Khasiat Tanaman Kembang Sungsang

Khasiat Tanaman Kembang Sungsang
Kembang Sungsang (Gloriosa superba)
Dibalik keindahannya, mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui khasiat dari kembang sungsang ini selain sebagai tanaman hias. Yuk kita lihat selengkapnya mengenai manfaat tanaman kembang sungsang.  Kembang Sungsang (Gloriosa superba) biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bentuk dan warna bunganya yang indah. Perbanyakan dengan biji atau rimpang. Habitus terna yang berumur panjang , memanjat, tingginya mencapai 2,5 cm, bercabang melebar. Batangnya lunak, memanjat dengan sulur yang terdapat di ujung daun. Daun tunggal, berbentuk lanset, ujung runcing, pangkal memeluk batang , tepi rata, panjang 8-25 cm, lebar 1-4 cm, warnanya hijau. Bunga kuncup bentuknya bulat memanjang, bertangkai panjang, ujungnya runcing menghadap ke bawah, bila mekar bunganya akan membalik keatas, mahkota bunga berjumlah 6 yang bentuknya keriting, bagian atas warnanya merah, pangkalnya berwarna kuning kehijauan. Warna bunganya lama kelamaan akan merah keseluruhan dan tidak cepat layu. Bunga panjangnya 4-5 cm, biji banyak, warnanya merah orange. Akarnya mempunyai rimpang yang horizontal dan besar.

Familia: Liliaceae.
Sinonim: Methonica superba Lamk.

Nama daerah:
  1. Jawa: kembang  jongrang, kembang kuku macan (Jakarta), katongkat, kembang sungsang (Sunda), dongkel sungsang, mondalika, pancing tawa, pancing tawa (Jawa), mandhalika (Madura).
  2. Nusa Tenggara: Mandalika (Bali).
Nama asing:
Cia lan, huan pai he , superbe de Malabar, superb lily, klimle lei, akar songsang .

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rimpang beracun (toksis). Berkhasiat menghilangkan panas (antipiretik), menghilangkan nyeri (analgesic), dan menghilangkan bengkak.

Kandungan kimia: Kolkisin, alkaloid.

Bagian yang digunakan: Rimpang.

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  • Ekzema, kurap, kudis (scabies), gatal-gatal (pruritus).
  • Sakit pada persendian.
  • Lumpuh.
  • Badan membengkak.
  • Kram.
  • Panas tinggi.
  • Kencing nanah (gonorrhea).
  • Sukar bersalin (farturifasien).
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar: umbi secukupnya diparut, dipakai untuk menggosok dan mengurapi bagian kulit yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum): 3 gram rimpang.
Pemakain luar:
  1. Ekzema: 15-20 gram rimpang kembang sungsang, 15 gram umbi bidara upas (Merremia mammosa). dicuci lalu diparut, diremas dengan 2 sendok makan minyak jarak (Jatropha curcas), dipakai untuk menggosok dan mengurapi kulit yang terkena ekzema, lalu dibalut; ganti 2 kali sehari. Atau 20 gram rimpang kembang sungsang dicuci bersih lalu ditumbuk, tambahkan 2 sendok makan minyak kelapa (Cocos nucifera) kemudian dipanaskan, setelah agak dingin minyaknya dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
  2. Ekzema, kurap, kudis (skabies) dan gatal-gatal: rimpang secukupnya dicuci lalu diparut, dipakai untuk menggosok dan mengurapi kulit yang sakit.
Pemakaian dalam:
  1. Sakit pada persendian: 3 gram rimpang kembang sungsang segar, jahe merah (Zingiber officinale) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) masing-masing 10 gram, dicuci dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  2. Rematik: 3 gram rimpang kembang sungsang segar, 35 gram sambiloto (Andrographis paniculata), dan 30 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa), dan 75 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dibuang kulitnya, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  3. Radang rematik persendian: 3 gram rimpang kembang sungsang segar, 35 gram sambiloto (Andrographis paniculata), dan 30 gram daun dewa (Gynura segetum), direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  4. Kram, panas tinggi: 3 gram rimpang kembang sungsang segar, 30 gram sambiloto, 60 gram kaktus gepeng,  direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
Catatan:
  1. Karena rimpangnya beracun, merebusnya harus agak lama dengan api kecil.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur dan untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian uraian tentang khasiat tanaman kembang sungsang, semoga informasi ini bisa memperkaya pengetahuan  kita dalam mencari solusi untuk penyembuhan penyakit yang ada di sekitar kita.

Khasiat Tanaman Kembang Kertas

Khasiat Tanaman Kembang Kertas
Kembang kertas (Zinnian elegans)
Ternyata tidak semua orang mengetahui kegunaan dan manfaat tanaman kembang kertas. Di artikel ini saya akan mengajak anda untuk menyimak lebih lengkap khasiat tanaman ini dalam upaya mengobati berbagai macam penyakit atau dalam proses penyembuhan. Kembang kertas (Zinnian elegans) merupakan tumbuhan asal Meksiko, dapat ditemukan sampai ketinggian 1400 m diatas permukaan laut. Tumbuhan ini umumnya menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari, seringkali di tanam bergerombol di taman-taman atau juga dipekarangan rumah sebagai tanaman hias dan bunganya biasa dipakai sebagai bunga potong. Ciri-ciri tanaman ini adalah  terna menahun, tumbuh tegak dan berambut kasar, tinggi sekitar 30-50 cm. Daun tunggal letaknya berhadapan, bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung, berwarna hijau. Bentuk bunganya seperti bunga aster dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan, yang keluar dari ujung batangnya. Cara pengembangbiakkan dengan biji.
Familia : Asteraceae (compositae)

Nama daerah : Kembang Kertas, Kembang ratna.

Nama asing : Bai ri zhik, Zinnia.

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis :
Tawar, sejuk, Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflasi), peluruh kencing (diuretik)

Bagian yang di gunakan : Seluruh tumbuhan.

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit :
  • Disentri
  • Panas dalam.
  • Kencing nanah (gonorrhea).
  • Batuk rejan (pertussis).
  • Sakit pada puting susu (papilla mammae).
  • Bisul (furunculus).
  • Dan lain-lain.
Dosis pemakaian :
Pemakaian luar : Daun secukupnya ditumbuk halus, lalu dibubuhkan ke bagian yang sakit. 
Pemakaian dalam : 10-30 gram direbus kemudian airnya diminum.

Pemakaian luar :
Bisul (furunculus), sakit pada puting susu: daun kembang kertas secukupnya di dicuci terlebih dulu lalu ditumbuk kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit secara merata.
Payudara bengkak: herba kembang kertas digiling, tambahkan jus lidah buaya (Aloevera) lalu tempelkan  pada bagian yang sakit.

Pemakaian dalam :
Batuk rejan (pertussis) :  Campurkan 40 gram herba kembang kertas kering atau 70 gram kembang kertas yang segar dengan 400 cc air dengan api besar hingga mendidih, lalu api dikecilkan dan direbus kembali selama 10 menit, kemudian disaring , tambahkan gula batu dan diminum hangat-hangat. lakukan 1-2 kali sehari.
Disentri karena panas dalam: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta), gula secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
Gangguan buang air kecil: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram daun sendok (Plantago mayor), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.

Demikian sekilas tentang khasiat tanaman kembang kertas, semoga bisa menambah wawasan anda dalam mengenal  manfaat tanaman kembang kertas, walaupun agak sedikit sulit untuk menemukannya.

Khasiat Tanaman Kemuning

Khasiat Tanaman Kemuning
Kemuning (Murraya paniculata)
Kali ini kita akan mengulas tentang khasiat dan manfaat kembang kemuning dari segi kesehatan bagi tubuh manusia. Kemuning (Murraya paniculata) biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan atau ditanam orang sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah hingga ketinggian 400 m di atas permukaan air laut. Tumbuhan yang termasuk suku jeruk-jerukan ini merupakan perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangat banyak . Tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Variasi morfologi tumbuhan ini besar sekali, yang biasa dijumpai untuk memagari pekarangan adalah jenis  yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman kemuning merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal daun 3-4 mm. Bunga majemuk berbentuk tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Buah buni, berdaging, berbentuk bulat telur memanjang, panjang buah 8-12 mm, berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah mengkilat setelat tua, berbiji 2.
Familia: Rutaceae.
Sinonim:
Murraya banati Elm. = M. exotica L. = M. exotica var. sumatrana Koord. Et Val. = M. glenieli Thw. = M. odorata Blanco. =  M. sumatrana Roxb. = Chalcas paniculata L. = C. camuneng Burm. F. = C. intermedia Roem. = Connarus foetens Blanco. = C. santaloides Blanco.

Nama daerah:
  1. Sumatra : kamunieng (Minangkabau).
  2. Jawa : jenar, kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa), kamoneng (Madura), tajuman.
  3. Nusa Tenggara : kajeni, kemuning, kemoning (Bali), kamuni (Bima), kamuning, kahabar, karizi (Sumba).
  4. Sulawesi : kamuning (Makasar), kemuning (Manado), kayu gading, kamuni, kai garing, waring, garing, kayu charing (Sulawesi Utara), dinggota, kayu pondo, kamoni (Gorontalo), palopo (Bugis).
  5. Maluku : kamoni (Ambon), kamone (Buru), fanasa.
Nama asing: Jiu li xiang (T), kamuning (F), kemunting (M)

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedative), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, antitiroida.

Kandungan kimia:
  • Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, careen-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene.
  • Kulit mengandung mexotionin, 5-7-ddimenthoxy-8-(2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
  • Bunga mengandung scopoletin.
  • Buah mengandung semi-alfa-carotenon.
Bahan yang digunakan: Akar, Daun dan Batang

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  • Rematik, sakit pinggang (lumbago).
  • Sakit gigi.
  • Radang otak (epidemic encephalitis)
  • Local anesthesia.
  • Radang buah zakar (orkhitis).
  • Radang saluran nafas (bronchitis).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Batu kandung kemih, batu ginjal.
  • Haid tidak teratur (irregular menstruation).
  • Keputihan (leucorrhea).
  • Lemak tubuh berlebihan (obesitas).
  • Gigitan serangga, ular.
  • Bisul (furunculus), koreng, eksim (eczema), borok (ulcer pain), gatal-gatal (pruritus).
  • Keseleo, terantuk, memar terpukul (haematoma), kulit kasar.
  • Tukak lambung.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakain luar : tumbuhan kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kamuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum.
Pemakaian luar:
  1. Eksim (ekzema) : daun dan batang kemuning direbus dengan air secukupnya lalu disaring, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.
  2. Luka, bisul (furunculus), eksim (ekzema), gatal-gatal (pruritus) : akar tanaman kemuning secukupnya direndam dalam arak (hingga semuanya terendam) selama 1 bulan, lalu rendaman tersebut dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kulit terasa kasar (menghaluskan kulit) : 50 gram daun kemuning, 50 gram temu giring (Curcuma heyneana), 25 gram kulit jeruk purut (Citrus hystrix), 150 gram beras ketan (Oryza sativa) yang sudah direndam hingga lunak. Semua bahan ditumbuk halus dan dikeringkan, tambahkan 1 sendok teh garam, lalu ditumbuk lagi hingga menjadi bubuk dan diayak. Ambil 1-2 sendok makan bahan tersebut dan tambahkan sedikit air, lalu oleskan pada kulit. Lakukan 1 kali sehari.
  4. Keseleo, memar terpukul : daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun  tersebut ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
  5. Sakit gigi : minyak dari kulit batang kemuning dibakar, lalu oleskan ke dalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter untuk ditambal.
Pemakaian dalam:
  1. Bisul (furunculus) : 30 gram akar kering kemuning dicuci bersih, lalu dipotong-potong, 30 gram daun cocor bebek (Kalanhoe pinnata) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya kemudian diminum.
  2. Keseleo, terantuk : 30 gram akar kemuning, 30 gram daun dewa (Gynura segetum), keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
  3. Rematik, memar terpukul : 15-30 gram akar kemuning dan 15 gram jahe mCurcuma xanthorrhizaerah (Zingiber officinale) dicuci bersih, lalu rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  4. Rematik menahun : 15-30 gram akar kering tanaman kemuning, 15 gram temulawak (), 10 gram jahe merah (Zingiber officinale) semuanya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring airnya diminum.
  5. Batu ginjal, batu kandung kemih : daun kemuning segar ditambahkan 150 cc air lalu dijus, disaring dan diminum.
  6. Infeksi saluran kemih : 30 gram daun kemuning, 15 gram meniran (Phyllanthus urinaria), dan 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata) dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari setiap kali 100 cc.
  7. Haid tidak teratur (irregular menstruasion) : 20 gram daun kemuning, 20 gram daun dewa (Gynura segetum), 15 gram rumput laut teki (Cyperus rotendus) dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  8. Keputihan (leucorrhelumbagoa) : 30 gram daun kemuning dan 50 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, tambahkan gula aren (Arenga pinnata) secukupnya, direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  9. Sakit pinggang () : 30 gram akar tanaman kemuning, 10 gram jahe mera,h (Zingiber officinale), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum airnya.
  10. Radang buah zakar (orkhitis) : 30-40 gram akar segar kemuning, 20 gram sambiloto (Andrographis paniculata .) telur bebek yang telah direbus, buang kulitnya lalu rebus semuanya dalam 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sedangkan telurnya dimakan ;
  11. Tukak lambung : 15 gram daun kemuning, 80 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, 5 gram jahe kering (Zingiber officinale), direbus dalam 400 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum airnya setelah disaring.
  12. Radang otak (ensefalitis) : 30-60 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, airnya diminum selagi hangat setelah disaring. Tetap konsultasikan ke dokter.
  13. Kelebihan berat badan/gemuk (obesitas) :
  14. 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle (Zingiber purpureum), 10 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa), 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris),  semua bahan dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 1 liter air bersih sampai mendidih, disaring dan ditambahkan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), diminum 2 kali sehari sebanyak 200 cc.
  15. 30 gram daun kemuning, 30 gram daun mengkudu (Morinda citrifolia), 30 gram temu giring (Curcuma heyneana), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
Catatan:
  • Diluar negri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Tongzhongling (Tiongkok).
  • Penelitian di RRT menemukan bahwa bunga kemuning dapat digunakan sebagai obat kanker lambung.
  • Akar kemuning direndam dalam arak putih sangat baik untuk obat luar.
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian ulasan tentang khasiat kembang kemuning,mudah-mudahan memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan kita semua.

    Khasiat Tanaman Kembang Sepatu

    Khasiat Tanaman Kembang Sepatu
    Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis)
    Mari kita simak berbagai macam manfaat dan khasiat tanaman Kembang Sepatu bagi kesehatan tubuh yang dibahas secara lengkap. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis) seringkali ditanam sebagai pagar hidup atau tanaman hias karena keindahan bunganya dan bermacam warnanya. Dulu, bunganya sering digunakan untuk mewarnai kain, makanan dan dipakai untuk menggosok sepatu agar mengkilap sehingga disebut bunga sepatu. Pengembangbiakkan tumbuhan kembang sepatu ini dengan setek. Tanaman kembang sepatu merupakan perdu yang tumbuh tegak dengan banyak percabangan. Tinggi 1-4 m, tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan. Daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan tepi bergerigi kasar dan tulang daun menjari, ujung meruncing, panjang daun 3,5-9,5 cm dan lebar 2-6 cm dengan daun penumpu berbentuk garis. Daun mempunyai tangkai dengan panjang tangkainya 1-3,7 cm. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, sedikit menggantung, dengan tangkai bunga beruas, warna bunga ada yang merah, dadu, orange, kuning, putih, dan sebagainya.
    Familia: Malvaceae.

    Nama asing:
    Fu sang (T), antolangan, gomamela, gumamela, tapolang (F), rose de chine (P), chinesische rose(J), hibiscus, chinarose, shoe flower (I), bunga raya (M).

    Nama daerah:
    • Sumatra: bungong raya (Aceh), bunga-bunga (Batak), soma-soma (Nias), bakeyun (Mentawai), bunga raya (Melayu).
    • Jawa : kembang sepatu, uribang (Jakarta), kembang wera (Sunda), wora wori (Jawa), bunga rebhang (Madura), mandhaleka.
    • Nusa Tenggara: pucuk, waribang (Bali), bunga capatu (Timor).
    • Sulawesi: amburaga (Talaud), embuhanga , hembuangeng (Sangir), wuhanga, buhanga, kuyanga, palangan, kuranga (Sulawesi Utara), ulango (Gorontalo), bunga bisu, bunga capatu (Makasar), bunga bisu (Bugis).
    • Maluku: fua-fua (Seram Barat), huahualo (Seram Selatan), ubo-ubo (Halmahera Utara).
    • Papua: dioh, gerasa, kando.
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Rasa manis, netral, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), antiviral, peluruh kemih (diuretic), menormalkan siklus haid (regulates menstruation), peluruh dahak (ekspektorant).

    Kandungan kimia:
    • Daun mengandung taraxeryl acent.
    • Bunga mengandung cynidin diglucosid, hibisetin, zat pahit, dan lender.
    Bagian yang digunakan:
    Daun, bunga, pemakaian segar atau kering.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    1. Bunga:
    • Batuk berdahak dan bernanah, batuk rejan (pertusis),
    • Radang saluran napas (bronchitis),
    • Tuberkulosa (TBC),
    • Mimisan (epitaxis),
    • Disentri,
    • Infeksi saluran kemih,
    • Air kemih bernanah (gonorrhoea),
    • Keputihan (leucorrhea),
    • Haid tidak teratur (irregular menstruation),
    • Melancarkan haid (emenagog),
    • Bisul (furunculus), bisul di kepala anak, borok (ulcustripicum).
    2. Daun:
    • Bisul (furunculus), radang kulit (dermatitis),
    • Mimisan (epistaxis),
    • Sariawan (aphthae),
    • Gondongan (parotitis),
    • Radang usus (enteritis),
    • Radang selaput lender hidung,
    • Radang selaput mata (conjunctivitis),
    • Demam karena malaria.
    Dosis pemakain:
    • Pemakaian luar: tanaman kembang sepatu segar dilumatkan, digunakan sebagai tapal pada bagian yang sakit.
    • Pemakain dalam (minum): daun tanaman kembang sepatu sebanyak 15-30 gram, bunga kering sebanyak 3-9 gram, sedangkan bunga segar sebanyak 15-30 gram, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakain luar:
    1. Gondongan (parotitis): daun atau bunga kembang sepatu, tumbuhan waru landak (Hibicus mutabilis) secukupnya, keduanya haluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Radang selaput lender hidung: mandi uap dengan daun dan bunga kembang sepatu yang diiris halus-halus.
    3. Bisul (furunculus), borok: bunga kembang sepatu, bunga tanaman pacar air secukupnya (impatiens balsamina), giling keduanya hingga halus, tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera) dan norit secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    4. Bisul di kepala anak: bunga kembang sepatu secukupnya dihaluskan, lalu tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera), tempelksn csmpursn tersebut pada kepala anak.
    Pemakain dalam:
    1. Sariawan (aphthae): 30 gram daun kembang sepatu diseduh dengan air mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
    2. Gondongan (parotitis): 30 gram daun atau bunga segar kembang sepatu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    3. Mimisan (epistaxis): 30 kumtum bunga kembang sepatu kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, disaring dan airnya diminum.
    4. Batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (bronchitis): 2 kumtum bunga kembang sepatu dicuci lalu digiling hingga halus, tambahkan 100cc air masak dan sedikit garam, diperas, disaring lalu diminum 2 kali sehari sebanyak dosis di atas.
    5. Batuk lendir dan darah: 2 kumtum bunga kembang sepatu diremas dengan 400cc air, biarkan tertutup semalaman, saring keesokan harinya, tambahkan madu secukupnya sebelum diminum pagi hari sebelum makan.
    6. Tuberkulosa (TBC): 3 kuntum bunga tanaman kembang sepatu, 30 gram Krokot (portulaca Oleracea) dicuci bersih lalu digiling hingga halus, tambahkan 100cc air masak dan 1 sendok makan madu lalu disaring, diminum untuk sekali minum. Lakukan 3 kali sehari.
    7. Air kemih mengandung nanah (gonorrhea); 6 kuntum bunga kembang sepatu dan 15 gram sambiloto (Andrographis paniculata) dicuci lalu direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, disaring lalu tambahkan madu secukupnya, bagi larutan tersebut menjadi 3 dosis dan diminum. Lakukan 3 kali sehari.
    8. Melancarkan haid, haid tidak teratur (irregular menstruation): 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci, lalu digiling hingga halus, tambahkan 150cc air masak dan cuka beras putih secukupnya, disaring lalu diminum sebanyak 100cc. Lakukan 2-3 kali sehari.
    9. Infeksi saluran kemih; 15 gram akar kembang sepatu, 25 gram meniran (phyllanthus urinaria), 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata), direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, lalu disaring dan diminum airnya.
    10. Keputihan (leucorrhea): 15 gram bunga tanaman kembang sepatu, 15 gram jengger ayam (Celosia cristata), 30 gram kulit delima segar (Punica granatum) atau 15 gram yang kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    11. Radang selaput ikat mata (conjunctivitis): 30 gram kembang sepatu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu diminum. Atau 15 gram daun kembang sepatu direbur dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    12. Radang usus (enteritis): 25 gram kembang sepatu, 50 gram sambiloto (Andrographis paniculata), keduanya direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, lalu disaring dan airnya diminum.
    13. Demam karena malaria: 50 gram daun kembang sepatu, ½ lembar daun papaya (Carica Papaya), 10 gram garam inggris (Sulfas magnesicus), direbus dengan 0,5 liter air, setelah mendidih, angkat dan diminum hangat-hangat.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang minum rebusan tanaman obat ini.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
    Selamat mencoba pengobatan tradisional dengan memanfaatkan khasiat tanaman kembang sepatu, semoga lekas sembuh.

    Khasiat Tanaman Waru Landak

    Khasiat Tanaman Waru Landak
    Waru landak (Hibicus mutabilis)
    Berikut adalah berbagai manfaat dan khasiat tanaman Waru Landak yang dapat mengembalikan kesehatan tubuh manusia dari penyakit. Waru landak (Hibicus mutabilis) tumbuh pada ketinggian 1-900 m di atas permukaan air laut, biasanya ditanam di taman-taman, di halaman rumah sebagai tanaman pagar atau tumbuh liar di hutan dan di ladang. Perdu tegak dengan beberapa percabangan, tingginya 2-5 m, dilapisi dengan rambut halus. Daunnya tunggal, besar, letak berseling, kedua permukaan daun dilapisi rambut halus dengan tangkai daun yang panjangnya 5-8 cm, panjang daun 10-20 cm, lebar 9-22 cm, bercagap menjari 3-5, pangkal berlekuk, ujung runcing, tepi bergerigi. Bunga dengan diameter 7-10 cm, keluar dari ketiak daun atau berkumpul di ujung tangkai, pagi hari warnanya putih atau merah dadu pada sore hari menjelang layu warnanya berubah merah. Buah tumbuhan ini bulat, panjang 2-5 cm, dipenuhi rambut kasar, bijinya berlekuk. Lendir dari daun-daunnya ini dipakai oleh penduduk untuk melunakkan dan mematangkan bisul yang keras.
    Familia: Malvaceae.
    Nama asing:
    Mu fu rong (T), rose changeante (P), changeable rose-mallow, coffonrose hibiscus leaf, confederate rose, cotton rose, rose changeante, white mallow (I), amapola, mapula (F), bunga rotan (M).

    Nama daerah:
    Jawa: waru landak (Jawa).
    Maluku: saya ngali-ngali (Ternate).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    Agak pedas, sejuk, berkhasiat sebagai antibiotic, antiradang (antiinflamasi), membersihkan darah, menghilangkan bengkak (antisweeling), melancarkan pengeluaran nanah, menghentikan pendarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian paru-paru dan hati (lever).

    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung anthocyanin, isocuercitrin, hyperin, hyperosid, rutin, quercetin-4-glucosida, spiraeosida, quercimeritrin, cynidin 3,5-diglucosida, cynidin 3-rutinoside-5-glucosida.
    • Daun mengandung tannin, phenol, asam amino, reducing sugar.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga, daun dan akar. Bunga dan akar dikeringkan, daun dapat digunakan segar atau dikeringkan dengan menjemur dibawah pelindung, lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Infeksi paru-paru (pulmonary empyema).
    • Batuk darah akibat batuk lama ( Hemoptysis).
    • Muntah darah( Hematemesis).
    • Darah haid terlalu banyak (Menorrhagia).
    • Keputihan(Leucorrhea).
    • Mata merah dan bengkak (Conjunctivitis).
    • Bisul (Furunculus).
    • Luka tersiram air panas.
    • Radang kulit bernanah (pioderma).
    • Radang payudara (mastitis).
    • Radang saluran dan kelenjar limfe (lymphadenitis)
    • Kanker esophagus, cardia (jantung), stomach (lambung), paru-paru, payudara dan kulit.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: Daun dan bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau daun dan bunga kering dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline lalu ditempelkan pada bagian yang sakit; campuran diatas dengan konsentrasi 25% disebut Hibicus ointment; Akar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-30 gram bunga dan daun tanaman waru landak kering atau 50-150 gram yang segar, direbus lalu diminum airnya; Atau 30-60 gram akar segar direbus lalu diminum airnya.
    Pemakaian luar:
    1. Luka tersiram air panas: bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan minyak wijen (Sesamum indicum) secukupnya lalu diaduk, kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit.
    2. Koreng, borok (ulcus), bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline dengan konsetrasi 25%, lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    3. Bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga segar secukupnya digiling halus, tambahkan jus daun lidah buaya (Aloe vera), diaduk lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
    4. Rematik persendian: daun waru landak dikeringkan dan digiling halus, ditambah bubuk jahe (Zingiber officinale) dan lidah buaya (Aloe vera) masing-masing secukupnya lalu dicampur dan dioleskan pada bagian yang sakit.
    5. Gondongan (Parotitis epedemica): daun dikeringkan hingga menjadi bubuk lalu tambahkan putih telur, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    6. Bisul (furunculus), radang kulit, borok: daun dan bunga waru landak dikeringkan, digiling halus lalu tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera) atau Vaseline, diaduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
    7. Radang vagina: 500 gram daun waru landak direbus dengan 1,5 liter air sampai matang, didinginkan, disaring lalu digunakan untuk memncuci vagina.
    Pemakaian dalam:
    1. Influenza: 30 gram tumbuhan waru landak dan 10 gram jahe (Zingiber officinale), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300cc lalu airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    2. Batuk kronis: 60 gram bunga waru landak, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis) dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis) direbus dengan 600cc air dengan api kecil selama 30 menit, disaring  lalu airnya diminum dan jamurnya dimakan.
    3. Batuk darah (hemoptysis): 10 kuntum bunga waru landak direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.
    4. Gangguan paru-paru kronis: 20-30 gram bunga waru landak kering dan 10-20 gram gula batu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    5. Muntah darah (hematemesis), darah haid terlalu banyak (menorrhagia), bisul (furunculus), abses paru: 10-30 gram bunga waru landak kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    6. Mencegah dan mengatasi kanker payudara: 10-30 gram bunga waru landak kering, 30 gram rumput lidah ular bunga putih (Hedyotis diffusa) direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara rutin.
    7. Mencegah dan mengatasi kanker kulit: 10-30 gram tumbuhan waru landak kering atau 50-150 yang segar dan 10 gram wortel (Daucus carota), direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    8. Gangguan menstruasi: 9-13 gram kulit tanaman dicuci, tambahkan gula merah secukupnya lalu direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
    9. Sakit waktu haid (dysmenorrhoea): 7 tangkai bunga dan gula secukupnya, masukan 150 cc air lalu ditim selama 1 jam, disaring lalu airnya diminum.
    10. Pendarahan rahim: Cara ke-1: 10-30 gram bunga direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum; Atau Cara ke-2: 30 gram waru landak dan 150 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, disaring lalu airnya diminum dan akar rimpang teratainya dimakan.
    Catatan:
    1. Efek farmakologis tanaman obat ini menghambat sel kanker lambung.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
    Demikian yang dapat kami informasikan tentang manfaat dan khasiat tanaman waru landak bagi kesehatan tubuh manusia. Semoga dapat membantu anda dalam proses mengobati penyakit.

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja

    Khasiat Tanaman Bunga Kamboja
    Bunga Kamboja (Plumeria acuminata)
    Sekarang kita akan membahas tentang manfaat dan khasiat tanaman kamboja bagi kesehatan tubuh. Bunga Kamboja (Plumeria acuminata) asal Amerika tropis ini sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, kuburan atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-700 meter di atas permukaan laut. Pohon kecil yang banyak bercabang, tinggi 3-7 m, mengandung getah. Batang pokoknya besar, tumbuh membengkok, berkayu keras dengan cabang-cabang gemuk berdaging, sedang cabang muda lunak dan terdapat tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daun tunggal, duduk berkarang bergerombol di ujung tangkai, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk lanset, kaku seperti kulit, panjang 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul di ujung ranting, berbentuk terompet, sisi dalam berambut, warnanya agak kuning, mahkota bunga berwarna putih atau merah, wangi. Buahnya buah bumbung, satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung memanjang yang gepeng, panjang 18-20 cm, lebar 2 cm, berongga dua, warnanya hitam kecoklatan, berbiji banyak. Dikembangbiakkan dengan setek batang atau biji.

    Familia: Apocynaceae.
    Sinonim: Plumeria rubra L. cv. acutifolia = Plumeria acuminate Roxb. = Plumeria  acutifolia poir. = Plumeria alba Blanco. = Plumeria obtuse Lour. = Plumeria rubra L. form acutifolia Woods. = Plumeria L. var.acutifolia (poir.) Bailey.

    Nama asing:
    Ji dan hua (T), temple tree, temple flower, pagoda tree, frangipani (I), kerkhofbloem (B), kalasasi, karatuche (F), Lan thom (Th), cempaka kubur, cempaka mulia (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra : bunga kemboja, kamboja, kolong susu, cempaka kemboja, cempaka kubur, cempaka mulia (Melayu), pandam (Minangkabau).
    2. Jawa: kamoja, samoja (Sunda), samboja, semboja, kamboja (Jawa), cempaka bakul, cempaka sabakul, cempaka mulja (Madura).
    3. Sulawesi: bungo lomilate (Gorontalo), tintis, karasusi, koloyucu, kolo susu (Minahasa), bunga uwae mawara (Bugis), bunga jene mawara, bunga jera (Ujung pandang).
    4. Nusa Tenggara: bunga jabun (Bali), bunga matandani (Roti), bunga kamboyang  (Timor).
    5. Maluku : kalansusun, kupa tayon (Seram), capaka butu (Halmahera utara), saya kolocucu (Ternate), capaka kubu (Tidore).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, sejuk, harum. Penurun panas (antipiretik), peluruh kencing (dieuretik), menghentikan batuk (antitusif), dan menghilangkan hawa panas.
    • Kulit kayu: melancarkan buang air besar (laksant).
    Kandungan kimiawi:
    • Getah berwarna putih : mengandung damar dan kautcuk, senyawaan sejenis karet, serta senyawaan triterpenoid, amyrin, dan lupeol.
    • Kulit batang: mengandung plumierid, yaitu suatu zat pahit yang beracun. Sebagai laksant, dipakai dengan dosis 0,2-0,3 gram yang dimakan sebelum tidur, maka esok paginya bisa buang air besar 1-2 kali. Bila dimakan dengan dosis lebih dari 0,3 gram akan berkhasiat melancarkan kencing (diuretic).
    • Daun dan batang mengandung fulvoplumierin. Dosis 1,5 miligram berkhasiat menghambat perkembangan kuman TBC.
    • Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol, dan fenil alkohol.
    Bagian yang digunakan:
    Bunga dikeringkan dengan cara dijemur, getah, daun, kulit batang, dan akar.

    Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
    • Mencegah pingsan karena udara terlalu panas (heat sroke).
    • Radang usus  (enteritis).
    • Disentri  basiler.
    • Gangguan  pencernaan  (dispepsia).
    • Gangguan penyerapan makanan pada anak, kurang gizi (malnutrisi).
    • Radang hati (hepatitis infectiosa).
    • Radang saluran napas (brokhitis).
    • Jantung mengipas/berdebar keras (palpitasi).
    • TBC (tuberkulosa).
    • Cacingan.
    • Sembelit (konstipasi).
    • Kencing  nanah (gonorrhea).
    • Beri-beri, busung air.
    • Kapalan (klavus).
    • Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah.
    • Sakit gigi berlubang .
    • Tertusuk duri, tulang atau terkena pecahan beling.
    • Bisul (furunculus), patek (frambusia).
    • Benjolan keras (tumor).
    • Dan lain-lain.
    Dosis pemakain:
    1. Pemakain luar: daun atau kulit batang dihaluskan, dibubuhkan ke tempat yang sakit atau getah dioleskan.
    2. Pemakaian dalam: minum 10-15 gram bunga, direbus lalu airnya diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Gigi berlubang: beberapa tetes getah kamboja dilumaskan pada kapas, dipakai untuk menutup gigi yang berlubang. Hati-hati jangan terkena gigi yang sehat.
    2. Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah: sepotong kulit kamboja digodok dengan tiga liter air sampai mendidih, hangat-hangat dipakai untuk merendam kaki yang sakit.
    3. Tertusuk duri, tulang ikan, atau pecahan beling: oleskan getah kamboja ke bagian yang sakit, maka benda yang masuk akan keluar.
    4. Kapalan (klavus): setiap hari diteteskan getah kamboja sampai sembuh.
    5. Kudis (skabies): 50 gram kulit batang kamboja dicuci bersih, sambiloto segar (androraphis paniculata) dan ditumbuk halus, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan dengan 100cc air selama 5 menit lalu dinginkan dan oleskan pada bagian kulit yang sakit 2-3 kali sehari.
    6. Busung air, patek (frambusia): 3 ukuran telapak tangan kulit kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 20 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit . Air rebusannya untuk mandi, berendam, dan bersiram. Lakukan 1 sampai 2 kali sehari.
    7. Bisul (furunculus): Daun kamboja dicuci bersih lalu dipanaskan sampai lemas, oleskan minyak kelapa lalu ditempelkan pada bisul: Atau beberapa tetes getah batang kamboja dioleskan langsung pada bisulnya. Lakukan 2 kali sehari.
    8. Benjolan-benjolan di tubuh: kulit kayu digiling halus, tambahkan air secukupnya sampai seperti bubur, lalu ditempelkan ke bagian badan yang ada benjolan-benjolan.
    Pemakain dalam:
    1. Disentri, diare karena panas dalam: 12-24 gram bunga kamboja kering dan direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, kemudian airnya diminum.
    2. Busung air: 6 jari kulit batang kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 400cc air sampai tersisa 200cc, setelah dingin disaring lalu diminum.
    3. Beri-beri: 2 jari kulit kamboja, 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris), 2 butir bawang merah (Allium cepa), 1 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), 1 jari pulasari (Alyxia rein-wardtii), 3 jari gula enau ( Arangea pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600cc air sampai tersisa 300cc. setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.
    4. Jantung mengipas/berdebar (palpitasi): 1 jari kulit kamboja, 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo) 15 gram daun prasman segar (Eupatorium triplinerve), 1/2 sendok teh adas (Foeniculum vulgare), dan 2 butir bawang merah (Allium cepa), dicuci lalu direbus dengan 800cc air hingga tersisa 400cc. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200cc.
    5. TBC (tuberkulosa): 75 gram kulit kamboja, 50 gram kulit batang pepaya (Carica papaya), 50 gram pohon kulit pulai (Alstonia scholaris), 10 gram pegagan (Centella asiatica) dan 15 gram kencur (Kaempferia galanga). Semua bahan ditumbuk halus menjadi satu, direbus dengan 1000cc air hingga tersisa 600cc, kemudian diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali 200cc.
    6. Kencing nanah (gonorhoea): 3 jari kulit kamboja dan 30 gram daun sambiloto segar (Andrographis Paniculata) direbus dengan 700cc air hingga tersisa 300cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
    Catatan:
    Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

    Semoga artikel mengenai khasiat tanaman bunga kamboja yang telah diulas diatas dapat membantu anda dijadikan solusi dalam meyembuhkan penyakit dengan menggunakan tumbuhan herbal alami.

    Khasiat Tanaman Kembang Merak

    Khasiat Tanaman Kembang Merak
    Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)
    Begitu banyak tumbuhan yang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, salahsatu bahasan kita kali ini tentang khasiat tanaman kembang merak. Tumbuhan Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) asal Amerika Selatan ini mudah ditemukan ditaman-taman atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias, kadang tumbuh liar. Tumbuhan ini merupakan perdu tegak, tinggi 2-4 m, banyak bercabang dengan ranting kadang berduri tempel. Kayunya berwarna putih, padat, dan liat.daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang,ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau, permukaan hijau kebiruan, panjang 1-3,5 cm sedangkan lebar 0,5-1,5 cm. Pada malam hari daun akan menguncup. Memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm, warnanya merah atau kuning. Buahnya buah polong, pipih, panjang 6-12 cm, lebar 1,5 cm,berisi 1-8 buah biji yang dapat dimakan.Buah yang sudah tua warnanya hitam.
    Familia: Caesalpniaceae (leguminosae).

    Nama asing:
    Siak tiek hua (T), bulaklak nang paraiso, caballero (F),barbados pride, poin cillade, paradise flower, peacock flower, small gold mohar (I), caballero, flor de San Francisco (S), gelenggang besar (M).

    Nama daerah:
    1. Sumatra: bunga kacang, bunga merak, bunga china, jingok.
    2. Jawa: kembang patra kombala (Sunda), merak-merakan, merak ngigel, merakan, patra menggala, kembang abang (Jawa), mar kegel,merakkagel,merak ngegel, parak kagel (Madura).
    3. Sulawesi: bunga kacang (Manado).
    Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
    • Bunga: manis, tawar, netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan haid, abortivum, peluruh haid (emenagogum).
    • Kulit kayu : kelat,berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagogum).
    Kandungan kimia:
    • Bunga mengandung tanin, asam gallat,asam benzoat, resin, dan zat merah.
    • Daun mengandung alkaloid, saponin, tanin, glucosida, dan calsium oksalat.
    • Kulit mengandung plumbagin, lumbagol, zat samak, alkaloid, saponin, tanin, calsium, dan oksalat.
    Bagian yang digunakan: Bunga, daun, kulit dan akar.

    Kkasiat menyembuhkan:
    1. Bunga:
    • Menstruasi (haid) tidak lancar.
    • Luka terpukul.
    • Panas, kejang panas pada anak.
    • erysipelas.
    • mata merah (conjunctivitis).
    2. Kulit kayu:
    • Diare.
    3. Akar:
    • Kejang panas pada anak, demam.
    4. Daun:
    • Perut kembung.
    • Radang hati (hepatitis).
    • Sariawan (aphthae).
    • Demam.
    • Penyakit kulit.
    5. Buah:
    • Diare, disentri.
    Dosis pemakaian:
    1. Pemakaian luar: tumbuhan kembang merak dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
    2. Pemakaian dalam: 3-5 gram bunga kering atau 15-30 gram yang segar, direbus lalu diminum.
    Pemakaian luar:
    1. Kejang panas pada anak: 5 kuntum bunga, 20 gram daun, 3 jari akar, dan 3 jari kulit batang dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya. Dipakai untuk menggosok leher, punggung, dan kaki anak.
    2. Sariawan (aphthae): daun kembang merak secukupnya direbus hingga mendidih, lalu disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
    3. Perut kembung: daun kembang merak, alang-alang (Imperata cylindrica), dan bawang putih (Allium sativum) secukupnya, ditumbuk halus sampai menjadi bubur lalu dibalurkan pada perut yang kembung.
    Pemakaian dalam:
    1. Panas: bunga kembang merak secukupnya direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
    2. Radang hati (hepatitis): daun kembang merak secukupnya dan 30 gram daun serut/mirten (Streblus asper) direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
    3. Diare akut: kulit batang tumbuhan kembang merak ditumbuk hinga halus, diseduh dengan 100cc air, lalu diminum hangat-hangat.
    Catatan:
    1. Wanita hamil dilarang meminum obat ini.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
    Demikian artikel lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman kembang merak yang dapat anda coba untuk menyembuhkan penyakit dalam maupun penyakit luar, semoga lekas sembuh.