tidak teratur (irregular menstruation): 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, lalu digiling hingga halus, tambahkan 150cc air masak dan cuka beras putih secukupnya, disaring lalu diminum sebanyak 100cc. Lakukan 2-3 kali sehari.
    9. Infeksi saluran kemih; 15 gram akar kembang sepatu, 25 gram meniran (phyllanthus urinaria), 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata), direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, lalu disaring dan diminum airnya.
    10. Keputihan (leucorrhea): 15 gram bunga tanaman kembang sepatu, 15 gram jengger ayam (Celosia cristata), 30 gram kulit delima segar (Punica granatum) atau 15 gram yang kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    11. Radang selaput ikat mata (conjunctivitis): 30 gram kembang sepatu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu diminum. Atau 15 gram daun kembang sepatu direbur dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    12. Radang usus (enteritis): 25 gram kembang sepatu, 50 gram sambiloto (Andrographis paniculata), keduanya direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    13. Demam karena malaria: 50 gram daun kembang sepatu, ½ lembar daun papaya (Carica Papaya), 10 gram garam inggris (Sulfas magnesicus), direbus dengan 0,5 liter air, setelah mendidih, angkat dan diminum hangat-hangat.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang minum rebusan tanaman obat ini.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
    Selamat mencoba pengobatan tradisional dengan memanfaatkan khasiat tanaman kembang sepatu, semoga lekas sembuh.

    Khasiat Tanaman Waru Landak

    Khasiat Tanaman Waru Landak
    Waru landak (Hibicus mutabilis)
    Berikut adalah berbagai manfaat dan khasiat tanaman Waru Landak yang dapat mengembalikan kesehatan tubuh manusia dari penyakit. Waru landak (Hibicus mutabilis) tumbuh pada ketinggian 1-900 m di atas permukaan air laut, biasanya ditanam di taman-taman, di halaman rumah sebagai tanaman pagar atau tumbuh liar di hutan dan di ladang. Perdu tegak dengan beberapa percabangan, tingginya 2-5 m, dilapisi dengan rambut halus. Daunnya tunggal, besar, letak berseling, kedua permukaan daun dilapisi rambut halus dengan tangkai daun yang panjangnya 5-8 cm, panjang daun 10-20 cm, lebar 9-22 cm, bercagap menjari 3-5, pangkal berlekuk, ujung runcing, tepi bergerigi. Bunga dengan diameter 7-10 cm, keluar dari ketiak daun atau berkumpul di ujung tangkai, pagi hari warnanya putih atau merah dadu pada sore hari menjelang layu warnanya berubah merah. Buah tumbuhan ini bulat, panjang 2-5 cm, dipenuhi rambut kasar, bijinya berlekuk. Lendir dari daun-daunnya ini dipakai oleh penduduk untuk melunakkan dan mematangkan bisul yang keras.
    Familia: Malvaceae.
    Nama asing:
    Mu fu rong (T), rose changeante (P), changeable rose-mallow, coffonrose hibiscus leaf, confederate rose, cotton rose, rose changeante, white mallow (I), amapola, mapula (F), bunga rotan (M).

    Nama daerah:
    Jawa: waru landak (Jawa).
    Maluku: saya ngali-ngali (Ternate).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Agak pedas, sejuk, berkhasiat sebagai antibiotic, antiradang (antiinflamasi), membersihkan darah, menghilangkan bengkak (antisweeling), melancarkan pengeluaran nanah, menghentikan pendarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian paru-paru dan hati (lever).

    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung anthocyanin, isocuercitrin, hyperin, hyperosid, rutin, quercetin-4-glucosida, spiraeosida, quercimeritrin, cynidin 3,5-diglucosida, cynidin 3-rutinoside-5-glucosida.
    • Daun mengandung tannin, phenol, asam amino, reducing sugar.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga, daun dan akar. Bunga dan akar dikeringkan, daun dapat digunakan segar atau dikeringkan dengan menjemur dibawah pelindung, lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Infeksi paru-paru (pulmonary empyema).
    • Batuk darah akibat batuk lama ( Hemoptysis).
    • Muntah darah( Hematemesis).
    • Darah haid terlalu banyak (Menorrhagia).
    • Keputihan(Leucorrhea).
    • Mata merah dan bengkak (Conjunctivitis).
    • Bisul (Furunculus).
    • Luka tersiram air panas.
    • Radang kulit bernanah (pioderma).
    • Radang payudara (mastitis).
    • Radang saluran dan kelenjar limfe (lymphadenitis)
    • Kanker esophagus, cardia (jantung), stomach (lambung), paru-paru, payudara dan kulit.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: Daun dan bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau daun dan bunga kering dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline lalu ditempelkan pada bagian yang sakit; campuran diatas dengan konsentrasi 25% disebut Hibicus ointment; Akar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-30 gram bunga dan daun tanaman waru landak kering atau 50-150 gram yang segar, direbus lalu diminum airnya; Atau 30-60 gram akar segar direbus lalu diminum airnya.
    Pemakaian luar:
    1. Luka tersiram air panas: bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan minyak wijen (Sesamum indicum) secukupnya lalu diaduk, kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit.
    2. Koreng, borok (ulcus), bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline dengan konsetrasi 25%, lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    3. Bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga segar secukupnya digiling halus, tambahkan jus daun lidah buaya (Aloe vera), diaduk lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
    4. Rematik persendian: daun waru landak dikeringkan dan digiling halus, ditambah bubuk jahe (Zingiber officinale) dan lidah buaya (Aloe vera) masing-masing secukupnya lalu dicampur dan dioleskan pada bagian yang sakit.
    5. Gondongan (Parotitis epedemica): daun dikeringkan hingga menjadi bubuk lalu tambahkan putih telur, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    6. Bisul (furunculus), radang kulit, borok: daun dan bunga waru landak dikeringkan, digiling halus lalu tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera) atau Vaseline, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    7. Radang vagina: 500 gram daun waru landak direbus dengan 1,5 liter air sampai matang, didinginkan, disaring lalu digunakan untuk memncuci vagina.
    Pemakaian dalam:
    1. Influenza: 30 gram tumbuhan waru landak dan 10 gram jahe (Zingiber officinale), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300cc lalu airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    2. Batuk kronis: 60 gram bunga waru landak, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis) dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis) direbus dengan 600cc air dengan api kecil selama 30 menit, disaring  lalu airnya diminum dan jamurnya dimakan.
    3. Batuk darah (hemoptysis): 10 kuntum bunga waru landak direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.
    4. Gangguan paru-paru kronis: 20-30 gram bunga waru landak kering dan 10-20 gram gula batu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    5. Muntah darah (hematemesis), darah haid terlalu banyak (menorrhagia), bisul (furunculus), abses paru: 10-30 gram bunga waru landak kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    6. Mencegah dan mengatasi kanker payudara: 10-30 gram bunga waru landak kering, 30 gram rumput lidah ular bunga putih (Hedyotis diffusa) direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara rutin.
    7. Mencegah dan mengatasi kanker kulit: 10-30 gram tumbuhan waru landak kering atau 50-150 yang segar dan 10 gram wortel (Daucus carota), direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    8. Gangguan menstruasi: 9-13 gram kulit tanaman dicuci, tambahkan gula merah secukupnya lalu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    9. Sakit waktu haid (dysmenorrhoea): 7 tangkai bunga dan gula secukupnya, masukan 150 cc air lalu ditim selama 1 jam, disaring lalu airnya diminum.
    10. Pendarahan rahim: Cara ke-1: 10-30 gram bunga direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum; Atau Cara ke-2: 30 gram waru landak dan 150 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, disaring lalu airnya diminum dan akar rimpang teratainya dimakan.
    Catatan:
    1. Efek farmakologis tanaman obat ini menghambat sel kanker lambung.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
    Demikian yang dapat kami informasikan tentang manfaat dan khasiat tanaman waru landak bagi kesehatan tubuh manusia. Semoga dapat membantu anda dalam proses mengobati penyakit.

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja
    Bunga Kamboja (Plumeria acuminata)
    Sekarang kita akan membahas tentang manfaat dan khasiat tanaman kamboja bagi kesehatan tubuh. Bunga Kamboja (Plumeria acuminata) asal Amerika tropis ini sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, kuburan atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-700 meter di atas permukaan laut. Pohon kecil yang banyak bercabang, tinggi 3-7 m, mengandung getah. Batang pokoknya besar, tumbuh membengkok, berkayu keras dengan cabang-cabang gemuk berdaging, sedang cabang muda lunak dan terdapat tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daun tunggal, duduk berkarang bergerombol di ujung tangkai, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk lanset, kaku seperti kulit, panjang 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul di ujung ranting, berbentuk terompet, sisi dalam berambut, warnanya agak kuning, mahkota bunga berwarna putih atau merah, wangi. Buahnya buah bumbung, satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung memanjang yang gepeng, panjang 18-20 cm, lebar 2 cm, berongga dua, warnanya hitam kecoklatan, berbiji banyak. Dikembangbiakkan dengan setek batang atau biji.

    Familia: Apocynaceae.
    Sinonim: Plumeria rubra L. cv. acutifolia = Plumeria acuminate Roxb. = Plumeria  acutifolia poir. = Plumeria alba Blanco. = Plumeria obtuse Lour. = Plumeria rubra L. form acutifolia Woods. = Plumeria L. var.acutifolia (poir.) Bailey.

    Nama asing:
    Ji dan hua (T), temple tree, temple flower, pagoda tree, frangipani (I), kerkhofbloem (B), kalasasi, karatuche (F), Lan thom (Th), cempaka kubur, cempaka mulia (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : bunga kemboja, kamboja, kolong susu, cempaka kemboja, cempaka kubur, cempaka mulia (Melayu), pandam (Minangkabau).
    2. Jawa: kamoja, samoja (Sunda), samboja, semboja, kamboja (Jawa), cempaka bakul, cempaka sabakul, cempaka mulja (Madura).
    3. Sulawesi: bungo lomilate (Gorontalo), tintis, karasusi, koloyucu, kolo susu (Minahasa), bunga uwae mawara (Bugis), bunga jene mawara, bunga jera (Ujung pandang).
    4. Nusa Tenggara: bunga jabun (Bali), bunga matandani (Roti), bunga kamboyang  (Timor).
    5. Maluku : kalansusun, kupa tayon (Seram), capaka butu (Halmahera utara), saya kolocucu (Ternate), capaka kubu (Tidore).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, sejuk, harum. Penurun panas (antipiretik), peluruh kencing (dieuretik), menghentikan batuk (antitusif), dan menghilangkan hawa panas.
    • Kulit kayu: melancarkan buang air besar (laksant).
    Kandungan kimiawi:
    • Getah berwarna putih : mengandung damar dan kautcuk, senyawaan sejenis karet, serta senyawaan triterpenoid, amyrin, dan lupeol.
    • Kulit batang: mengandung plumierid, yaitu suatu zat pahit yang beracun. Sebagai laksant, dipakai dengan dosis 0,2-0,3 gram yang dimakan sebelum tidur, maka esok paginya bisa buang air besar 1-2 kali. Bila dimakan dengan dosis lebih dari 0,3 gram akan berkhasiat melancarkan kencing (diuretic).
    • Daun dan batang mengandung fulvoplumierin. Dosis 1,5 miligram berkhasiat menghambat perkembangan kuman TBC.
    • Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol, dan fenil alkohol.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga dikeringkan dengan cara dijemur, getah, daun, kulit batang, dan akar.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Mencegah pingsan karena udara terlalu panas (heat sroke).
    • Radang usus  (enteritis).
    • Disentri  basiler.
    • Gangguan  pencernaan  (dispepsia).
    • Gangguan penyerapan makanan pada anak, kurang gizi (malnutrisi).
    • Radang hati (hepatitis infectiosa).
    • Radang saluran napas (brokhitis).
    • Jantung mengipas/berdebar keras (palpitasi).
    • TBC (tuberkulosa).
    • Cacingan.
    • Sembelit (konstipasi).
    • Kencing  nanah (gonorrhea).
    • Beri-beri, busung air.
    • Kapalan (klavus).
    • Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah.
    • Sakit gigi berlubang .
    • Tertusuk duri, tulang atau terkena pecahan beling.
    • Bisul (furunculus), patek (frambusia).
    • Benjolan keras (tumor).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakain:
    1. Pemakain luar: daun atau kulit batang dihaluskan, dibubuhkan ke tempat yang sakit atau getah dioleskan.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-15 gram bunga, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Gigi berlubang: beberapa tetes getah kamboja dilumaskan pada kapas, dipakai untuk menutup gigi yang berlubang. Hati-hati jangan terkena gigi yang sehat.
    2. Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah: sepotong kulit kamboja digodok dengan tiga liter air sampai mendidih, hangat-hangat dipakai untuk merendam kaki yang sakit.
    3. Tertusuk duri, tulang ikan, atau pecahan beling: oleskan getah kamboja ke bagian yang sakit, maka benda yang masuk akan keluar.
    4. Kapalan (klavus): setiap hari diteteskan getah kamboja sampai sembuh.
    5. Kudis (skabies): 50 gram kulit batang kamboja dicuci bersih, sambiloto segar (androraphis paniculata) dan ditumbuk halus, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan dengan 100cc air selama 5 menit lalu dinginkan dan oleskan pada bagian kulit yang sakit 2-3 kali sehari.
    6. Busung air, patek (frambusia): 3 ukuran telapak tangan kulit kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 20 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit . Air rebusannya untuk mandi, berendam, dan bersiram. Lakukan 1 sampai 2 kali sehari.
    7. Bisul (furunculus): Daun kamboja dicuci bersih lalu dipanaskan sampai lemas, oleskan minyak kelapa lalu ditempelkan pada bisul: Atau beberapa tetes getah batang kamboja dioleskan langsung pada bisulnya. Lakukan 2 kali sehari.
    8. Benjolan-benjolan di tubuh: kulit kayu digiling halus, tambahkan air secukupnya sampai seperti bubur, lalu ditempelkan ke bagian badan yang ada benjolan-benjolan.
    Pemakain dalam:
    1. Disentri, diare karena panas dalam: 12-24 gram bunga kamboja kering dan direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, kemudian airnya diminum.
    2. Busung air: 6 jari kulit batang kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 400cc air sampai tersisa 200cc, setelah dingin disaring lalu diminum.
    3. Beri-beri: 2 jari kulit kamboja, 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris), 2 butir bawang merah (Allium cepa), 1 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), 1 jari pulasari (Alyxia rein-wardtii), 3 jari gula enau ( Arangea pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600cc air sampai tersisa 300cc. setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    4. Jantung mengipas/berdebar (palpitasi): 1 jari kulit kamboja, 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo) 15 gram daun prasman segar (Eupatorium triplinerve), 1/2 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), dan 2 butir bawang merah (Allium cepa), dicuci lalu direbus dengan 800cc air hingga tersisa 400cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200cc.
    5. TBC (tuberkulosa): 75 gram kulit kamboja, 50 gram kulit batang pepaya (Carica papaya), 50 gram pohon kulit pulai (Alstonia scholaris), 10 gram pegagan (Centella asiatica) dan 15 gram kencur (Kaempferia galanga). Semua bahan ditumbuk halus menjadi satu, direbus dengan 1000cc air hingga tersisa 600cc, kemudian diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali 200cc.
    6. Kencing nanah (gonorhoea): 3 jari kulit kamboja dan 30 gram daun sambiloto segar (Andrographis Paniculata) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Semoga artikel mengenai khasiat tanaman bunga kamboja yang telah diulas diatas dapat membantu anda dijadikan solusi dalam meyembuhkan penyakit dengan menggunakan tumbuhan herbal alami.

    Khasiat Tanaman Kembang Merak

    Khasiat Tanaman Kembang Merak
    Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)
    Begitu banyak tumbuhan yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, salahsatu bahasan kita kali ini tentang khasiat tanaman kembang merak. Tumbuhan Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) asal Amerika Selatan ini mudah ditemukan ditaman-taman atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias, kadang tumbuh liar. Tumbuhan ini merupakan perdu tegak, tinggi 2-4 m, banyak bercabang dengan ranting kadang berduri tempel. Kayunya berwarna putih, padat, dan liat.daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang,ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau, permukaan hijau kebiruan, panjang 1-3,5 cm sedangkan lebar 0,5-1,5 cm. Pada malam hari daun akan menguncup. Memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm, warnanya merah atau kuning. Buahnya buah polong, pipih, panjang 6-12 cm, lebar 1,5 cm,berisi 1-8 buah biji yang dapat dimakan.Buah yang sudah tua warnanya hitam.
    Familia: Caesalpniaceae (leguminosae).

    Nama asing:
    Siak tiek hua (T), bulaklak nang paraiso, caballero (F),barbados pride, poin cillade, paradise flower, peacock flower, small gold mohar (I), caballero, flor de San Francisco (S), gelenggang besar (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra: bunga kacang, bunga merak, bunga china, jingok.
    2. Jawa: kembang patra kombala (Sunda), merak-merakan, merak ngigel, merakan, patra menggala, kembang abang (Jawa), mar kegel,merakkagel,merak ngegel, parak kagel (Madura).
    3. Sulawesi: bunga kacang (Manado).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, tawar, netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan haid, abortivum, peluruh haid (emenagogum).
    • Kulit kayu : kelat,berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagogum).
    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung tanin, asam gallat,asam benzoat, resin, dan zat merah.
    • Daun mengandung alkaloid, saponin, tanin, glucosida, dan calsium oksalat.
    • Kulit mengandung plumbagin, lumbagol, zat samak, alkaloid, saponin, tanin, calsium, dan oksalat.
    Bagian yang digunakan: Bunga, daun, kulit dan akar.

    Kkasiat menyembuhkan:
    1. Bunga:
    • Menstruasi (haid) tidak lancar.
    • Luka terpukul.
    • Panas, kejang panas pada anak.
    • erysipelas.
    • mata merah (conjunctivitis).
    2. Kulit kayu:
    • Diare.
    3. Akar:
    • Kejang panas pada anak, demam.
    4. Daun:
    • Perut kembung.
    • Radang hati (hepatitis).
    • Sariawan (aphthae).
    • Demam.
    • Penyakit kulit.
    5. Buah:
    • Diare, disentri.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: tumbuhan kembang merak dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: 3-5 gram bunga kering atau 15-30 gram yang segar, direbus lalu diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Kejang panas pada anak: 5 kuntum bunga, 20 gram daun, 3 jari akar, dan 3 jari kulit batang dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya. Dipakai untuk menggosok leher, punggung, dan kaki anak.
    2. Sariawan (aphthae): daun kembang merak secukupnya direbus hingga mendidih, lalu disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
    3. Perut kembung: daun kembang merak, alang-alang (Imperata cylindrica), dan bawang putih (Allium sativum) secukupnya, ditumbuk halus sampai menjadi bubur lalu dibalurkan pada perut yang kembung.
    Pemakaian dalam:
    1. Panas: bunga kembang merak secukupnya direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
    2. Radang hati (hepatitis): daun kembang merak secukupnya dan 30 gram daun serut/mirten (Streblus asper) direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    3. Diare akut: kulit batang tumbuhan kembang merak ditumbuk hinga halus, diseduh dengan 100cc air, lalu diminum hangat-hangat.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang meminum obat ini.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
    Demikian artikel lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman kembang merak yang dapat anda coba untuk menyembuhkan penyakit dalam maupun penyakit luar, semoga lekas sembuh.

    Manfaat Tanaman Hydrangea

    Manfaat Tanaman Hydrangea
    Hydrangea (Hydrangea macrophylla)
    Berbagai manfaat tanaman Hydrangea dapat kita gunakan untuk menyehatkan tubuh. Hydrangea (Hydrangea macrophylla) merupakan tanaman hias yang berasal dari Jepang, di Indonesia ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias karena bentuk tajuk dan bunganya yang indah. Habitus perdu, tinggi pohon hingga satu meter. Daun tunggal, letaknya berhadapan, berbentuk bulat telur , ujung meruncing. Pangkal tumpul dan tepi bergerigi, tulang daun menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, muncul di ujung batang, membentuk rangkaian yang membulat dan menggerombol, warnanya bermacam-macam, ada yang putih, merah muda, biru muda atau unggu.
    Familia: Saxifragaceae.
    Sinonim: Viburnum macrophylla Thunb.
    Nama asing: Yang siu chiu (T), bunga tiga bulan (M).

    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Pahit, agak pedas, dingin, dan sedikit beracun. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), antimalaria.

    Kandungan kimia:
    Tumbuhan mengandung asam hidrosianida, akar mengandung dephnetin, bunga mengandung tufin.

    Bagian yang digunakan: Daun, akar, dan bunga.

    Kehsiat menyembuhkan:
    • Demam, Panas.
    • Malaria.
    • Radang pangkal tenggorokan (laryngitis)
    • Radang tonsil/amandel (tonsilitis).
    • Gangguan hati.
    • Dada terasa sesak, jantung berdebar (palpitasi).
    • Gatal/radang pada buah zakar.
    • Kurap, eksim (ekzema).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: herba secukupnya dicuci dan direbus lalu airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum): 9-15 gram, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Radang tonsil/amandel (tonsillitis): bunga hidrangea secukupnya dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan satu sendok makan cuka beras putih dan air secukupnya diperas dan disaring lalu airnya digunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan secara teratur.
    2. Radang/luka pada tenggorokan (laryngitis): akar hidrangea dan umbi bidara upas (Merremia mammosa) masing-masing secukupnya, dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan sedikit air, diperas dan disaring  lalu airnya digunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan secara teratur.
    3. Gatal pada buah zakar, kurap, eksim (ekzema): bunga dan daun hidrangea ditambah dengan daun lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya atau daun sambiloto (Andrographis paniculata), masing-masing secukupnya dicuci dan direbus dengan air secukupnya lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian yang sakit/gatal. Lakukan secara teratur.
    Pemakaian dalam:
    1. Malaria: 10 gram daun hydrangea, 15 gram daun bandotan (Ageratum conyzoides) dan ½ lembar daun papaya (Carica papaya) dicuci bersih dan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum sekaligus. Lakukan secara teratur.
    2. Dada terasa tersesak, jantung berdebar-debar (palpitasi): 15 gram akar hidrangea, 15 gram bunga krisan (Chrysanthemum morifilium) dan 5 kuntum bunga cempaka putih (Michelia alba), 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo) yang direndam dulu hingga lembut, direbus  dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum, sedangkan biji teratainya dapat dimakan.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Selamat mencoba khasiat tanaman hydrangea untuk menyembuhkan penyakit dalam maupun penyakit luar.

    Khasiat Tanaman Cempaka Kuning

    Khasiat Tanaman Cempaka Kuning
    Cempaka Kuning (Michelia champaca)
    Ini adalah tentang manfaat dan khasiat tanaman cempaka kuning bagi kesehatan tubuh. Cempaka Kuning (Michelia champaca) asal India, di sana kayunya digunakan untuk mebel, bangunan rumah, dan sebagainya. Di Jawa dibudidayakan, tetapi kayunya jarang digunakan karena adanya bunga. Bunganya dimanfaatkan untuk pembuatan minyak rambut. Cempaka biasa ditanam sebagai tanaman hias. Pengembangbiakan dengan setek batang. Habitus pohon, tinggi 12-25 m, ujung ranting berambut. Daun bulat telur memanjang dengan ujung dan pangkal runcing, panjang 10-28 cm, lebar 4,5-11 cm. Bunga berdiri sendiri/tunggal, warnanya kuning oranye, baunya sangat harum. Daun tenda bunga panjangnya 3-5 cm, yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing daripada yang terluar. Buah bentuk bola memanjang, sedikit bengkok, mula-mula berwarna hijau kemudian menjadi abu-abu pucat. Biji masak berwarna merah tua, tergantung keluar pada berkas yang memanjang menjadi benang yang langsing.
    Familia: Magnoliaceae.
    Nama asing:
    Wang mien kui (T), Orange chempaka (I), champi (Th), cempaka kuning (M), champaka (F).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : jeumpa (Aceh), jempa (Gayo), campaga (Minangkabau), cempaka, cempaka kuning (Melayu)
    2. Jawa : campaka, campaka koneng (Sunda), kantil, locari, pecari, cempaka, cepaka, cempaka kuning (Jawa), kembhang koneng, campaka, compaka, compaka koneng, compaka merah (Madura)
    3. Nusa Tenggara : campaka, campaka barak, campaka kuning, campaka warangan (Bali), hepaka, kepaka (Sawu)
    4. Sulawesi : sampakang (Sangihe), campaka mariri, sampaka, sempaka mondarang, campaka (Sulawesi Utara), campaka (Gorontalo), bunga macela, cepaga (Bugis), sambaka (Buru), bunga eja, campaga (Makasar)
    5. Maluku : sampaka, kupa haya (Seram), papokur, kupa pokur, kupukulyu, walatol (Ulias), cupaka, hapaka (Halmahera Utara), capaka goraci (Ternate, Tidore)
    Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
    Rasa pahit, berbau aromatik, berkhasiat sebagai tonikum, febrifugum, aromatikum, pengelat (astringent), menambah nafsu makan (stomakik), peluruh haid (emenagog), pelembut kulit (demulcent), peluruh kemih (diuretik), peluruh kentut (karminatif).

    Kandungan kimia:
    • Kulit dan daun: alkaloida dan zat samak
    • Kulit kayu: damar, resin, tanin
    • Biji: palmitin, oleie, damar dan asam damar
    • Bunga: minyak terbang (cheraniol, linalol, methyleugenol, eugenol isoeugenol).
    Bagian yang digunakan: Kulit batang, daun, dan bunga.

    Khasiat untuk menyembuhkan:
    • Demam, pusing (vertigo)
    • Sakit panas
    • Badan terasa lemah (neurasthenia)
    • Radang tenggorokan (pharyngitis)
    • Radang amandel (tonsilitis)
    • Gangguan pencernaan (dispepsia)
    • Menambah nafsun makan (stomakik)
    • Rematik
    • Keputihan (leucorrhoea)
    • Haid tidak teratur
    • Kencing nanah (gonorrhoea)
    • Cacingan
    • dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakain luar : daun dicuci bersih dan dihaluskan lalu digosokkan pada bagian tubuh yang sakit.
    2. Pemakaian dalam : 15-60 gram daun atau kulit batang direbus, airnya diminum.
    Pemakaian dalam:
    1. Menambah nafsu makan (stomakik): 50 gram kulit pohon cempaka kuning yang telah kering, ditumbuk halus, 20 gram asam jawa (Tamarindus indica) dan gula merah secukupnya direbus dengan 1,5 liter air, disaring dan diambil airnya lalu diminum satu kali sehari sebanyak 200 cc.
    2. Haid tidak teratur: 3 jari kulit akar cempaka kuning dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus), dicuci dan ditumbuk seperlunya lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, diberi garam sedikit, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
    3. Keputihan (leucorrhoea): 10 kuntum bunga campaka kuning, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) dan 30 gram kulit delima kering (Punica granatum), dicuci bersih lalu direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring kemudian diminum airnya untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
    4. Kencing nanah (Gonorrhoea): 18 kuntum bunga cempaka kuning, 2 tangkai bunga kelapa (Cocos nucifera L.) dan 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata), direbus dengan 800 cc air kelapa muda (Cocos nucifera) hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
    Pemakaian luar:
    Rematik:
    • 8 lembar daun cempaka kuning, 5 buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), 15 butir cengkih (Eugenia aromatica), 15 butir lada hitam (Piper nigrum), dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale) dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 40 cc air jeruk nifis (Citrus aurantifolia Swingle) dan 20 cc minyak kayu putih (Melaleuca leucadendra), dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.
    • 20 gram daun cempaka kuning, 30 gram daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi), 15 butir lada (Piper nigrum), dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan cuka beras putih seperlunya lalu digosokan pada bagian tubuh yang sakit.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang meminum rebusan tumbuhan obat ini
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
    Selamat mencoba pengobatan herbal dengan memanfaatkan khasiat tanaman cempaka kuning agar dapat membantu penyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita.

    Khasiat Tanaman Bunga Tasbih

    Khasiat Tanaman Bunga Tasbih
    Bunga Tasbih (Canna indica)
    Silahkan simak artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga tasbih. Bunga Tasbih (Canna indica) asal Amerika tropis ini seringkali dipelihara sebagai tanaman hias, ada juga yang tumbuh liar di hutan dan pegunungan sampai ketinggian kurang lebih 1000m di atas permukaan air laut. Jenis lain, Canna edulis (ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil. Daun besar dan lebar, menyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Rimpangnya dapat dimakan. Di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai "arrow-root of queensland". Terma besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m dalam tanah mempunyai rimpang yang besar seperti umbi. Daunnya besar, lebar, menyirip dan berwarna hijau. Bunganya besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak dan bulat.
    Familia : Cannaceae.
    Sinonim : Canna orientalis Rosc. =  Canna patens Roscoe.
    Nama asing:
    Mei rei jiao (T), kakuentasan, kuentas-kuentasan, saging-saging, tikas, tikas-ptikas, tikis-tikis, tukas-tukas (F), bread shot (I), piantanillo (S), kenyong (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : hosbe (Batak), ganyong hutan (Melayu)
    2. Jawa : ganyong warna, ganyong alas, puspa midra, puspa nidra, puspa nyidra, kembang gedang (Jawa), tasbhi (Madura), sebe,  sebeh, tasbeh, ganyol leuweung (sunda), buah tasbih, sebek, sigi-sigi, sabeh (Jakarta)
    3. Nusa Tenggara : milu-milu (Bali), gegula (Sasak)
    4. Sulawesi : kela, kontas, wuro, totombe, tuis im tasic (Minahasa), bunga tasabe (Makasar), bunga tasebe (Bugis)
    5. Maluku : tasube (Ternate).
    Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
    Rasa agak manis, sejuk, berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penenang (sedatif).

    Kandungan kimia:
    Rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glukose, lemak, alkaloid dan getah.

    Bagian yang digunakan: Akar atau rimpang (segar atau kering), bunga (kering), daun dan biji.

    Khasiat menyembuhkan penyakit:
    • Menurunkan suhu tubuh yang tinggi
    • Tekanan darah tinggi (hypertensi)
    • Disentri kronis (chronic dysentry)
    • Haid terlalu banyak (metrorrhagia)
    • Keputihan (leucorrhoea)
    • Kanker kandungan
    • Ambein (hemorrhoids)
    • Kencing batu
    • Sakit kuning (acute icteric hepatitis)
    • Pembengkakan kelenjar limpa
    • Batuk darah (hemoptysis)
    • Kepala pusing (vertigo)
    • Pendarahan, luka berdarah.
    • Keseleo
    • Radang kulit bernanah (pioderma)
    • Jerawat (acne vulgaris)
    • dan lain-lain.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar : akar atau rimpang bunga tasbih dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum) : 15-30 gram akar atau rimpang kering atau 30-60 gram yang segar. Bunga 10-15 gram, direbus lalu diminum.
    Pemakaian dalam:
    1. Keputihan (leucorrhoea) : 15-30 gram akar/rimpang bunga tasbih, 15-30 gram kulit delima kering (Punica granatum), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    2. Menghentikan pendarahan (hemostatik) : 10-15 gram bunga tasbih, 60 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    3. Sakit kuning (acute icteric hepatitis) : 60 gram akar bunga tasbih, 30 gram daun serut atau mirten (Streblus asper), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.Lakukan dua kali sehari.
    4. Ambein (hemorrhoids) : 30-60 gram akar rimpang bunga tasbih direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
    5. Pembengkakan kelenjar limpa : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 1 ons daging sapi, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum airnya sedangkan dagingnya dimakan.
    6. Kanker kandungan : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 60 gram rumput lidah ular atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), 50 gram sambiloto (Andrographis paniculata), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.
    Pemakaian luar:
    1. Luka berdarah, radang kulit bernanah (piodermi), jerawat (acne vulgaris) : akar/rimpang segar bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Keseleo : akar/rimpang bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditambahkan tepung terigu yang sudah disangrai sampai kuning dan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Demikian pembhasan kita tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga tasbih bagi kesehatan tubuh penderita penyakit dalam dan penyakit luar, semoga bermanfaat.

    Khasiat Tanaman Bunga Pagoda

    Khasiat Tanaman Bunga Pagoda
    Bunga Pagoda (Clerodendrum Sweet)
    Kita bahas lengkap manfaat dan khasiat tanaman bunga pagoda bagi kesehatan tubuh manusia. Bunga Pagoda (Clerodendrum Sweet) sering ditanam di taman, pinggir jalan raya atau di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, panjang dapat mencapai 30 cm. Bunga majemuk yang terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid, warnanya merah, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

    Familia: Verbenaceae.

    Nama asing: Bai jek hong (T), iginga, kasopangil, laron anito (F), pepanggil (M), pagoda flower (I).

    Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
    • Akar : pahit, dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), dan pembekuan darah.
    • Daun : manis, asam, agak kelat, netral, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi).
    • Bunga : Manis, hangat.
    Bagian yang digunakan: Akar, bunga, batang, dan daun dikeringkan.

    Kkasiat menyembuhkan penyakit:
    1. Akar:
    • Sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik
    • Luka terpukul
    • TBC paru yang disertai batuk
    • Batuk darah (hemoptysis)
    • Selalu buang air kecil (beser)
    • Disentri
    • Kanker saluran pencernaan
    • Wasir (hemorrhoidas)
    • Hernia
    • Susah tidur (insomnia)
    • dan lain-lain
    2. Daun:
    • Bisul (furunculus), koreng
    • Luka terpukul, radang kulit
    • dan lain-lain
    3. Bunga:
    • Kurang darah (anemia)
    • Keputihan (leucorrhea)
    • Wasir (hemorrhoids)
    • Hernia
    • Sakit pinggang (lumbago)
    • Susah tidur (insomnia)
    • Migrain
    • dan lain-lain
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian dalam (minum) : 30-90 gram akar direbus atau dijadikan bubuk atau 30-90 gram bunga direbus, lalu airnya diminum.
    2. Pemakaian luar : daun atau bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Pemakaian luar:
    1. Koreng, bisul (furunculus), radang kulit : daun segar bunga pagoda dicuci bersih dihaluskan tambahkan madu secukupnya lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    Pemakaian dalam:
    1. Wasir berdarah (hemorhoids) : cara pertama 60 gram bunga atau akar bunga pagoda, dimasak dengan 200 gram usus sapi, setelah matang airnya diminum dan dagingnya dimakan. cara kedua 15-30 gram bunga atau akar bunga pagoda, 60 gram daging daun lidah buaya (Aloe vera), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc lalu disaring dan airnya diminum.
    2. Hernia : 9 gram bunga atau akar kering bunga pagoda, 3 butir kapulaga (Amomum cardamomum), 5 gram cengkeh (Eugenia aromatica), 5 gram kayu manis (Cinnamomum burmani), giling semuanya hingga halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya, tambahkan madu atau gula, diminum untuk satu kali pemakaian. Lakukan 1-2 kali sehari.
    3. Sering buang air kecil (beser) : 30 gram akar bunga pagoda, 15 butir ginkgo biloba (pak ko), 1-2 ons iga sapi, direbus dengan air secukupnya hingga iga sapi matang, lalu airnya diminum dan iga sapinya dimakan.
    4. Keputihan (leucorrhea) : 15 gram bunga pagoda, 20 gram kulit delima kering (Punica granatum), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    5. Sakit pinggang (lumbago) : 30-60 gram bunga pagoda, 10 gram jahe merah (Zingiber officinale), tambahkan gula merah secukupnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    6. Rematik : 30-60 gram akar bunga pagoda, 15 gram jahe (Zingiber officinale), 70 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
    7. Susah tidur (insomnia) : bunga atau akar bunga pagoda dijadikan bubuk, 15 gram jahe Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum sebelum tidur.
    8. Migrain : 15 gram bunga pagoda, 5 gram jahe (Zingiber officinale), 70 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.), yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu diminum.
    9. Kanker saluran pencernaan : 60 gram akar bunga pagoda, 60 gram rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa), direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu diminum pelan-pelan.
    10. TBC paru, batuk darah (hemoptysis) : 30-90 gram akar bunga pagoda, 15 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang serius atau berat disarankan tetap konsultasikan ke dokter.

    Selamat mencoba pengobatan alternatif dengan bahan herbal alami dengan memanfaatkan khasiat bunga pagoda yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun penyakit dalam.

    Khasiat Tanaman Begonia Bagi Kesehatan

    Khasiat Tanaman Begonia Bagi Kesehatan
    Begonia
    Kali ini kita bahas secara lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman begonia bagi kesehatan tubuh manusia. Tumbuhan Begonia asal Amerika Selatan ini tumbuh baik di daerah pegunungan di ketinggian 200-1300m di atas permukaan laut, pada tempat teduh dan tanah yang lembab. Dapat dikembangbiakan dengan tunas atau stek daun. Daun dan bunganya berair rasa asam segar, bisa digunakan sebagai pengganti acar, sering juga dimasak dengan gula sehingga menghasilkan sirup asam nikmat. Di Jawa Barat, bunga yang belum mekar sering dirujak.
    Habitus Herba, bercabang banyak, batangnya lunak dan berair, tinggi 15-65cm, daunnya tunggal berbentuk jantung yang tidak simetris, berair dan berbulu, warna daunnya berbeda-beda. Pada Begonia glabra permukaan atasnya berwarna hijau, sedangkan permukaan bawahnya berwarna perak keputihan. Bunga majemuk, bergerombol, umumnya tersusun berupa rangkaian anak payung menggarpu, berwarna berbeda-beda tergantung pada jenisnya, ada yang berwarna merah muda, ada yang berwarna kuning dan berwarna putih. Biji banyak dan kecil-kecil.
    Familia : Begoniaceae
    Nama asing: Chiu hai thang (Tionghoa)
    Nama daerah:
    1. Jawa : bihun, hariyang bulu (sunda)
    2. Maluku : daun asam (Ambon), coco (Ternate)
    3. Sulawesi : kaci (Makasar)
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Rasanya masam, tawar, sejuk. Berkhasiat sebegai pereda demam (anti piretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), pereda batuk (antitusif).

    Kandungan kimia: Asam oksalat, begonin, kalsium, magnesium.

    Bagian yang digunakan: Daun, umbi, dan seluruh herba

    Khasiat menyembuhkan penyakit:

    • Sakit tenggorokan (Pharyngitis)
    • Influenza
    • Melancarkan peredaran darah
    • Menghentikan pendarahan (hemostatis)
    • Muntah darah (hematemesis)
    • Pendarahan setelah melahirkan
    • Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea)
    • Keputihan (leucorrhoea)
    • Disentri
    • Rematik arthritis
    • Bisul (furunculus)
    • Bengkak, luka terpukul (swelling)

    Pemakaian luar:
    1. Sakit tenggorokan (pharyngitis): 15 gram umbi begonia dicuci dan diiris, tambahkan 300 cc air lalu diblender, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
    2. Bengkak luar dan peradangan: daun begonia, daun dewa (Gynura segetum) dan daun sambiloto (Andrographis paniculata) masing-masing secukupnya, dicuci dan digiling halus lalu tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
    Pemakaian dalam:
    1. Muntah darah (hematemesis):10 gram umbi begonia dan 30 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum hangat-hangat.
    2. Menghentikan pendarahan (hemostatic): 10 gram umbi begonia dan 100 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelahdingin airnya diminum.
    3. Terlambat Haid: 9-15 gram umbi begonia ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, hangat-hangat airnya diminum.
    4. Haid tidak teratur: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus) ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum. Keputihan (leucorrhea): 10 gram umbi begonia dan 10 gram kulit delima kering (Punica granatum) ditumbuk lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya, airnya diminum hangat-hangat.
    5. Disentri: 15 gram herba begonia, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, airnya diminum.
    6. Rematik:10-15 gram daun begonia, dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale) direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
    7. Rematik atrithis: 150 gram selutuh herba begonia dan 125 gram jukut pendul (Kyllinga brevifolia) ditumbuk halus lalu dicampur dengan madu secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dankeringkan. Ambil 10 gram ramuan tadi dan seduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.
    8. Cedera, luka terpukul: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi daun dewa/thien ci (Gynura segetum) disangrai kemudian ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum.
    Catatan :
    • Umbi daun dewa (thien ci) dapat dibeli di toko obat Tionghoa, akar rimpang teratai dapat dibeli di pasar-pasar tradisional.
    • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
    Selamat mencoba pengobatan alami dengan tanaman herbal memanfaatkan khasiat tanaman begonia untuk menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun penyakit dalam. Semoga lekas sembuh.

    Manfaat dan Khasiat Tanaman Daun Dewa

    Manfaat dan Khasiat Tanaman Daun Dewa
    Daun Dewa (Gynura segetum)
    Kali ini mari kita bahas dengan lengkap tentang manfaat dan khasit tanaman Daun Dewa (Gynura segetum), Daun sewa termasuk tanaman semak tahunan, tinggi kurang lebih 50 cm, memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut. Daun berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya, warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, kedua permukaan daun mempunyai bulu-bulu halus, bentuk daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek. Batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan, tinggi batangnya cuma 10-25 cm.Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya seperti kancing, berupa himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecoklatan. Bunga umumnya segera rontok, tidak jadi buah. Jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm. Akarnya yang membentuk umbi dengan panjang kurang lebih 5-8 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh. Umumnya daun dewa diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang, anakan/tunas, dan umbi.

    Familia: Compositae

    Sinonim: Gynura procumbens (Lour) Merr. = G. pseudo-china DC. = G. divaricata DC. = G. ovalis DC. = Senercio divaricata L.

    Nama daerah:
    Di Jawa disebut sambung nyawa. .Melayu disebut dengan beluntas cina, daun dewa, setawar barah, samsit

    Nama asing: Cina disebut san qi cao.

    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan.

    Kandungan kimia: Saponin, Minyak Atsiri, Flavonid.

    Bagian yang dipakai: Seluruh bagian tanaman

    Khasiat untuk penyembuhan:

    1. Jantung koroner
    2. Stroke
    3. Penyempitan pembuluh darah
    4. Kolesterol tinggi
    5. Obat menghentikan pendarahan
    6. Menghilangkan panas
    7. Membersihkan racun
    8. Mengobati luka memar karena terpukul
    9. Antikoagulan
    10. Analgesik (meredakan rasa nyeri)
    11. Anti Inflamasi (anti radang)
    12. Infeksi kerongkongan
    13. Gigitan binatang berbisa
    14. Pendarahan setelah melahirkan
    15. Kejang pada anak
    16. Mencairkan pembekuan darah akibat pembengkakan
    17. Kanker payudara pada wanita
    18. Melancarkan sirkulasi darah
    19. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
    20. Pereda rasa nyeri
    21. Anti radang
    22. Meluruhkan kencing
    23. Penurun panas
    24. Kencing manis atau Diabetes melitus
    25. Pembersih racun dalam tubuh
    26. Pencegah kanker
    27. Luka bengkak akibat pukulan
    28. Haid tidak lancar
    29. Melancarkan peredaran darah
    30. Menghentikan pendarahan mimisan, batuk darah, dan muntah darah
    31. Luka bakar
    32. Penghambat pertumbuhan tumor
    33. Menurunkan kolesterol
    34. Membantu menyembuhkan TBC
    35. Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
    36. Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
    37. Mengobati tulang patah
    38. Digigit binatang berbisa
    39. Pembengkakan pada payudara
    40. Reumatik persendian
    41. Batu ginjal, batuk sinusitis, radang tenggorokan
    Pengolahan obat:
    Bisa dengan daun segar yang disajikan langsung, untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari, dn untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari. Ataupun dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.
    Prof Hembing, dalam paparannya, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

    Daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. selain itu umbinya brerkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, pendarahan sehabis melahirkan. (Dr. setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia)

    Pemakaian luar:
    • Obat Penyakit Kutil, iris-iris daun dewa lalu tempel pada kutil, lalu dibalut. Atau 5 lembar daun dewa dihaluskan dan dioleskan pada kutil, lalu dibalut.
    • Obat Luka Bakar serta Luka Teriris, tumbuk umbi daun dewa, campur sedikit gula merah sampai jadi adonan seperti salep, oleskan ke bagian luka bakar atau luka teriris, lalu balut. atau untuk luka bakar daun dewa di cuci bersih, digilas (di tumbuk) halus, tambah sedikit gula merah sampai menjadi seperti salep, kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang sakit dan dibalut.
    • Obat Gigitan Binatang Buas, tumbuk halus umbi daun dewa secukupnya, lalu oleskan ke bagian tubuh yang tergigit dan dibalut.
    • Obat Flek Hitam pada Wajah, ambil daun tanaman daun dewa yang mempunyai getah, lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.
    • Obat digigit Ular/binatang lain, Umbi dan daun dewa secukupnya dicuci, lalu ditumbuk halus, tempelkan pada bagian yang tergigit, lalu dibalut.
    Pemakaian dalam:
    • Obat Stroke, siapkan 30 gram umbi daun dewa, setelah dibersihkan lantas keringkan, tumbuk sampai halus. Ambil 1 sendok teh bubuk umbi daun dewa, campur dengan 5 butir biji ginko. Seduhlah didalam segalas air, campur sedikit madu, lalu diminum. Atau ambil 1 sendok makan bubuk umbi dewa, campur dengan 10 butir biji ginko kering yang sudah ditumbuk, lalu masukkan ke dalam kapsul, lalu kapsul siap diminum. Minum secara teratur sepanjang 1-2 bulan.
    • Obat rematik, 30 gram daun dewa segar, bersihkan lantas direbus. Lumatkan serta peras dengan diberi sedikit air, minum setiap hari. atau siapkan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, serta 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air, lalu rebus sampai tersisa 300 cc, di saring lalu diminum.
    • Obat Kencing Manis, 5 daun tanaman daun dewa segar, seduh dengan 110 cc air, minum 100 cc sekali dalam satu hari.
    • Obat Pendarahan dan Payudara Bengkak, 15 gram daun tanaman daun dewa, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuh, minum sesudah dingin, 1 hari 3 kali, setiap minum 1/2 gelas.
    • Panas dan kejang pada anak, daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum, 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, lalu diminum.
    • Obat Sakit Jantung, 10 gram umbi daun dewa segar ditumbuk halus, campur air 1/2 gelas, disaring, lalu minum tiap sore.
    • Obat Menurunkan Darah Tinggi, 7 lembar daun dewa yang lebar siap panen, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari sesudah makan. Atau daun dewa tersebut dijadikan lalapan.
    • Obat Luka Memar, 20 gram daun dan umbi daun dewa, daun jarak 10 lembar, haluskan ke 3 bahan tersebut, lalu tempelkan pada daerah yang sakit. Atau untuk bengkak memar, umbi daun dewa sebanyak 6-9 gram dicuci bersih, diris-iris tipis, tambahkan arak kuning (wongciu) secukupnya, lalu di tim, minum selagi hangat.
    • Obat Kencing Manis, Diabetes, caranya meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
    • Obat Tidak datang Haid, 15-30 gram herba direbus campur dengan arak yang sudah dipanaskan , lalu diminum.
    • Obat Luka Terpukul dan Masuk Angin, 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya dipanaskan, lalu diminum.
    • Obat Ganglion, makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.
    • Obat Demam Berdarah, 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
    • Obat Jantung Koroner (penyempitan pada pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke jantung), 30 gram daun dewa segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
    • Obat Keseleo, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
    • Obat Tumor/Kanker, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan 10-12 hari pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu pengobatan dapat dilanjutkan.
    • Obat wasir atau Ambeien, 15 gram daun dewa dan 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya dan dipotong-potong), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring tambahkan madu, lalu airnya diminum dan daging daun lidah buayanya dimakan. Apabila sudah parah, lakukan terapi berikut, ambil 2-3 lembar daun dewa remas agar keluar getahnya, dan masukkan ke anus.
    Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

    Semoga artikel tentang manfaat dan khasiat daun dewa dapat membantu Anda dalam solusi untuk pengobatan tradisional dengan tumbuhan herbal.

    Khasiat Tanaman Wudani

    Khasiat Tanaman Wudani
    Wudani (Quisqualis indica)
    Kali ini kita akan membahas dengan detil tentang khasiat tanaman Wudani (Quisqualis indica) adalah tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara ini dapat ditemukan sampai ketinggian 600 m di atas permukaan air laut. Tersebar diseluruh Nusantara, tumbuh liar dihutan, ladang, semak belukar, kadang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Pengembangbiakkan tumbuhan ini dengan biji dan setek batang. Perdu merambat, panjang 2-8 m. Daunnya tunggal, letak berhadapan, bertangkai pendek dengan helaian daun bulat telur memanjang sampai jorong, panjang daun 5-18,5 cm, sedangkan lebar 2,5-9 cm, ujungnya runcing, pangkal membulat, tepi rata, tulang daun menyirip, warna daun hijau. Bunga tersusun dalam bulir yang keluar dari ujung tangkai, mempunyai lima helai mahkota bunga yang warnanya dapat berubah dari mula-mula putih kemerahan menjadi merah keunguan, baunya harum. Buahnya bersegi lima, berbentuk memanjang dengan ujung dan pangkal menyempit, panjang buah 2-3 cm, rasanya seperti kelapa, bila telah masak buah berwarna coklat dan siap dipanen.

    Familia:
    Combretaceae.

    Sinonim:
    Quisqualis ebracteata Beauv. =  Quisqualis longiflora Presl. = Quisqualis sinensis Lindl. = Quisqualis loureiri Don. = Q. pubescens Burm. = Quisqualis villosa Roxb.

    Nama Asing:
    She chin zhe (T), niog-niogan, tagarau, tagulo, talolong, tangolo, tangolan, totoraok (F), Chinese honeysuckle, Rangoon creeper, Burma creeper, liane vermifoge (I), akar dani (M).

    Nama Daerah:
    1. Sumatra : dani, udani, wudani.
    2. Jawa : bidani (Sunda), kecekluk, kaceklik, ceguk, cekluk, wedani (Jawa), rabetdani (Madura), kunyit rhabet, rhabet besi, seradengan (Kangean).
    3. Sulawesi : tikao (Bugis).
    Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis:
    Manis, hangat, beracun (toksik), berkhasiat sebagai obat cacing, melancarkan pencernaan, memperkuat limpa. Tumbuhan ini masuk meridian limpa dan lambung.

    Kandungan Kimia:
    • Buah matang mengandung potassium quisqualata, sebagian besar lemak jenuh trigonelline dan puridine.
    • Kulit buah dan daun mengandung potassium quisqualata.
    • Bunga mengandung cyaniding monoglycoside.
    • Daun dan tangkai mengandung tannin, saponin, sulfur, calcium oksalat, lemak, peroksidase, protein.
    Bagian yang Dipakai
    Terutama biji. Buah masak dijemur untuk disimpan. Akar dan daun dapat juga digunakan untuk pengobatan.

    Manfaat & Kegunaan:
    • Sakit perut karena cacingan terutama ascariasis.
    • Cacing kremi (oxyuriasis).
    • Berat badan kurang pada anak (infutantile dyspepsia).
    • Perut kembung pada disentri.
    • Radang ginjal (nephitis).
    • Peluruh dahak pada penderita batuk (expectorant).
    • Sakit kepala.
    • Penyakit kulit akibat parasit, jamur.
    Dosis Pemakaian:
    1. Pemakaian luar : buah wudani digiling halus, tambahkan minyak kelapa lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum) : 3-9 gram biji kering atau 10-15 gram yang segar direbus lalu diminum atau dijadikan pil, bubuk. Atau 30-60 gram daun segar direbus lalu diminum. Atau 6-10 gram akar direbus lalu diminum.
    Pemakaian Dalam:
    1. Penyakit cacing kremi (oxyuriasi) Cara ke-1 : biji wudani disangrai hingga matang, dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk tiga kali makan, lakukan secara teratur. Atau Cara ke-2 : 10 gram biji wudani, 10 gram biji pinang (Areca catechu L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    2. Penyakit cacing gelang (ascariasis) : Cara ke-1 : untuk anak-anak 3-5 biji wudani, ditumbuk lalu dimakan. Atau Cara ke-2 : 2 jari akar wudani, gula jawa secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum pagi hari sebelum makan.
    3. Penyakit cacing tambang (ankylostomiasis) :30 biji wudani dicuci bersih lalu digiling halus, seduh dengan 100 cc air panas, tambahkan satu sendok makan madu, diminum hangat-hangat malam hari sebelum tidur.
    4. Berat badan berkurang pada anak-anak (infantile malnutrition) : 6 gram tumbuhan wudani direbus dengan 300 cc hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
    Pemakaian Luar:
    1. Sakit kepala : daun wudani dihaluskan lalu dipakai sebagai tapal pada pelipis.
    2. Penyakit kulit akibat parasit, jamur : buah wudani secukupnya dihaluskan, tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera L.) lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.
    Catatan:
    1. Sebelum dan sesudah makan obat ini, jangan minum teh kerena menambah gejala yang tidak diinginkan (efek samping obat).
    2. Kelebihan dosis dapat menimbulkan rasa pening, muntah, cegukan, sakit perut, diare, yang akan hilang dengan sendirinya.
    3. Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Wu Kan Fei Urh Wan (Tiongkok).
    Semoga artkel tentang khasiat dan manfaat tanaman Wudani yang telah Anda simak di atas akan dapat melengkapi pengetahuan Anda dalam hal pengobatan alami, mudah-mudahan berguna.

    Khasiat Tanaman Teratai Kerdil

    Khasiat Tanaman Teratai Kerdil
    Teratai kerdil (Nymphaea tetragona)
    Sekarang kita masuk ke pembahasan tentang manfaat dan khasiat tanaman Teratai jenis Teratai kerdil (Nymphaea tetragona) yang tersebar di benua Asia, Amerika, daratan China, Korea, Jepang dan Indonesia. Teratai kerdil tergolong dalam Nymphaea alba. Tumbuhan air atau rawa ini tumbuh liar pada genangan air yang dangkal atau dipelihara di kolam-kolam sebagai tanaman hias. Tumbuhan air atau rawa dengan daun dan bunga yang keluar dari akar rimpang di dasar lumpur, yang tumbuh ke atas pada permukaan air. Daun mengapung pada permukaan air, sedang bunga pada air yang dangkal akan muncul di atas permukaan air. Helaian daun bangun perisai, tepi bergerigi, bagian pangkal bercangap sempit dan dalam, warnanya hijau. Bunga mekar selama empat jam saja, daun mahkota warnanya ungu.
    Familia: Nymphaeaceae.

    Nama asing: Shui lien (T), water lily (I).

    Nama daerah: Tunjung.

    Sifat kimiawi dan efek farmakologis: Berkhasiat menurunkan panas (antipiretik) dan mengaktifkan fungsi limpa.

    Bagian yang digunakan: Bunga, daun, dan akar rimpang. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan. Saat bunga sedang mekar, siap untuk dipetik lalu dijemur sampai kering dan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

    Khasiat menyembuhkan:
    • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
    • Radang saluran nafas (bronchitis).
    • Batuk (tussis).
    • Tonic untuk paru-paru.
    • Kejang kronis pada anak.
    • Kecanduan alcohol.
    • Bengkak karena rematik, sakit persendian.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar : -
    2. Pemakaian dalam (minum) : 15-30 gram, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian dalam:
    1. Batuk (tussis) : 30 gram daun teratai kerdil dicuci bersih lalu ditim dengan 100 gram daging sapi, setelah matang airnya diminum dan daging sapinya dimakan.
    2. Radang saluran napas (bronchitis) : 30 gram daun teratai kerdil, 15 gram umbi bunga lili/pahap (Lilium sp.) (dapat dibeli di took obat Tionghoa), 6 lembar daun sirih (Piper betle l.), dan 10 gram kencur (Kaemp feria galanga Linn.), dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
    3. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : cara ke-1 : 15 gram rimpang teratai kerdil dan 60 gram rambut jagung (Zea mays L.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum; Cara ke-2 : 15 gram akar rimpang teratai kerdil dicuci bersih lalu dijus, kemudian airnya diminum.
    4. Sebagai tonik untuk paru-paru : 30 gram daun teratai kerdil dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) yang telah direndam lebih dahulu hingga lembut, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, tambahkan gula batu secukupnya, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
    5. Kejang pada anak-anak : 7-14 gram kuntum bunga teratai kerdil direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200 cc.
    6. Bengkak karena rematik, sakit persendian : 15 gram akar rimpang teratai kerdil, 20 gram temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dan 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
    Catatan: Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
    Semoga artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman teratai kerdil dapat membantu Anda dalam menyehatkan tubuh dan mengobati penyakit yang diderita.